Panitia UTBK SNBT di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) berhasil mengamankan dua orang wanita yang diduga terlibat dalam sindikat perjokian ujian masuk perguruan tinggi. Aksi keduanya terdeteksi saat petugas melakukan proses skrining menggunakan alat pendeteksi logam terhadap para peserta sebelum mereka memasuki ruangan ujian.
Plt Wakil Rektor I Unsulbar, Tasrif Surungan, mengonfirmasi bahwa penangkapan tersebut dilakukan pada pelaksanaan hari pertama seleksi, yakni Selasa (21/4). Petugas menemukan perangkat komunikasi berupa telepon seluler model lama dan alat bantu dengar yang disembunyikan di balik pakaian pelaku untuk membantu pengerjaan soal.
Modus Operandi dan Modifikasi Teknologi
Meskipun menggunakan ponsel yang tampak kuno, perangkat tersebut telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga dapat terhubung langsung ke alat pendeteksi suara di telinga peserta. Teknologi ini memungkinkan para pelaku menerima informasi atau jawaban dari pihak luar selama proses ujian berlangsung secara real-time.
Pihak kampus menjelaskan bahwa target utama dari praktik kecurangan melalui sindikat perjokian ini mayoritas menyasar program studi Kedokteran yang memiliki persaingan sangat ketat. Data di lapangan menunjukkan tingkat keterkaitan kasus kecurangan yang ditemukan hampir sepenuhnya mengarah pada pemilihan jurusan medis tersebut.
| Kategori Temuan | Detail Informasi |
|---|---|
| Target Jurusan | Kedokteran (99 persen kasus) |
| Peralatan yang Disita | Ponsel modifikasi dan alat bantu dengar (earpiece) |
| Dugaan Dokumen Palsu | KTP yang baru diterbitkan pada April 2026 |
Dugaan Pemalsuan Identitas
Selain penggunaan alat komunikasi ilegal, kedua wanita tersebut juga diduga menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu untuk mengelabui petugas verifikasi di lokasi. Kecurigaan muncul karena tanggal penerbitan dokumen identitas yang mereka bawa tercatat baru dirilis pada April 2026, sehingga identitas asli mereka pun diragukan.
Saat ini, pihak Unsulbar telah menyerahkan kedua pelaku beserta barang bukti kepada pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Tasrif menekankan pentingnya pendalaman kasus oleh aparat penegak hukum guna membongkar jaringan sindikat yang merusak integritas sistem seleksi nasional ini.