Semangat pantang menyerah dalam menempuh pendidikan mengantarkan Annas Solihin meraih predikat sebagai salah satu lulusan terbaik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Wisuda Periode 118 di awal Februari 2026. Alumnus Fakultas Ilmu Pendidikan ini berhasil menuntaskan jenjang Magister dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna sebesar 4,00.
Kisah inspiratifnya dimulai saat masa kuliah S1 di kampus yang sama, di mana ia harus berjuang keras menghadapi impitan masalah ekonomi yang cukup berat. Alih-alih mengambil cuti, Annas memilih bekerja sebagai pembina pramuka di tiga sekolah berbeda untuk mengumpulkan biaya demi melanjutkan pendidikan ke jenjang S2.
Kegigihan dalam Riset dan Inovasi Akademik
Annas meyakini bahwa setiap kesulitan yang dihadapi hanyalah sebuah tuntutan agar seseorang bisa berpikir lebih kreatif dalam mencari jalan keluar bagi masa depannya. Ketekunannya terbukti saat ia langsung memulai riset tesis sejak semester pertama hingga berhasil memperoleh pendanaan riset DPPM BIMA dari Kemendikti Saintek.
Prestasi luar biasa ditunjukkan Annas ketika artikel ilmiah hasil risetnya berhasil menembus jurnal internasional bereputasi Scopus Q1 pada bulan Juni 2025. Meskipun pencapaian tersebut memberikan hak istimewa baginya untuk lulus tanpa sidang, ia tetap memilih menempuh jalur formal demi menjaga kualitas dan kepantasan proses akademik.
Capaian Kekayaan Intelektual dan Skor Sinta
Hingga saat ini, Annas telah memberikan kontribusi nyata dalam dunia akademik dengan menerbitkan lebih dari 23 artikel jurnal baik di skala nasional maupun internasional. Selain produktivitas dalam menulis, ia juga tercatat memegang kepemilikan 142 Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang memperkuat posisinya sebagai peneliti muda berbakat.
| Kategori Pencapaian | Jumlah / Skor |
|---|---|
| Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) | 4,00 |
| Jumlah Artikel Jurnal | 23+ |
| Hak Kekayaan Intelektual (HKI) | 142 |
| H-Index | 10 |
| Total Skor Sinta | 88 |
Salah satu inovasi unggulan yang ia ciptakan adalah pengembangan media pembelajaran berbasis etnopedagogi yang mengintegrasikan kearifan lokal dalam dunia pendidikan. Ia secara kreatif memasukkan unsur budaya Madura, seperti konsep Karapan Sapi, ke dalam materi matematika agar lebih mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.
Kesuksesan Annas kian lengkap karena saat ini ia dikabarkan tengah menempuh studi lanjut melalui program fast track meski prosesi wisuda S2 baru saja usai. Sosok pria asal Sampang ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk mencapai puncak prestasi akademik di level universitas.