Semangat emansipasi perempuan kini tidak hanya tercermin dalam sektor formal, melainkan juga tumbuh melalui keberanian untuk memilih jalur hidup yang tidak konvensional. Sosok Rahmi Shofia atau yang lebih akrab disapa Mimi Campervan menjadi representasi nyata dari perempuan yang berani meninggalkan zona nyaman demi menjelajahi nusantara seorang diri.
Dalam sesi wawancara bersama detikTravel, Mimi mengungkapkan bahwa keputusan besarnya untuk berkeliling Indonesia menggunakan campervan sempat diwarnai oleh berbagai pandangan miring dari lingkungan sekitar. Statusnya yang kala itu masih lajang memicu stigma negatif mengenai keamanan dan kepantasan seorang perempuan yang melakukan perjalanan panjang tanpa pendamping.
Mimi memilih untuk membuktikan bahwa segala asumsi negatif tersebut salah melalui tindakan nyata dan cara membawa diri yang bertanggung jawab selama di perjalanan. Ia ingin menunjukkan bahwa seorang perempuan mampu mengeksplorasi tempat baru secara mandiri serta melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Kunci utama keberhasilan penjelajahannya terletak pada persiapan yang matang, termasuk pembekalan pengetahuan teknis, kesiapan mental, hingga penyediaan alat keamanan yang memadai. Mimi selalu mengingatkan agar setiap pelancong tidak bersikap takabur dan tetap rendah hati dalam mempelajari lingkungan baru yang mereka datangi.
Selama berkelana, ia sangat menekankan pentingnya menghormati adat istiadat dan budaya lokal yang berlaku di setiap daerah yang ia singgahi. Sebagai contoh, saat berada di wilayah perbatasan Timor Leste, Mimi dengan rendah hati mematuhi aturan adat yang melarang perempuan memasuki rumah adat tertentu.
Faktor keamanan tetap menjadi prioritas utama bagi Mimi dengan menyiapkan berbagai perlengkapan perlindungan diri untuk mengantisipasi situasi yang tidak diinginkan. Selain memastikan kondisi kendaraan tetap prima, ia juga membawa alat pertahanan mulai dari semprotan merica hingga senjata tajam seperti golok sebagai langkah proteksi.
Keberanian yang Disertai Perhitungan Matang
Keputusan Mimi untuk melepaskan pekerjaan tetap demi menjalani kehidupan di jalanan merupakan sebuah langkah berisiko yang memerlukan kalkulasi yang sangat cermat. Ia mengakui bahwa dorongan untuk keluar dari rutinitas memang membutuhkan sedikit kenekatan, namun harus tetap diiringi dengan logika yang sehat.
Mimi memberikan penekanan khusus pada kesiapan finansial dan tabungan yang cukup sebagai fondasi utama sebelum seseorang memutuskan untuk memulai pengembaraan serupa. Hal ini sangat krusial agar pengembara tidak menjadi beban bagi orang lain atau masyarakat di daerah yang mereka kunjungi selama masa perjalanan.
Baginya, perjalanan lintas daerah ini bukan sekadar aktivitas berpindah dari satu titik ke titik lain, melainkan sebuah proses mendalam untuk mengenal jati diri. Keluar dari zona nyaman memaksa seseorang untuk menghadapi berbagai tantangan yang akhirnya membuka potensi diri yang selama ini tersembunyi.
Ia mendorong perempuan lain yang ingin mengambil keputusan besar dalam hidup untuk tidak terus-menerus menunggu momentum yang sempurna atau bergantung pada bantuan orang lain. Mimi merasa bangga melihat tren saat ini di mana semakin banyak perempuan yang berani melakukan perjalanan solo dan menunjukkan kemandirian mereka.
Prinsip utama yang ia pegang adalah pentingnya mengandalkan kekuatan diri sendiri dalam menghadapi berbagai situasi sulit yang mungkin terjadi di lapangan. Kemandirian tersebut menurutnya tidak datang secara instan, melainkan dibangun dari serangkaian langkah kecil yang berani dan konsisten dilakukan.
Misi Menjelajah Episode Kedua
Meski telah menyelesaikan rangkaian perjalanan panjang pada tahun 2024, hasrat Mimi untuk mengeksplorasi keindahan Indonesia ternyata masih belum sepenuhnya padam. Ia kini tengah bersiap untuk menjalankan misi lanjutan sebelum nantinya harus berpindah ke Belanda guna mengikuti tempat tinggal sang suami.
Pada fase kedua penjelajahannya ini, Mimi telah melakukan modifikasi ulang pada campervan miliknya agar dapat menunjang berbagai misi sosial yang akan dilaksanakan. Rencananya, perjalanan yang sangat dinantikan ini akan segera dimulai kembali pada awal bulan Mei mendatang dengan rute yang menantang.
Agenda penjelajahan kali ini diperkirakan akan memakan waktu sekitar tiga hingga empat bulan dengan cakupan wilayah yang cukup luas di bagian tengah Indonesia. Mimi berencana untuk menyisir seluruh sisi timur Pulau Kalimantan sebelum akhirnya menyeberang menggunakan kapal menuju Pulau Sulawesi.