Selebgram asal Surabaya, Steven Wongso, kini tengah menjadi pusat perhatian publik setelah dirinya kembali mengunggah konten video melalui akun Instagram @steven_wongso yang dinilai menghina kelompok orang bertubuh gemuk. Dalam rekaman yang diunggah pada 12 April 2026 tersebut, ia memberikan sindiran tajam mengenai gaya hidup orang gemuk yang gemar mengonsumsi makanan manis sembari bersantai di rumah.
Ia menyampaikan bahwa kebiasaan rebahan sambil menonton layanan streaming dan menyantap martabak manis sebenarnya memiliki sisi positif bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurut Steven dalam videonya yang dikutip pada Selasa (14/4/2026), para petani kopi dan gula bisa terus menyambung hidup berkat konsumsi tinggi yang dilakukan oleh kelompok orang yang ia sapa dengan sebutan "ndut" tersebut.
Steven juga melontarkan pernyataan bernada satir dengan menyebut bahwa orang-orang bertubuh gemuk memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap pergerakan roda perekonomian di Indonesia. Dirinya bahkan menyarankan agar mereka tidak perlu memedulikan kritikan dari pihak lain dan tetap konsisten dengan gaya hidup tersebut sebagai bentuk dari mencintai diri sendiri atau self love.
Ironisnya, video sindiran ini muncul tak lama setelah konten sebelumnya yang jauh lebih kontroversial viral di berbagai platform media sosial hingga memicu kemarahan luas. Dalam video yang sudah dihapus tersebut, Steven Wongso secara terang-terangan melontarkan kata-kata kasar yang menyamakan kedudukan orang gemuk dengan hewan peliharaan tertentu.
Ia menyatakan ketidakpahamannya atas perbedaan antara orang gemuk dengan anjing karena menurut pengamatannya, keduanya cenderung menghabiskan semua makanan yang ada di hadapan mereka tanpa sisa. Steven bahkan mempertanyakan fungsi otak yang diberikan Tuhan kepada manusia jika pemilik tubuh gemuk tetap tidak bisa mengontrol nafsu makan mereka dengan bijak.
Lebih jauh lagi, selebgram ini mengklaim bahwa posisi orang gemuk sebenarnya jauh lebih rendah daripada anjing karena hewan tersebut akan berhenti makan jika sudah merasa kenyang. Melalui pernyataan yang sangat provokatif itu, ia secara eksplisit menuduh bahwa orang-orang yang memiliki masalah berat badan berlebih seolah-olah tidak menggunakan akal sehat atau pikiran mereka.
Aksi penghinaan secara terbuka ini memicu reaksi keras dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk para pesohor di dunia hiburan serta para praktisi kesehatan yang merasa geram. Aktor Rayn Wijaya memberikan komentar pedas dengan menyebut perilaku Steven hanya sekadar mencari perhatian dengan cara yang tidak pantas, sementara Billy Davidson juga turut mengkritik cara Steven mencari nafkah.
Banyak warganet yang menyayangkan sikap Steven Wongso karena dinilai tidak memiliki empati dan hanya bertujuan demi mendapatkan popularitas melalui konten yang memicu kebencian. Hingga saat ini, perdebatan mengenai batas-batas pembuatan konten dan etika di media sosial terus bergulir seiring dengan semakin banyaknya hujatan yang diarahkan kepada pria asal Surabaya ini.
Data Kontroversi Konten Steven Wongso
| Tanggal Unggah | Topik Konten | Pernyataan Utama |
|---|---|---|
| April 2026 | Dampak Ekonomi Orang Gemuk | Menyebut konsumsi martabak manis oleh orang gemuk membantu petani kopi dan gula serta mendukung UMKM nasional. |
| April 2026 | Perbandingan dengan Hewan | Menyebut orang gemuk lebih rendah dari anjing karena tidak bisa berhenti makan meskipun kondisi perut sudah kenyang. |
Meskipun beberapa pihak sempat mengaitkan namanya dengan kabar perpindahan keyakinan atau hubungan asmaranya dengan Arafah Rianti, kontroversi penghinaan fisik ini tampaknya menjadi sorotan yang paling mendominasi saat ini. Kasus ini menambah daftar panjang perselisihan antara pembuat konten digital dengan masyarakat akibat pemilihan diksi yang dianggap merendahkan martabat orang lain demi sebuah keterlibatan atau engagement.