3 Fakta Menarik Hasil Imbang Persib Lawan Dewa United yang Diwarnai Gol Kontroversial

3 Fakta Menarik Hasil Imbang Persib Lawan Dewa United yang Diwarnai Gol Kontroversial

Persib Bandung harus menerima hasil imbang saat menghadapi Dewa United pada laga pekan ke-28 BRI Super League yang berlangsung di Banten Internasional Stadium, Serang. Pertandingan yang digelar pada Senin malam, 20 April 2026 tersebut berakhir dengan skor sama kuat 2-2 bagi kedua tim.

Sejak peluit pertama dibunyikan, tim tuan rumah yang dijuluki Banten Warrior langsung mengambil inisiatif serangan dan memberikan tekanan besar kepada pertahanan Maung Bandung. Dominasi Dewa United terlihat jelas melalui kontrol permainan yang solid, hingga beberapa kali merepotkan penjaga gawang Persib, Teja Paku Alam.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-24 saat Alex Martins berhasil mencetak gol pembuka untuk keunggulan Dewa United menjadi 1-0. Gol tersebut tercipta melalui skema serangan yang rapi, di mana penyerang asal Brasil itu sukses mengonversi umpan silang akurat dari Alexis Messidoro.

Memasuki babak kedua, intensitas permainan tim asuhan Jan Olde Riekerink tidak menurun dan mereka terus memberikan ancaman serius ke jantung pertahanan tim tamu. Keunggulan tuan rumah bertambah menjadi 2-0 pada menit ke-61 berkat penyelesaian akhir yang tenang dari kaki Ricky Kambuaya.

Situasi pertandingan berubah drastis pada menit ke-63 ketika Alex Martins harus meninggalkan lapangan lebih awal setelah menerima kartu merah dari wasit. Kehilangan satu pemain kunci membuat Dewa United dipaksa bermain bertahan demi menjaga keunggulan dua gol yang mereka miliki.

Persib Bandung yang unggul jumlah pemain langsung meningkatkan agresivitas serangan di bawah arahan pelatih Bojan Hodak untuk mengejar ketertinggalan. Upaya keras mereka membuahkan hasil pada menit ke-77 lewat eksekusi penalti Thom Haye yang memperkecil kedudukan menjadi 2-1.

Momentum kebangkitan Maung Bandung semakin terasa menjelang akhir pertandingan hingga mereka sukses menyamakan skor pada menit ke-86. Andrew Jung menjadi pahlawan bagi Persib setelah tendangannya gagal dibendung kiper lawan, sehingga skor berubah menjadi imbang 2-2.

Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga, kedudukan tetap bertahan sama kuat untuk kedua kesebelasan. Di balik skor imbang ini, terdapat sejumlah fakta menarik dan momen krusial yang patut disoroti sepanjang jalannya pertandingan yang berlangsung sengit.

Kontroversi Keputusan Wasit di Lapangan

Gol pembuka Dewa United yang dicetak oleh Alex Martins sempat memicu protes keras dari para pemain Persib Bandung di tengah lapangan. Mereka menilai bola yang dikirimkan Alexis Messidoro sudah lebih dulu melewati garis keluar lapangan sebelum umpan tersebut dilepaskan.

Wasit utama sempat melakukan peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR) untuk memastikan validitas proses terciptanya gol pembuka tersebut. Setelah pengecekan dilakukan, pengadil lapangan tetap pada pendiriannya dan mengesahkan gol tersebut karena bola dianggap masih dalam permainan.

Kejadian kontroversial tidak berhenti sampai di situ, sebab gol kedua milik Dewa United juga dianggap memiliki kejanggalan oleh kubu Maung Bandung. Bola hasil tendangan Julio Cesar terlihat memantul dan mengenai lengan Alex Martins sebelum akhirnya bergulir ke arah Noah Sadaoui.

Noah Sadaoui yang berasal dari Maroko itu kemudian segera mengirimkan umpan mendatar yang diselesaikan dengan sempurna oleh Ricky Kambuaya menjadi gol. Meski sempat ada keraguan terkait handball, wasit tetap meniup peluit tanda gol tersebut sah bagi tim tuan rumah.

Insiden Kartu Merah Alex Martins

Drama di Banten Internasional Stadium berlanjut tidak lama setelah perayaan gol kedua yang dicetak oleh gelandang Dewa United, Ricky Kambuaya. Penyerang andalan mereka, Alex Martins, secara mengejutkan harus keluar dari area permainan akibat sanksi disiplin dari sang pengadil.

Wasit Yoko Supriyanto mencabut kartu kuning kedua yang otomatis diikuti kartu merah untuk penyerang berusia 32 tahun tersebut. Keputusan ini memicu kebingungan karena alasan pemberian kartu merah terhadap pemain yang baru mencetak gol di laga sebelumnya itu tidak langsung terlihat jelas.

Sebelum mengeluarkan kartu merah, wasit utama tampak melakukan koordinasi singkat dan berkomunikasi dengan asisten wasit di pinggir lapangan. Kejadian ini memberikan kerugian besar bagi Dewa United yang saat itu sedang berada di atas angin dengan keunggulan dua gol.

Rekor Tak Terkalahkan Persib Bandung

Walaupun gagal mengamankan poin penuh, hasil imbang ini memperpanjang catatan impresif Persib Bandung di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini. Tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat tersebut kini telah mengantongi rekor 15 pertandingan beruntun tanpa menyentuh kekalahan.

Dalam rentetan hasil positif tersebut, Maung Bandung berhasil mengoleksi total 11 kemenangan dan mendapatkan empat kali hasil imbang. Kekalahan terakhir yang dirasakan skuad asuhan Bojan Hodak terjadi pada Desember 2025 saat mereka bertandang ke markas Malut United.

Persib saat ini masih kokoh di puncak klasemen sementara BRI Super League dengan perolehan total 65 poin dari laga yang telah dijalani. Namun, posisi mereka kian terancam karena hanya memiliki selisih dua poin saja dari Borneo FC yang membayangi di urutan kedua.

Di sisi lain, Dewa United harus puas tertahan di papan tengah klasemen dengan menempati posisi ketujuh lewat koleksi 41 poin. Persaingan di papan atas semakin memanas mengingat sisa pertandingan musim ini yang terus berkurang bagi setiap tim peserta.

Statistik dan Posisi Klasemen Sementara

Klub Main Poin Status Rekor
Persib Bandung 28 65 15 Laga Tanpa Kalah
Borneo FC 28 63 Posisi Kedua
Dewa United 28 41 Peringkat Ketujuh

Hasil seri ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pelatih Bojan Hodak yang sempat melontarkan kritik terhadap kepemimpinan wasit di lapangan. Selain masalah wasit, ia juga menyoroti beberapa kesalahan mendasar yang dilakukan oleh anak asuhnya sehingga sempat tertinggal dua gol.

Fokus Persib kini akan beralih ke pertandingan selanjutnya demi mempertahankan posisi di puncak klasemen dari kejaran para kompetitor. Sementara bagi Dewa United, kemampuan menahan imbang sang pemuncak klasemen menjadi modal kepercayaan diri untuk menembus posisi lima besar.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: www.bola.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.