Timnas Indonesia U-17 harus mengakhiri perjalanan mereka lebih awal dalam ajang Piala AFF U-17 2026 setelah gagal melaju dari babak penyisihan grup. Skuad Garuda Muda terpaksa angkat koper setelah mencatatkan hasil yang kurang memuaskan sepanjang fase grup turnamen usia muda tersebut.
Performa tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto ini tergolong tidak terlalu impresif selama bersaing di Grup A. Dalam tiga pertandingan yang dijalani, Indonesia hanya mampu mengoleksi satu kemenangan, satu hasil imbang, dan menderita satu kekalahan.
Hasil tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ketiga klasemen akhir Grup A Piala AFF U-17 2025 di bawah Vietnam dan Malaysia. Kegagalan Putu Ekayana beserta rekan-rekannya dalam bersaing dengan dua rival Asia Tenggara tersebut membuat langkah Indonesia terhenti secara prematur.
Statistik Penampilan di Fase Grup
Terdapat catatan menarik mengenai produktivitas gol Indonesia yang hanya tercipta pada satu pertandingan saja dari tiga laga yang tersedia. Selama fase grup berlangsung, ketajaman lini serang Garuda Muda tampak menjadi persoalan yang cukup serius.
| Pertandingan | Lawan | Skor | Lokasi Pertandingan |
|---|---|---|---|
| Laga Pertama | Timor Leste | 4-0 (Menang) | Stadion Gelora Joko Samudro |
| Laga Kedua | Malaysia | 0-1 (Kalah) | Stadion Gelora Joko Samudro |
| Laga Ketiga | Vietnam | 0-0 (Imbang) | Stadion Gelora Delta Sidoarjo |
Satu-satunya momen pesta gol terjadi saat Indonesia melumat Timor Leste dengan skor telak 4-0 di Stadion Gelora Joko Samudro pada 13 April 2026. Namun, ketajaman itu menghilang di laga berikutnya ketika mereka takluk satu gol tanpa balas dari Malaysia dan ditahan imbang tanpa gol oleh Vietnam.
Pada laga penentuan melawan Vietnam di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Minggu malam (19/4/2026), Indonesia gagal memecah kebuntuan hingga peluit panjang berbunyi. Skor kacamata yang bertahan hingga akhir laga memastikan tersingkirnya tuan rumah dari persaingan menuju semifinal.
Analisis Kualitas Antar Generasi
Muncul sebuah opini yang membandingkan kualitas generasi Timnas Indonesia U-17 saat ini dengan skuad pada periode sebelumnya. Banyak pihak menilai bahwa talenta dalam tim sekarang tidak seunggul angkatan yang dihuni pemain-pemain berbakat lainnya.
Nama-nama seperti Fadly Alberto Hengga, Evandra Florasta, Mathew Baker, hingga Putu Panji dikenal sebagai pemain yang sangat menonjol di generasi lalu. Sebaliknya, pada skuad saat ini, belum terlihat adanya sosok individu yang benar-benar mampu menjadi pembeda di lapangan hijau.
Para pemain muda ini dinilai perlu terus mengasah kemampuan mereka agar setidaknya bisa menyamai level permainan yang ditunjukkan generasi pendahulunya. Peningkatan kualitas secara individu maupun tim menjadi syarat mutlak jika ingin bersaing di level internasional yang lebih tinggi.
Persiapan Menuju Piala Asia U-17 2026
Kegagalan di Piala AFF U-17 2026 ini sejatinya merupakan bagian dari rangkaian persiapan menuju ajang yang lebih bergengsi, yakni Piala Asia U-17 2026. Kompetisi tingkat Benua Kuning tersebut dijadwalkan akan berlangsung di Arab Saudi pada bulan Mei mendatang.
Indonesia dipastikan akan menghadapi tantangan yang jauh lebih berat karena tergabung dalam grup neraka pada putaran final nanti. Berdasarkan hasil undian, Garuda Muda menempati Grup B bersama raksasa sepak bola Asia seperti Jepang, China, dan juga Qatar.
Kurniawan Dwi Yulianto selaku pelatih kepala memiliki tanggung jawab besar untuk segera membenahi level permainan anak asuhnya sebelum terbang ke Arab Saudi. Evaluasi mendalam harus dilakukan, terutama pada aspek mentalitas pemain yang baru saja mengalami kekecewaan akibat tersingkir di tingkat regional.
Sebagai langkah penguatan tim, Kurniawan Dwi Yulianto juga berencana untuk menambah kekuatan dengan memanggil tiga pemain diaspora baru untuk bergabung. Kehadiran pemain tambahan ini diharapkan dapat menutup celah kelemahan yang terlihat selama perhelatan Piala AFF kemarin.