Penerbangan malam Singapore Airlines rute Singapura menuju Sydney berubah menjadi situasi darurat yang menegangkan ketika seorang penumpang pria tiba-tiba pingsan di tengah perjalanan. Beruntung, nyawa pria tersebut berhasil diselamatkan berkat aksi heroik tiga dokter gawat darurat yang secara kebetulan berada dalam pesawat yang sama.
Insiden bermula sekitar tiga jam setelah lepas landas saat seorang penumpang bernama Kanwar S. Lather merasa kursinya ditendang dari belakang oleh pria tak sadarkan diri tersebut. Istri korban yang panik segera berteriak meminta tolong kepada penumpang lain dan kru kabin setelah menyadari suaminya dalam kondisi kritis.
Lather, yang merupakan dokter gawat darurat berpengalaman selama 20 tahun, segera memeriksa korban dan mendiagnosis bahwa pria berusia 60-an itu mengalami henti jantung. Dua dokter lainnya, Ian Mathews dari National University Hospital dan Michael Fung dari Khoo Teck Puat Hospital, langsung bergabung untuk memberikan bantuan medis darurat.
Ketiga dokter tersebut, yang sebenarnya sedang dalam perjalanan menuju Sydney untuk menghadiri konferensi medis, bekerja sama melakukan prosedur resusitasi jantung paru (CPR) secara bergantian. Mereka memposisikan pasien di kursi agar penanganan lebih efektif sembari memasang infus serta memberikan obat-obatan yang tersedia di pesawat.
Meski alat kejut jantung (AED) telah disiapkan, perangkat tersebut menunjukkan bahwa kejut listrik tidak diperlukan sehingga tim medis terus memfokuskan upaya pada CPR secara manual. Awak kabin Singapore Airlines juga sigap membantu dengan menyediakan tabung oksigen dan perlengkapan medis pendukung lainnya di dalam kabin.
Lather memuji kesiapan kru yang mampu mengubah area kabin menjadi seperti instalasi rumah sakit mini dalam waktu yang sangat singkat. Setelah melewati masa kritis selama hampir 45 menit, detak jantung pasien akhirnya kembali stabil dan pria tersebut mulai bisa bernapas sendiri secara mandiri.
Pilot segera memutuskan untuk mengalihkan rute penerbangan dan melakukan pendaratan darurat di Adelaide, Australia, demi keselamatan nyawa penumpang tersebut. Selama sisa waktu menuju bandara terdekat, ketiga dokter tetap memantau kondisi pasien secara intensif guna memastikan kesadarannya tetap terjaga.
Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, diketahui bahwa pria yang selamat tersebut memang memiliki riwayat penyakit jantung serius dan pernah menjalani operasi bypass. Lather meyakini bahwa tindakan cepat yang dilakukan kurang dari satu menit setelah serangan terjadi menjadi faktor kunci keselamatan pasien.
Pesawat akhirnya mendarat dengan selamat di Bandara Adelaide sekitar pukul 06.00 waktu setempat dan pasien langsung dievakuasi oleh tim ambulans darat. Setelah proses penyerahan pasien selesai, maskapai melanjutkan sisa perjalanan menuju Sydney sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Data Tim Medis Penyelamat
| Nama Dokter | Asal Institusi / Keahlian |
|---|---|
| Kanwar S. Lather | Dokter Gawat Darurat (20 Tahun Pengalaman) |
| Ian Mathews | National University Hospital (NUH) |
| Michael Fung | Khoo Teck Puat Hospital |