Alami Trauma KDRT hingga Dirawat di RSJ, Zeda Salim Mengaku Kondisi Mental dan Fisiknya Rusak

Alami Trauma KDRT hingga Dirawat di RSJ, Zeda Salim Mengaku Kondisi Mental dan Fisiknya Rusak

Zeda Salim secara terbuka membagikan kisah perjuangan beratnya dalam menyembuhkan trauma akibat Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) serta pelecehan seksual yang pernah dialaminya. Mantan pembawa acara berita ini kini berusaha menata kembali kehidupannya dengan kembali aktif di industri hiburan dan memutuskan untuk mengubah penampilannya dengan tidak lagi mengenakan hijab.

Meskipun Zeda kini mulai sering terlihat tersenyum saat kembali menghiasi layar kaca, di balik itu tersimpan luka batin mendalam yang sangat sulit untuk disembuhkan sepenuhnya. Ia mengakui bahwa keputusannya untuk kembali bekerja dan tampil berbeda dilakukan semata-mata demi mempertahankan hidup sebagai seorang ibu tunggal bagi anak-anaknya.

Perjuangan di Rumah Sakit Jiwa

Selama kurang lebih 16 tahun, Zeda Salim mengaku telah berjuang sendirian dalam membesarkan buah hatinya hingga mencapai titik terendah dalam hidupnya yang sangat menghancurkan mental. Akibat tekanan psikis yang luar biasa, ia bahkan harus menjalani perawatan medis secara intensif di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) selama beberapa bulan lamanya.

Kondisi kesehatannya yang sempat memprihatinkan membuat Zeda hingga saat ini masih diwajibkan untuk rutin menjalani sesi terapi bersama psikolog maupun psikiater profesional. Saat ditemui di kawasan Studio Trans TV, Jakarta Selatan pada Kamis (16/4/2026), ia mengungkapkan dengan nada bicara yang lirih bahwa fase terendah tersebut merupakan pengalaman yang sangat membekas.

Dampak Buruk Kekerasan Masa Lalu

Bangkit dari keterpurukan bukanlah perkara mudah bagi Zeda, mengingat kekerasan psikis dan seksual yang ia alami telah meninggalkan bekas luka batin yang sangat hebat. Selain beban mental, ia juga harus menanggung biaya pengobatan serta terapi yang tidak sedikit untuk memulihkan kondisi kesehatan jiwanya yang sempat terganggu.

Sambil berusaha menahan emosi yang meluap, Zeda menceritakan bagaimana kehadiran sosok pria di masa lalunya justru menjadi penyebab utama kehancuran hidup dan masa depannya. Ia merasa sangat terpukul karena setiap kali ada pria yang hadir dalam hidupnya, ujung-ujungnya hanya memberikan dampak merusak bagi kesehatan tubuh maupun kondisi mentalnya.

Bangkit Demi Keluarga

Walaupun batinnya masih merasakan perih yang mendalam, keadaan hidup yang mendesak memaksa Zeda Salim untuk tetap tegar dan berdiri tegak demi orang-orang tersayang. Kebutuhan finansial anak yang mulai beranjak dewasa serta tanggung jawab merawat orang tua yang sudah lanjut usia menjadi motivasi utamanya untuk membuang rasa takut.

Zeda kini berkomitmen untuk memulai kariernya kembali dari nol dan bekerja keras demi menopang stabilitas ekonomi keluarganya yang sempat goyah. Ia bercerita bahwa setelah tiga tahun terus berdoa memohon petunjuk, akhirnya Tuhan memberikan jawaban melalui kesempatan kerja dalam sebuah program televisi yang baru.

Pesan Untuk Perempuan Lain

Saat ini, fokus utama Zeda Salim adalah memprioritaskan pemulihan kesehatan mental pribadinya sembari memastikan kebahagiaan sang anak tetap terjaga dengan baik. Baginya, setiap langkah kecil yang diambil sekarang merupakan bentuk ikhtiar nyata untuk bertransformasi menjadi sosok wanita yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.

Meskipun bayang-bayang trauma masa lalu belum hilang sepenuhnya, ia berpesan kepada para perempuan yang mengalami nasib serupa agar jangan pernah menyerah atau merasa tidak berharga. Zeda menegaskan bahwa dirinya mampu bangkit kembali dari keterpurukan yang amat gelap tersebut berkat adanya pertolongan serta kekuatan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: hot.detik.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.