Bali Bakal Kembangkan Taksi Air, Bandara ke Canggu Hanya Butuh 30 Menit

Bali Bakal Kembangkan Taksi Air, Bandara ke Canggu Hanya Butuh 30 Menit

Pemerintah tengah merancang proyek transportasi laut inovatif berupa taksi air atau water taxi untuk meningkatkan aksesibilitas di Pulau Dewata, Bali. Kehadiran moda transportasi ini diproyeksikan menjadi solusi alternatif yang menawarkan keamanan, kenyamanan, serta efisiensi waktu bagi para pelancong maupun masyarakat lokal yang ingin menuju kawasan Canggu dari Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama PT Angkasa Pura Indonesia telah merampungkan studi kelayakan (feasibility study) terkait proyek strategis tersebut. Hasil kajian mendalam yang mencakup aspek pasar, teknis, finansial, operasional, hingga dampak sosial dan lingkungan tersebut menyimpulkan bahwa proyek taksi air ini sangat layak untuk segera direalisasikan.

Berdasarkan hasil studi tersebut, lintasan yang menghubungkan Sekeh dengan Canggu (Pantai Berawa) telah ditetapkan sebagai rute prioritas utama dalam tahap awal pengembangan infrastruktur ini. Heru Widodo menambahkan bahwa saat ini perjalanan darat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Canggu sering kali memakan waktu cukup lama, yakni berkisar antara satu hingga dua jam akibat kepadatan lalu lintas.

Melalui pengoperasian taksi air, durasi perjalanan tersebut diproyeksikan dapat dipangkas secara signifikan menjadi maksimal hanya 30 menit saja. "Transformasi ini diharapkan memberikan nilai tambah bagi para pengguna jasa sekaligus memperkuat daya saing Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia," jelas Heru dalam keterangan tertulis resminya pada hari Minggu (19/4/2026).

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa saat ini proses pengembangan masih berfokus pada penyusunan Detailed Engineering Design (DED) serta pengurusan berbagai aspek perizinan yang diperlukan. Pihak ASDP menargetkan seluruh tahapan administratif dan desain teknis tersebut dapat diselesaikan sepenuhnya pada tahun 2026 mendatang.

Windy menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam menciptakan konektivitas transportasi yang terintegrasi di wilayah Bali. Prinsip utama dalam pembangunan ini tetap mengedepankan standar keselamatan yang tinggi, kesiapan infrastruktur pendukung, serta penyesuaian dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sebelumnya juga memaparkan bahwa kebutuhan investasi awal untuk membangun infrastruktur taksi air di Bali ini diperkirakan mencapai angka Rp 1,21 triliun. Hal tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR RI di Jakarta Pusat, di mana ia menyoroti potensi besar kawasan Canggu sebagai destinasi favorit bagi turis domestik maupun mancanegara.

Komponen Proyek Taksi Air Detail Informasi
Estimasi Investasi Awal Rp 1,21 Triliun
Rute Prioritas Utama Sekeh (Bandara) - Canggu (Berawa)
Waktu Tempuh Darat Saat Ini 1 hingga 2 jam
Target Waktu Tempuh Taksi Air Maksimal 30 menit
Target Penyelesaian DED & Izin Tahun 2026

Guna menjamin keamanan operasional pelayaran, Dudy menekankan bahwa desain proyek ini akan dilengkapi dengan pembangunan konstruksi penahan gelombang atau breakwater. Infrastruktur tambahan ini sangat krusial, terutama di titik-titik dengan karakter perairan yang ekstrem seperti di kawasan Pantai Sekeh dekat bandara dan Pantai Berawa di Canggu.

Implementasi taksi air ini diharapkan mampu mengurai beban kemacetan jalur darat yang selama ini menjadi kendala utama bagi mobilitas wisatawan di Bali. Pemerintah terus melakukan langkah-langkah percepatan, mulai dari finalisasi studi hingga desain teknis, agar proyek transportasi laut ini dapat beroperasi sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: finance.detik.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.