Allbirds, produsen alas kaki ternama asal Amerika Serikat, secara mengejutkan memutuskan untuk mengubah haluan bisnisnya menjadi perusahaan berbasis kecerdasan buatan (AI). Brand yang berdiri sejak 2015 ini awalnya sangat populer di kalangan praktisi teknologi Silicon Valley karena produk sneakers berbahan wol merino dan serat kayu yang ramah lingkungan.
Sebelum melantai di bursa saham pada tahun 2021, perusahaan ini sempat mencapai nilai valuasi fantastis sebesar 4 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 68 triliun. Namun, kesuksesan tersebut tidak bertahan lama karena performa bisnis mereka terus menurun setelah melakukan penawaran umum perdana atau IPO.
Popularitas yang memudar memaksa Allbirds menutup seluruh gerai fisiknya sebelum akhirnya resmi dijual ke American Exchange Group pada Maret 2026. Nilai penjualannya hanya mencapai 39 juta dollar AS atau sekitar Rp 669 miliar, angka yang merosot sangat tajam dibandingkan nilai puncaknya dahulu.
Transformasi Menjadi Newbird AI
Setelah proses akuisisi selesai, Allbirds berencana untuk melakukan branding ulang dengan menggunakan identitas baru sebagai Newbird AI. Rencana transformasi besar-besaran ini dijadwalkan akan segera diputuskan dalam rapat pemegang saham yang berlangsung pada pertengahan Mei mendatang.
Perusahaan telah mengamankan dana konversi sebesar 50 juta dollar AS atau sekitar Rp 858 miliar untuk mendukung transisi ke sektor teknologi ini. Dana tersebut dialokasikan secara khusus untuk pengadaan unit pengolah grafis (GPU) serta membangun infrastruktur komputasi AI yang mumpuni.
Newbird AI memproyeksikan lini bisnis baru berupa layanan GPU-as-a-Service (GPUaaS) untuk menyewakan daya komputasi kepada perusahaan rintisan lainnya. Model bisnis ini dinilai sangat potensial mengingat tingginya permintaan pasar di tengah kondisi kelangkaan stok GPU global saat ini.
| Kategori Data | Nilai Valuasi Puncak | Nilai Penjualan (2026) | Pendanaan Baru AI |
|---|---|---|---|
| Jumlah (Dollar AS) | 4 Miliar USD | 39 Juta USD | 50 Juta USD |
| Estimasi Rupiah | Rp 68 Triliun | Rp 669 Miliar | Rp 858 Miliar |
Dampak Pasar dan Tren Global
Pengumuman mengenai perubahan arah bisnis ke bidang kecerdasan buatan ini langsung mendapatkan respons positif dari para investor di bursa saham. Tercatat nilai saham Allbirds mengalami lonjakan signifikan hingga lebih dari 420 persen dalam satu sesi perdagangan saja.
Fenomena ini kembali memicu diskusi mengenai "demam AI" yang mengingatkan publik pada era gelembung dot-com serta tren blockchain di masa lalu. Banyak pihak melihat saat ini AI telah menjadi kata kunci utama bagi perusahaan untuk menarik minat investor dan menjaga eksistensi di pasar global.