Persebaya Surabaya harus menelan pil pahit setelah mencatatkan rekor negatif dengan kekalahan kandang pertama dari Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Pertandingan pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 yang berlangsung pada Jumat (17-4-2026) malam tersebut berakhir dengan skor tipis 1-2 untuk keunggulan tim tamu.
Kegagalan ini membuat tim berjuluk Bajul Ijo tersebut tidak mampu kembali ke tren kemenangan setelah sebelumnya juga meraih hasil kurang memuaskan. Duel bertajuk Derbi Suramadu edisi ke-22 ini menjadi momen sejarah baru karena untuk pertama kalinya Laskar Sapeh Kerrab berhasil mempermalukan tuan rumah di markas mereka sendiri.
Efektivitas Serangan Madura United
Madura United tampil sangat taktis dengan mengandalkan pola serangan balik yang mematikan sepanjang jalannya pertandingan. Strategi tersebut membuahkan hasil melalui gol Lulinha pada menit ke-12 dan digandakan oleh Riquelme Sousa saat laga memasuki menit ke-64.
Persebaya Surabaya baru bisa memberikan respons melalui gol balasan yang dicetak oleh Riyan Adriyansyah pada menit ke-82. Meskipun mencetak gol di menit-menit akhir, upaya tersebut belum cukup untuk menyelamatkan muka tuan rumah dari kekalahan di hadapan pendukungnya sendiri.
Bernardo Tavares selaku pelatih kepala Persebaya menilai pertandingan berjalan menarik dengan adanya peluang yang diciptakan oleh kedua belah pihak. Namun, ia menyayangkan efektivitas tim lawan yang mampu mencetak dua gol hanya melalui dua tembakan tepat sasaran sepanjang laga.
Dominasi yang Berujung Kebuntuan
Secara statistik permainan, Persebaya sebenarnya mampu mengendalikan penguasaan bola dan terus menekan pertahanan lawan. Namun, koordinasi lini belakang Madura United yang sangat rapat membuat barisan penyerang tuan rumah kesulitan mencari celah untuk melepaskan tembakan.
Francisco Rivera dan rekan-rekannya tampak frustrasi karena sering kali kehilangan bola saat sudah mendekati area kotak penalti lawan. Ketidakmampuan menciptakan ruang tembak yang bersih menjadi faktor utama kegagalan mereka dalam mengejar ketertinggalan skor.
Tavares juga memberikan catatan mengenai beberapa situasi taktis di babak kedua yang menurutnya perlu segera diperbaiki. Salah satunya adalah lambatnya pergerakan pemain, seperti Malik Risaldi, dalam memanfaatkan momentum transisi dari sisi lapangan untuk masuk ke area pertahanan lawan.
Statistik dan Catatan Pertemuan
Kekalahan ini semakin memperpanjang daftar hasil buruk yang diraih Persebaya dalam kurun waktu satu bulan terakhir di bawah asuhan Tavares. Sebelum kekalahan dari Madura United, Bajul Ijo sudah lebih dulu dibantai 1-5 oleh Borneo FC dan kalah telak 0-3 saat bertandang ke markas Persija Jakarta.
Kekalahan ini juga merusak dominasi historis Persebaya atas Madura United yang telah terjaga sejak tahun 2018 di laga kandang. Rekor pertemuan kedua tim menunjukkan betapa timpangnya kekuatan mereka sebelum hasil mengejutkan di pekan ke-28 ini terjadi.
| Kategori Statistik | Persebaya Surabaya | Madura United |
|---|---|---|
| Jumlah Kemenangan (Sejak 2018) | 13 Menang | 3 Menang |
| Skor Pertemuan Putaran Pertama | 1 (Menang) | 0 (Kalah) |
| Posisi Klasemen Sementara | Peringkat 6 | Peringkat 15 |
| Raihan Poin Saat Ini | 42 Poin | 29 Poin |
| Jumlah Pertandingan Dimainkan | 28 Laga | 28 Laga |
Dampak di Klasemen Liga
Hasil minor di kandang ini membuat posisi Persebaya Surabaya di papan atas klasemen sementara BRI Super League terancam melorot. Saat ini mereka masih bertahan di peringkat keenam, namun selisih poin dengan tim di bawahnya sudah sangat tipis.
Persita Tangerang yang menguntit di posisi ketujuh hanya terpaut satu angka, sementara Dewa United membayangi dengan selisih dua poin saja. Kedua tim tersebut berpeluang besar menggeser posisi Persebaya jika mampu meraih kemenangan pada sisa laga pekan ke-28 mereka.
Bernardo Tavares mengungkapkan rasa sedihnya melihat perjuangan keras para pemainnya berakhir tanpa poin di depan pendukung fanatik mereka. Pelatih asal Portugal tersebut kini fokus menatap laga selanjutnya dan berharap sepak bola segera memberikan kesempatan bagi timnya untuk bangkit kembali.