Donauly Situmorang Resmi Menjabat CEO Baru Indonet

Donauly Situmorang Resmi Menjabat CEO Baru Indonet

PT Indointernet Tbk (Indonet) secara resmi mengumumkan pergantian kepemimpinan dengan mengangkat Donauly Situmorang sebagai Chief Executive Officer (CEO) baru untuk menggantikan Andrew Rigoli. Penunjukan ini dipublikasikan dalam agenda Public Expose pada Rabu (22/4/2026), di mana Donauly sebelumnya telah menjabat sebagai Chief Financial Officer (CFO) perusahaan sejak tahun 2021.

Dalam pernyataan resminya, Donauly menegaskan bahwa tahun 2025 merupakan periode yang sangat kuat bagi Indonet dalam mengonversi kebutuhan digital menjadi kinerja nyata pada sektor jaringan serta pusat data. Keberhasilan ini dinilai sebagai bukti kekuatan platform perusahaan sekaligus bentuk kepercayaan tinggi dari pelanggan terhadap Indonet sebagai mitra infrastruktur digital jangka panjang.

Sementara itu, Andrew Rigoli yang sebelumnya menjabat sebagai CEO kini bertransisi ke jajaran Dewan Komisaris guna tetap memberikan arahan strategis bagi pengembangan perusahaan di masa depan. Manajemen Indonet menyampaikan apresiasi mendalam atas kepemimpinan Andrew, sementara anggota direksi lainnya dipastikan tetap bertahan di posisi masing-masing demi menjaga kesinambungan operasional.

Kinerja Keuangan dan Operasional Tahun 2025

Sejalan dengan perubahan nakhoda baru, Indonet melaporkan pencapaian kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun 2025 dengan total pendapatan bersih mencapai angka Rp 842,1 miliar. Pertumbuhan signifikan ini didorong oleh lonjakan permintaan infrastruktur digital yang sangat masif, terutama dari segmen korporasi dan penyedia layanan berbasis awan.

Indikator Bisnis Persentase Pertumbuhan (YoY)
Segmen Layanan Jaringan 22%
Bisnis Data Center 48%

Perusahaan terus memperkuat infrastrukturnya dengan memperluas jaringan serat optik, termasuk pembangunan jalur bawah tanah yang menghubungkan Jakarta menuju kawasan industri di Bekasi, Cibitung, hingga Karawang. Selain itu, optimalisasi konektivitas antar-pusat data di wilayah Jakarta juga terus ditingkatkan guna mendukung efisiensi operasional bagi para pelanggan.

Melalui entitas Digital Edge Indonesia, fasilitas pusat data EDGE1 dilaporkan telah mencapai kapasitas penuh, sementara fasilitas EDGE2 sudah terisi sekitar 70 persen hingga penghujung 2025. Indonet juga tengah menggarap proyek ambisius berupa kampus data center hyperscale di kawasan industri GIIC dengan kapasitas awal 500 megawatt yang berpotensi ditingkatkan hingga 1 gigawatt.

Rencana Delisting dari Bursa Efek Indonesia

Indonet juga mengonfirmasi rencana untuk melakukan delisting secara sukarela dari Bursa Efek Indonesia guna mencari fleksibilitas lebih dalam pengambilan keputusan strategis. Langkah ini diambil untuk memperkuat integrasi dengan Digital Edge Group, mengingat pergerakan saham perusahaan di bursa selama ini dinilai tidak terlalu aktif diperdagangkan.

Meskipun akan keluar dari bursa, Indonet menegaskan komitmennya untuk tetap berfokus pada pengembangan jaringan berkapasitas tinggi serta penyediaan infrastruktur pusat data yang andal. Ke depannya, perusahaan membidik pertumbuhan signifikan dari kebutuhan skala besar serta beban kerja yang berbasis pada teknologi kecerdasan buatan atau AI.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: tekno.kompas.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.