Francisco Rivera Sangat Kecewa Persebaya Takluk dari Madura United di BRI Liga 1

Francisco Rivera Sangat Kecewa Persebaya Takluk dari Madura United di BRI Liga 1

Gelandang asing asal Meksiko, Francisco Rivera, tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya setelah Persebaya Surabaya ditaklukkan oleh Madura United di kandang sendiri. Kekalahan dalam laga bertajuk Derbi Suramadu tersebut menjadi pukulan telak bagi sang pemain yang juga menjabat sebagai kapten tim Bajul Ijo.

Skuad asuhan Persebaya dipaksa mengakui keunggulan Laskar Sapeh Kerrab dengan skor akhir 1-2 pada pertandingan pekan ke-28 Super League musim 2025/26. Hasil negatif ini sangat disayangkan mengingat pertandingan berlangsung di hadapan ribuan pendukung setia mereka di Stadion Gelora Bung Tomo.

Kegagalan di Stadion Gelora Bung Tomo

Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo pada Jumat malam, 17 April 2026, Persebaya sejatinya mendapatkan dukungan penuh dari Bonek yang memadati tribun stadion. Namun, tim tamu justru tampil lebih efektif dengan mencetak dua gol penting yang masing-masing tercipta pada babak pertama dan babak kedua.

Persebaya hanya mampu membalas satu gol melalui upaya Riyan Ardiansyah yang memperkecil kedudukan saat pertandingan sudah memasuki menit ke-82. Meskipun terus menekan hingga akhir laga, gol penyeimbang yang dinanti tidak kunjung datang hingga peluit panjang ditiup wasit.

Setelah pertandingan berakhir, Rivera mengungkapkan perasaan sedih dan frustrasi yang dialami oleh seluruh anggota tim akibat kehilangan poin krusial. "Kami merasa sangat kecewa dengan hasil ini, kekalahan ini sungguh menyakitkan bagi kami semua," ujar Francisco Rivera dengan nada penuh penyesalan.

Dominasi Permainan yang Berakhir Sia-Sia

Jika merujuk pada statistik pertandingan, Persebaya Surabaya sebenarnya tampil sangat dominan dalam menguasai jalannya laga dan mengatur ritme permainan. Kubu tuan rumah tercatat menguasai bola hingga 71 persen dan menciptakan setidaknya enam peluang emas yang seharusnya bisa menjadi gol.

Statistik Pertandingan Persebaya Surabaya Madura United
Penguasaan Bola 71% 29%
Skor Akhir 1 2
Peluang Emas 6 -

Rivera menilai bahwa secara taktik mereka telah menjalankan instruksi pelatih dengan baik dan mampu mengendalikan lawan sepanjang pertandingan. "Saya rasa kami berhasil mengontrol laga sesuai rencana awal, dan para pemain sudah berusaha memberikan kemampuan terbaik mereka di lapangan," tutur pemain berusia 31 tahun itu.

Kapten tim tersebut juga menjelaskan bahwa mereka sebenarnya sudah mengantisipasi gaya main Madura United yang lebih banyak bertahan dan menunggu momen serangan balik. Sayangnya, penyelesaian akhir yang buruk menjadi kendala utama Persebaya meski mereka berulang kali berhasil menembus barisan pertahanan lawan yang rapat.

"Kami sudah memprediksi bahwa mereka akan bermain pasif dan mengandalkan transisi cepat dari bertahan ke menyerang. Kami menciptakan banyak kesempatan mencetak skor, namun sayangnya bola tidak kunjung masuk ke gawang lawan," jelas Rivera mengenai kebuntuan timnya.

Memahami Kekecewaan Suporter dan Janji Bangkit

Rivera juga menyatakan bahwa ia sangat memahami kemarahan dan kekecewaan yang dirasakan oleh para suporter yang hadir langsung di stadion. Ia menegaskan bahwa para pemain merasakan kepedihan yang sama karena mereka telah mempersiapkan diri dengan sangat keras selama sesi latihan mingguan.

"Kami tahu para pendukung sangat kecewa, dan percayalah bahwa kami di ruang ganti juga merasakan kemarahan yang sama atas kekalahan ini. Tidak ada satu pun pemain yang suka kalah, apalagi setelah kami bekerja keras sepanjang pekan untuk menghadapi laga ini," tegasnya kepada awak media.

Kekalahan dari Madura United ini menjadi hasil buruk kedua secara beruntun bagi Bajul Ijo setelah sebelumnya mereka juga tumbang 0-3 dari Persija Jakarta. Saat ini, posisi Persebaya masih tertahan di peringkat keenam klasemen sementara dengan koleksi 42 poin dari 28 pertandingan yang telah dijalani.

Posisi Persebaya di papan atas kini terancam oleh Persita Tangerang yang berada di peringkat ketujuh dengan raihan 41 poin. Persita memiliki peluang besar untuk menggeser posisi Bajul Ijo jika mereka berhasil meraih kemenangan dalam pertandingan yang dijadwalkan pada hari Minggu mendatang.

Menyadari situasi sulit tersebut, Rivera berkomitmen untuk membawa rekan-rekannya segera bangkit dan tidak terlarut dalam kesedihan yang berkepanjangan. Fokus utama tim kini adalah melakukan evaluasi mendalam dan mematangkan strategi untuk menghadapi pertandingan-pertandingan menentukan di depan mata.

"Meski saat ini kami sangat kecewa, kami berjanji untuk bekerja lebih keras lagi pada pekan depan dan berjuang dengan kemampuan penuh seratus persen. Kami harus segera memperbaiki keadaan demi mengembalikan posisi tim di klasemen," ucap gelandang bernomor punggung 14 tersebut.

Persebaya dijadwalkan akan melakoni laga tandang yang cukup berat melawan Malut United pada hari Kamis, 23 April 2026 mendatang. Pertandingan ini akan menjadi ujian krusial bagi skuad Bajul Ijo untuk memutus tren kekalahan sekaligus mengembalikan kepercayaan diri para pemain serta dukungan dari para suporter.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: www.bola.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.