Selebgram populer Fujianti Utami atau yang akrab disapa Fuji baru saja mengungkap fakta mengejutkan mengenai tindakan manipulatif yang dilakukan oleh mantan admin media sosialnya. Mantan karyawannya tersebut diduga sengaja menghilangkan berbagai barang bukti penting guna menutupi praktik penggelapan dana yang dilakukannya selama bekerja.
Aksi sabotase digital ini dilakukan dengan cara melakukan reset total pada telepon genggam milik Fuji hingga seluruh data pekerjaan di dalamnya terhapus bersih. Hal tersebut mengakibatkan Fuji mengalami kendala besar dalam mempertanggungjawabkan berbagai kontrak kerja sama yang sedang berjalan dengan banyak pihak brand.
Fuji menjelaskan bahwa tindakan ini menyebabkan ribuan riwayat percakapan penting di aplikasi WhatsApp menghilang seketika tanpa menyisakan jejak sama sekali. Kejadian ini memaksa dirinya untuk menghubungi kembali satu per satu mitra kerja guna memverifikasi status pembayaran yang telah dilakukan sebelumnya.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Fuji saat menyambangi Polres Metro Jakarta Selatan pada hari Senin, tanggal 20 April 2026, guna menindaklanjuti laporan hukumnya. Dirinya merasa sangat dirugikan karena harus memulai proses pendataan dari nol akibat hilangnya riwayat komunikasi profesional dengan ratusan klien brand.
Menurut penuturan Fuji, dugaan penggelapan dana tersebut dilakukan secara sangat terorganisir oleh mantan adminnya demi kepentingan pribadi yang tidak bertanggung jawab. Pelaku diduga sengaja mengosongkan seluruh isi galeri foto serta riwayat obrolan di ponsel agar aksi kriminalnya sulit untuk dilacak petugas.
Kasus ini menjadi semakin pelik karena hilangnya data tersebut menghambat proses audit internal yang sedang dilakukan oleh manajemen Fuji terhadap aliran dana masuk. Fuji sangat geram lantaran sang mantan karyawan dikabarkan sempat menggunakan uang hasil penggelapan tersebut untuk membelikan sebuah mobil bagi mantan kekasihnya.
Meskipun menghadapi hambatan dalam pengumpulan bukti digital, Fuji merasa lega karena proses hukum saat ini terus menunjukkan kemajuan yang cukup berarti. Ia mengonfirmasi bahwa seluruh saksi yang terkait dengan kasus dugaan penipuan serta penggelapan dana ini telah selesai menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian.
Kejadian traumatis ini sempat membuat kondisi mental adik ipar almarhumah Vanessa Angel tersebut terguncang hebat hingga merasa nyaris kehilangan kewarasan. Selain melakukan penggelapan dana dan menghapus data, mantan karyawan tersebut ternyata juga pernah menyebarkan tangkapan layar obrolan pribadi Fuji ke ruang publik.
Saat ini Fuji memilih untuk tetap fokus menyelesaikan sengketa hukum ini agar pelaku mendapatkan sanksi yang setimpal atas perbuatannya yang merugikan banyak pihak. Ia berharap kejadian pahit ini bisa menjadi pelajaran berharga dalam mengelola manajemen profesional dan mempercayakan akses digital kepada orang lain.