IHSG Menguat ke Level 7.632 pada Pembukaan Perdagangan, Saham ASII, TLKM, dan AMMN Turut Menanjak

IHSG Menguat ke Level 7.632 pada Pembukaan Perdagangan, Saham ASII, TLKM, dan AMMN Turut Menanjak

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan pada hari Jumat (17/4/2026) dengan tren positif di posisi 7.632,80. Kenaikan ini turut memberikan angin segar bagi sejumlah saham dengan kapitalisasi pasar besar atau big caps seperti ASII, TPIA, UNVR, TLKM, hingga AMMN yang terpantau bergerak melaju di zona hijau.

Mengacu pada data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks komposit tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 0,14% atau setara dengan 10,98 poin ke level 7.632,36 hingga pukul 09.02 WIB. Pada sesi pembukaan ini, IHSG sempat menyentuh titik terendahnya di level 7.626,17 namun juga sempat melonjak ke posisi tertingginya pada level 7.659,33.

Statistik pergerakan pasar menunjukkan dinamika yang cukup kompetitif dengan tercatatnya sebanyak 256 saham yang mengalami penguatan harga. Sementara itu, terdapat 258 saham yang terpantau terkoreksi dan 185 saham lainnya bertahan di posisi stagnan dengan total nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp13.625,27 triliun.

Di barisan saham-saham unggulan dengan kapitalisasi jumbo, PT Astra International Tbk. (ASII) memimpin penguatan dengan kenaikan signifikan sebesar 1,61% yang membawa harganya ke level Rp6.300 per lembar saham. Performa apik ini diikuti oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang menguat 1,60% ke level Rp6.350, serta PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang naik 0,81% menuju angka Rp1.875.

Beberapa emiten besar lainnya juga tidak ketinggalan mencatatkan performa positif dalam perdagangan sesi pagi ini. Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) tercatat meningkat 0,64%, disusul oleh PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) yang tumbuh 0,57%, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang menguat tipis 0,45%.

Rincian Pergerakan Harga Saham Big Caps

Kode Saham Nama Perusahaan Perubahan (%) Harga Terakhir (Rp)
ASII Astra International Tbk. +1,61% 6.300
TPIA Chandra Asri Pacific Tbk. +1,60% 6.350
UNVR Unilever Indonesia Tbk. +0,81% 1.875
TLKM Telkom Indonesia (Persero) Tbk. +0,64% -
PANI Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. +0,57% -
AMMN Amman Mineral Internasional Tbk. +0,45% -
BYAN Bayan Resources Tbk. -1,80% 12.275
DSSA Dian Swastatika Sentosa Tbk. -1,22% 3.240

Meskipun mayoritas saham big caps menguat, terdapat beberapa emiten besar yang justru mengalami pelemahan harga pada perdagangan hari ini. PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) terpantau terkoreksi sebesar 1,80% menjadi Rp12.275, sementara saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) juga melemah 1,22% ke level Rp3.240 per lembar.

Tim riset dari BNI Sekuritas memberikan analisis bahwa IHSG memiliki potensi besar untuk mengalami rebound setelah pada hari perdagangan sebelumnya ditutup melemah tipis. Koreksi pada hari sebelumnya diketahui dipicu oleh aksi jual bersih yang dilakukan oleh investor asing di pasar modal dalam negeri.

Sentimen positif yang mendorong optimisme pasar hari ini datang dari performa kuat bursa global, khususnya Wall Street yang baru saja mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Penguatan bursa Amerika Serikat pada penutupan perdagangan tanggal 16 April tersebut dipengaruhi oleh kabar diplomatik yang dibawa oleh Presiden AS Donald Trump.

Presiden Trump menyampaikan adanya pengumuman mengenai kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari yang dilakukan antara pihak Israel dan Lebanon. Kabar ini disambut baik oleh pelaku pasar karena dianggap dapat meredam ketegangan konflik di wilayah Timur Tengah untuk sementara waktu.

Fanny Suherman selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menjelaskan bahwa langkah penghentian serangan militer tersebut memberikan sinyal positif bagi dunia internasional. Menurutnya, hal ini membuka peluang kembalinya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang selama ini menjadi pusat kekhawatiran geopolitik global.

Dalam risetnya, Fanny memproyeksikan IHSG akan bergerak pada rentang level support antara .7.580 hingga 7.600 sepanjang hari ini. Sementara itu, untuk target kenaikan atau level resistance diperkirakan akan berada pada kisaran 7.650 hingga mencapai 7.730 poin.

Perlu diperhatikan bahwa laporan pasar ini bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai perintah atau ajakan untuk melakukan aksi beli maupun jual pada saham tertentu. Segala bentuk risiko dan keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor yang bersangkutan.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: market.bisnis.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.