Indeks Bisnis-27 Awali Perdagangan dengan Kenaikan, Saham INKP, BUMI, dan INDF Naik Tajam

Indeks Bisnis-27 Awali Perdagangan dengan Kenaikan, Saham INKP, BUMI, dan INDF Naik Tajam

Indeks Bisnis-27 mencatatkan penguatan pada perdagangan hari ini, Kamis (16/4/2026), dengan kenaikan 0,62% ke posisi 504,99. Saham-saham seperti INKP, BUMI, dan INDF menjadi pendorong utama dalam pergerakan positif indeks pagi ini.

Sesuai dengan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis pukul 09.04 WIB, dari total 27 konstituen, sebanyak 14 saham mengalami penguatan, sementara 10 saham lainnya melemah dan 3 saham tetap stagnan. PT Indah Kiat Pulp & Papers Tbk. (INKP) memimpin dengan kenaikan 2,50% menjadi Rp10.250.

Penguatan juga terlihat pada PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang naik 1,59% menjadi Rp256, serta PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) yang meningkat 1,47% ke Rp6.925. Selain itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) juga menguat sebesar 1,29% menjadi Rp3.130.

PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) dan PT Astra International Tbk. (ASII) masing-masing meningkat 1,26% menjadi Rp2.410 dan 1,19% mencapai Rp6.375. Sementara itu, beberapa saham milik Himbara juga memperlihatkan tren positif di pembukaan perdagangan pada hari ini.

Beberapa di antaranya adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang naik 0,54% ke Rp3.690 dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang menguat 0,43% menjadi Rp4.670. Namun, ada juga saham yang mengalami penurunan, seperti PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang turun 1,47% ke Rp6.700.

Untuk PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA), masing-masing mengalami penurunan sebesar 1,24% menjadi Rp1.190 dan 1,11% ke Rp2.680. Penurunan juga dialami oleh PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) yang tercatat turun 0,79% menjadi Rp2.500.

Pelemahan turut mencakup PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) yang turun 0,77% ke Rp1.290 dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) yang melemah 0,77% menjadi Rp1.940. Selain itu, PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) turun 0,69% menjadi Rp2.880.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan konsolidasi jangka pendek pada perdagangan hari ini. Sebelumnya, IHSG mengalami koreksi sebesar 0,68% dan ditutup di level 7.623.

Kondisi saat ini menunjukkan adanya tekanan jual yang meningkat, mengindikasikan ketidakstabilan pergerakan indeks yang dapat berfluktuasi dalam waktu dekat. Riset dari MNC Sekuritas memperkirakan bahwa IHSG berada dalam fase tertentu dan menawarkan potensi penguatan lebih lanjut menuju rentang 7.786 hingga 7.843.

Meski terdapat ruang penguatan, pelaku pasar diingatkan untuk tetap waspada terhadap kemungkinan koreksi lebih lanjut yang dapat membawa IHSG ke level support terdekat di kisaran 7.457 hingga 7.578. Disclaimer: berita ini tidak bermaksud mendorong tindakan pembelian atau penjualan saham.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: market.bisnis.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.