Jean-Paul van Gastel Soroti Kelemahan PSIM di BRI Liga 1, Sebut Masalah Low Block Mirip Liverpool

Jean-Paul van Gastel Soroti Kelemahan PSIM di BRI Liga 1, Sebut Masalah Low Block Mirip Liverpool

Pelatih utama PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, secara terbuka memaparkan berbagai kendala teknis yang masih menghambat laju timnya di kompetisi BRI Super League musim 2025/2026. Fokus utama sang pelatih tertuju pada buruknya koordinasi dalam mengantisipasi skema bola mati lawan yang hingga kini belum menemukan solusi tepat.

Persoalan pertahanan ini menjadi prioritas yang sangat mendesak bagi skuad Laskar Mataram untuk segera diperbaiki di lapangan hijau. Hal tersebut dirasa krusial mengingat klub asal Yogyakarta ini tengah berjuang keras untuk memutus rangkaian hasil negatif yang mereka terima dalam beberapa laga terakhir.

Analisis Kelemahan Pertahanan PSIM

Jean-Paul van Gastel secara jujur mengakui bahwa strategi pertahanan dalam situasi bola mati merupakan titik paling lemah di lini belakang PSIM saat ini. Ia memberikan penilaian tajam bahwa para pemain asuhannya belum memiliki tingkat kewaspadaan yang memadai saat diperintahkan untuk melakukan pengawalan ketat terhadap pergerakan lawan.

Penerapan sistem penjagaan satu lawan satu atau man marking dinilai tidak berjalan efektif karena para pemain cenderung tampil terlalu rileks dan kurang disiplin. Van Gastel menegaskan bahwa dirinya sangat merindukan semangat juang serta kegigihan kolektif dalam setiap aspek permainan yang ditunjukkan oleh anak-anak asuhnya.

Kendala Menghadapi Strategi Low Block

Selain masalah pada bola mati, Van Gastel juga menyoroti betapa sulitnya PSIM membongkar pertahanan lawan yang menerapkan strategi bertahan total atau low block. Menurut pengalamannya, kesulitan menembus tembok pertahanan yang rapat dan rendah merupakan tantangan universal yang bahkan dialami oleh klub-klub raksasa di level dunia.

Mantan asisten pelatih di klub Besiktas tersebut memberikan ilustrasi nyata dengan membandingkan situasi PSIM dengan kesulitan yang sering dihadapi oleh raksasa Liga Inggris, Liverpool. Ia mengutip pernyataan manajer Liverpool yang menyebutkan bahwa melawan tim dengan orientasi bertahan penuh merupakan tugas yang sangat berat bagi tim manapun.

Bagi Van Gastel, dinamika yang terjadi pada Liverpool di kancah Premier League memiliki kesamaan mendasar dengan problem yang dihadapi PSIM Yogyakarta di kompetisi Liga Indonesia. Ia menyimpulkan bahwa strategi lawan yang menumpuk banyak pemain di area pertahanan sendiri memang selalu menjadi hambatan besar bagi tim yang ingin bermain menyerang.

Persiapan Menuju Laga Kontra Bhayangkara FC

Kini PSIM Yogyakarta tengah mengalihkan fokus sepenuhnya untuk bersiap melakoni laga tandang yang menantang ke markas Bhayangkara FC pada pekan ke-28 mendatang. Pertandingan tersebut dijadwalkan akan berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, pada hari Jumat, 17 April 2026, tepat pada waktu sore hari.

Pertarungan ini dipandang sebagai titik balik yang sangat vital bagi Laskar Mataram untuk segera menghentikan tren buruk yang tengah menghantui perjalanan mereka. Tercatat dalam empat pertandingan terakhirnya, tim yang dijuluki Naga Jawa ini sama sekali belum berhasil mengantongi poin penuh dari lawan-lawannya.

Penurunan performa PSIM pada putaran kedua kompetisi musim ini terlihat sangat kontras jika dibandingkan dengan pencapaian impresif mereka di paruh pertama liga. Dari sepuluh pertandingan yang sudah dijalani belakangan ini, mereka tercatat hanya mampu meraih satu kemenangan, lima hasil imbang, dan harus menelan empat kali kekalahan.

Statistik dan Posisi Klasemen Sementara

Data statistik menunjukkan perbedaan performa yang cukup signifikan antara PSIM Yogyakarta dan calon lawan mereka, Bhayangkara FC, di papan klasemen saat ini. Detail mengenai perbandingan posisi kedua tim dapat dilihat secara lebih mendalam melalui ringkasan tabel di bawah ini:

Kategori Perbandingan PSIM Yogyakarta Bhayangkara FC
Peringkat Klasemen 9 5
Total Poin 38 Poin 44 Poin
Jumlah Kemenangan (10 Laga Terakhir) 1 Menang -
Hasil Imbang (10 Laga Terakhir) 5 Imbang -
Kekalahan (10 Laga Terakhir) 4 Kalah -

Dengan raihan 38 poin, PSIM saat ini masih tertahan di papan tengah dan tertinggal cukup jauh dari Bhayangkara FC yang sudah mengoleksi 44 poin di peringkat kelima. Kondisi ini membuat pertandingan di Lampung nanti menjadi sangat krusial bagi Jean-Paul van Gastel untuk membuktikan bahwa timnya masih mampu bersaing di level tertinggi.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: www.bola.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.