PT Kereta Commuter Line (KAI Commuter) mengumumkan bahwa perjalanan KRL telah kembali normal setelah adanya pemadaman listrik yang mempengaruhi lintas Stasiun Kebayoran hingga Stasiun Sudimara. Gangguan ini sebelumnya menyebabkan kereta kehilangan daya dan mengakibatkan perjalanan terhambat di lintasan tersebut.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menegaskan bahwa operasional sudah normal setelah situasi ditangani. Aliran listrik yang terputus kini sudah mulai pulih, sehingga perjalanan KRL bisa kembali dilaksanakan dengan baik.
Listrik dari PLN dipastikan telah kembali normal sejak pukul 19.19 WIB dan saat ini perjalanan Commuter Line sudah berjalan lancar. KAI Commuter juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk meminimalisir antrean dan memulihkan operasional.
Manajer Public Relation KAI Commuter, Leza Arlan, meminta para pengguna untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan. "Selalu utamakan keselamatan dan ikuti arahan petugas di stasiun," ungkapnya dalam keterangan resmi.
Sejumlah perjalanan KRL Commuter Line terganggu akibat pemadaman listrik yang terjadi. Aliran listrik terputus dan dilakukan pengalihan guna memulihkan situasi, di mana pasokan Listrik Aliran Atas (LAA) dari Gardu Traksi PLN Limo mengalami gangguan mulai pukul 18.35 WIB.
Leza menjelaskan bahwa pemadaman tersebut berdampak pada perjalanan KRL Commuter Line di lintas Rangkasbitung. Keterlambatan dan antrean pun terjadi akibat padamnya LAA, dengan Commuter Line No. 1766 dan 1768 terhenti di antara Stasiun Kebayoran dan Stasiun Sudimara.
Pengguna KRL banyak yang mengeluhkan gangguan perjalanan melalui media sosial, dimana beberapa di antaranya mengunggah video kondisi dalam kereta yang gelap. Mereka juga menyampaikan bahwa lampu dan pendingin udara dalam kereta ikut mati saat peristiwa pemadaman berlangsung.
Keluhan para penumpang segera disampaikan lewat akun media sosial KAI Commuter, @commuterline, dan banyak yang merasa tidak nyaman akibat pemadaman aliran listrik tersebut. Situasi ini mengakibatkan keluhan lebih lanjut dari para pengguna yang terdampak perjalanan mereka.