Selebgram kenamaan Fujianti Utami alias Fuji mengungkapkan dampak psikologis yang luar biasa akibat kasus dugaan penggelapan dana yang dilakukan oleh mantan karyawannya. Adik ipar mendiang Vanessa Angel ini mengaku mentalnya sempat berada di titik terendah setelah dikhianati oleh sosok yang selama ini menjadi orang kepercayaannya sendiri.
Bukan hanya menderita kerugian dari sisi materi, Fuji merasa sangat terpukul karena perilaku mantan admin media sosialnya yang dinilai sudah benar-benar melampaui batas kewajaran. Hal tersebut ia sampaikan secara langsung saat mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan pada Senin, 20 April 2026, untuk menindaklanjuti proses hukum yang sedang berjalan.
Kepada awak media, Fuji menceritakan bahwa dirinya sempat berniat untuk kembali berkonsultasi dengan psikiater karena merasa nyaris kehilangan kewarasan akibat tekanan yang diterimanya. Ia merasa sangat tertekan karena pelaku yang memiliki akses penuh terhadap akun Instagram dan TikTok pribadinya justru menyalahgunakan kepercayaan tersebut untuk kepentingan yang merugikan.
Pelaku diketahui sengaja mengambil tangkapan layar dari berbagai percakapan pribadi milik Fuji dan menyebarkannya kepada pihak lain tanpa izin untuk tujuan tertentu. Fuji menyebutkan bahwa rahasia pribadinya dijadikan bahan ejekan dan cemoohan oleh pelaku di belakang punggungnya, yang menambah luka mendalam bagi sang selebgram.
Situasi tersebut menjadi semakin parah lantaran terduga pelaku dilaporkan mencoba melakukan doktrinasi terhadap karyawan Fuji lainnya agar turut memusuhi sang atasan secara kolektif. Upaya adu domba di lingkungan kerja ini membuat suasana profesionalisme hancur sekaligus merusak hubungan baik yang telah dibangun Fuji dengan tim kerja yang lain.
Meskipun demikian, Fuji kini merasa sedikit lebih tenang setelah seluruh saksi terkait kasus dugaan penipuan yang dilakukan mantan adminnya tersebut selesai menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian. Ia berharap proses hukum ini dapat berjalan dengan adil dan memberikan efek jera kepada pelaku yang sebelumnya dikabarkan menggunakan uang hasil penggelapan untuk membelikan mobil bagi mantan kekasihnya.
Fuji menegaskan bahwa apa yang ia alami bukan sekadar persoalan nominal uang, melainkan soal harga diri dan privasi yang telah diinjak-injak oleh orang dalam. Kini ia berupaya untuk bangkit dari keterpurukan mental tersebut sembari mengawal kasus ini hingga tuntas di meja hijau agar tidak ada korban lainnya di masa depan.