Persiapan PSBS Biak dalam menghadapi Persija Jakarta pada pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 diwarnai dengan ketegangan internal yang cukup pelik. Pelatih Marian Mihail mengungkapkan kekecewaannya setelah para pemain memilih untuk membongkar masalah finansial klub kepada publik melalui media sosial.
Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu malam tersebut menjadi tantangan besar bagi tim berjuluk Badai Pasifik. Selain harus melawan tim tangguh yang menghuni papan atas klasemen, PSBS juga sedang berjuang mengatasi isu tunggakan gaji yang kini menjadi konsumsi khalayak luas.
Kondisi Klasemen dan Statistik Tim
Situasi ini sangat tidak menguntungkan bagi PSBS Biak yang saat ini masih tertahan di posisi dasar klasemen sementara. Tim asal Papua tersebut berada di peringkat ke-18 dengan raihan 18 poin dari total 27 pertandingan yang sudah mereka lalui.
Statistik menunjukkan performa yang sangat mengkhawatirkan dengan catatan empat kemenangan, enam hasil imbang, dan telah menelan 17 kali kekalahan. PSBS bahkan tercatat sebagai satu-satunya kontestan yang belum pernah mencicipi kemenangan sepanjang putaran kedua musim ini dengan delapan kekalahan dari sepuluh laga terakhir.
| Klub | Peringkat Klasemen | Poin Terkumpul | Statistik Pertandingan |
|---|---|---|---|
| Persija Jakarta | 2 | 20 | 3 Kemenangan Beruntun |
| PSBS Biak | 18 | 18 | 4 Menang, 6 Seri, 17 Kalah |
Optimisme Marian Mihail di Tengah Krisis
Meskipun menyadari besarnya kekuatan Persija Jakarta, Marian Mihail tetap berusaha menanamkan optimisme kepada skuad asuhannya. Ia berpendapat bahwa bertanding melawan klub besar yang memiliki sejarah prestasi panjang justru bisa menjadi sarana motivasi yang sangat efektif.
Mihail menegaskan bahwa menghadapi tim sekelas Macan Kemayoran adalah sebuah kehormatan yang seharusnya memicu ambisi besar dari setiap pemain. Menurutnya, pertandingan melawan tim papan atas merupakan kesempatan terbaik bagi para pemain untuk membuktikan karakter dan kualitas individu mereka di lapangan.
"Bermain melawan tim besar seperti Persija, salah satu klub paling terkenal di Indonesia dalam hal perolehan gelar dan kesuksesan, lebih mudah untuk memotivasi pemain karena merupakan sebuah kehormatan bisa melawan tim sebesar itu," ujar Mihail.
Namun, pelatih asal Rumania ini tidak menampik bahwa fokus timnya terganggu akibat mencuatnya masalah keuangan sejak sehari sebelum pertandingan. Ia sangat menyesalkan perubahan kondisi mental tim, tetapi berjanji akan memberikan upaya maksimal agar bisa mengimbangi permainan lawan.
Kekecewaan Terhadap Penggunaan Media Sosial
Marian Mihail turut memberikan sorotan tajam terhadap cara para pemain dalam menyampaikan keluhan terkait keterlambatan pembayaran gaji mereka. Ia merasa sedih karena pengungkapan masalah internal ke media sosial dapat merusak citra klub serta memberikan dampak negatif pada persepsi sepak bola Indonesia secara umum.
Ia membandingkan situasi tersebut dengan apa yang terjadi di negara asalnya, Rumania, di mana masalah finansial serupa juga kerap menimpa klub-klub kasta tertinggi. Menurutnya, keterlambatan gaji adalah realitas yang sering terjadi di dunia sepak bola profesional dan seharusnya bisa disikapi dengan lebih bijak.
Meski situasi sedang sulit, Mihail bertekad untuk tetap memberikan jam terbang bagi para talenta muda Papua serta pemain asing yang memiliki komitmen tinggi. Ia memastikan bahwa pemain seperti Tobias, Ruyery, Moses, dan Yano akan tampil dengan semangat juang penuh demi membela kehormatan klub Badai Pasifik.
Strategi Menghadapi Laga Penentuan
Fokus pelatih PSBS tidak hanya tertuju pada Persija, namun ia juga sudah mulai merancang strategi untuk laga berikutnya melawan Persijap Jepara. Pertandingan tersebut dianggap sebagai partai "final" yang sesungguhnya karena kedua tim sedang bersaing ketat untuk keluar dari zona merah.
Mihail menyebut laga melawan Persijap sebagai duel bernilai enam poin yang sangat krusial bagi kelangsungan hidup PSBS di kasta tertinggi. Oleh karena itu, ia harus sangat berhati-hati dalam mengelola skuad agar tidak ada pemain yang mengalami cedera serius atau mendapatkan hukuman kartu.
Di sisi lain, gelandang PSBS Biak, Yano Putra, menyatakan bahwa seluruh elemen tim sudah siap tempur meskipun waktu istirahat yang mereka miliki tergolong sangat pendek. Ia menekankan pentingnya meraih poin penuh di laga kandang ini guna menjaga peluang lolos dari ancaman degradasi yang kian nyata.
Yano juga memberikan jaminan bahwa para pemain akan bersikap profesional dengan memisahkan urusan finansial dari performa mereka di atas rumput hijau. Menurutnya, fokus utama mereka saat ini hanyalah menjalankan arahan pelatih dan berjuang sekuat tenaga selama 90 menit pertandingan berlangsung.