Menteri Keuangan dan Para Bankir Khawatir dengan AI Mythos Buatan Anthropic

Menteri Keuangan dan Para Bankir Khawatir dengan AI Mythos Buatan Anthropic

Sejumlah menteri keuangan bersama para bankir dan pelaku industri finansial global kini mulai menyatakan kekhawatiran serius terhadap model kecerdasan buatan terbaru dari Anthropic yang bernama Claude Mythos. Teknologi ini dianggap memiliki kapasitas yang berpotensi besar mengganggu stabilitas serta keamanan sistem keuangan internasional di masa mendatang.

Isu mengenai ancaman Claude Mythos bahkan menjadi agenda pembahasan utama dalam pertemuan International Monetary Fund (IMF) yang berlangsung di Washington DC pada pertengahan April lalu. Menteri Keuangan Kanada, François-Philippe Champagne, menegaskan bahwa tingkat keseriusan masalah ini telah menarik perhatian luas dari para pemegang kebijakan keuangan dunia.

Champagne memberikan perumpamaan bahwa risiko AI ini berbeda dengan konflik geopolitik konvensional karena sifat ancamannya yang masih belum bisa dipetakan sepenuhnya secara pasti. Beliau menekankan pentingnya pembentukan prosedur pengamanan ketat guna memastikan ketahanan sistem keuangan global tetap terjaga dari potensi gangguan teknologi tersebut.

Mengenal Kemampuan Claude Mythos

Claude Mythos merupakan bagian dari ekosistem AI milik Anthropic yang dirancang untuk bersaing langsung dengan model populer lainnya seperti ChatGPT dan Gemini. Model ini diklaim sebagai versi paling mumpuni yang pernah diciptakan oleh Anthropic, terutama berkat keunggulannya yang sangat menonjol di bidang keamanan siber.

Kekhawatiran utama muncul karena Mythos memiliki kemampuan untuk menemukan celah keamanan lama atau mengeksploitasi bug sistem dengan tingkat kemudahan yang mengkhawatirkan. Teknologi ini dilaporkan mampu mengidentifikasi kerentanan sistem secara mandiri serta berpotensi menjalankan simulasi serangan siber otomatis dalam skala yang masif.

Apabila disalahgunakan, serangan yang dihasilkan oleh AI ini diprediksi akan berlangsung jauh lebih cepat dan sulit dideteksi dibandingkan dengan metode serangan konvensional yang ada saat ini. CEO Barclays, CS Venkatakrishnan, turut menanggapi risiko ini sebagai persoalan serius yang mengharuskan industri untuk memahami lebih dalam setiap kerentanan yang mungkin terekspos.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: tekno.kompas.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.