Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, mengungkapkan rasa puasnya terhadap pencapaian para pemain Laskar Mataram selama mengarungi kompetisi BRI Super League musim 2025/2026. Walaupun secara umum merasa bangga, Van Gastel memberikan catatan kritis mengenai beberapa kelemahan yang masih terlihat, khususnya terkait aspek mentalitas serta keseimbangan tim yang dianggap terlalu santai pada momen-momen krusial pertandingan.
Kondisi PSIM Yogyakarta saat ini dinilai tengah berada dalam fase yang kurang menguntungkan bagi persaingan di papan atas klasemen. Setelah menunjukkan performa yang cukup menjanjikan di putaran pertama, grafik permainan Laskar Mataram justru merosot tajam ketika memasuki paruh kedua musim kompetisi.
Hingga memasuki pekan ke-28, posisi PSIM masih tertahan di peringkat kesembilan klasemen sementara dengan mengoleksi total 38 poin. Statistik menunjukkan bahwa tim asal Yogyakarta ini telah membukukan sembilan kali kemenangan, 11 hasil imbang, dan harus menelan delapan kekalahan sepanjang musim berjalan.
Dalam laga terbaru, Laskar Mataram kembali gagal meraih poin penuh setelah dipaksa menyerah dengan skor tipis 1-2 saat bertandang ke markas Bhayangkara FC. Pertandingan pekan ke-28 BRI Super League tersebut berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, pada hari Jumat malam WIB yang lalu.
Apresiasi untuk Kinerja Pemain Lokal
Kekalahan dari Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda tersebut memang menyakitkan, namun Jean-Paul van Gastel tetap memberikan pujian setinggi langit bagi barisan pemain lokalnya. Ia menilai bahwa sikap profesionalisme serta etos kerja keras yang ditunjukkan oleh anak asuhnya menjadi pondasi kekuatan utama bagi tim musim ini.
Van Gastel menyatakan kepuasan mendalam karena para pemain lokal mampu memperlihatkan sikap yang sangat baik, yang menurutnya merupakan hal paling fundamental dalam sepak bola. Meski menyadari adanya ruang untuk perbaikan, mantan pelatih klub asal Belanda, NAC Breda, itu tetap mengapresiasi kontribusi yang telah mereka berikan.
Pelatih berkebangsaan Belanda ini menegaskan bahwa setiap individu di dalam skuad PSIM masih memiliki potensi besar untuk terus berkembang lebih jauh lagi. Fokus utama yang ditekankan dalam setiap sesi latihan adalah konsistensi permainan serta upaya meningkatkan kualitas individu secara berkelanjutan.
Salah satu nama dari deretan pemain lokal yang paling bersinar musim ini adalah penjaga gawang utama, Cahya Supriadi. Kiper andalan ini tercatat sebagai penggawa dengan menit bermain paling tinggi di tim, yakni mencapai 2.340 menit dalam 26 penampilan resmi.
| Kategori Statistik | Cahya Supriadi (Lokal) | Ze Valente (Asing) | Ezequiel Vidal (Asing) |
|---|---|---|---|
| Jumlah Penampilan | 26 Pertandingan | 26 Pertandingan | 27 Pertandingan |
| Menit Bermain | 2.340 Menit | - | - |
| Jumlah Gol | - | 9 Gol | 6 Gol |
| Jumlah Assist | - | 4 Assist | 6 Assist |
Evaluasi dan Kontribusi Legiun Asing
Selain memberikan sorotan pada talenta lokal, pelatih berusia 53 tahun ini juga mengaku cukup senang dengan dampak yang diberikan oleh para pemain asing di dalam tim. Namun, arsitek tim pemegang lisensi UEFA Pro ini melihat ada masalah pada komposisi tim yang dirasa kurang kompetitif karena suasana yang terlalu rileks.
Van Gastel menekankan perlunya perubahan drastis dalam cara tim merespons permainan agar tidak terjebak dalam zona nyaman yang merugikan. Ia ingin mengubah atmosfer tim agar lebih kompetitif demi meraih hasil yang lebih maksimal pada pertandingan-pertandingan mendatang.
Dilihat dari sisi produktivitas, peran para pemain impor memang tampak sangat dominan dalam menyokong daya serang Laskar Mataram. Gelandang kreatif asal Portugal, Ze Valente, saat ini memimpin daftar pencetak gol terbanyak tim dengan raihan sembilan gol dan empat assist.
Tak kalah impresif, Ezequiel Vidal yang berpaspor Argentina juga menjadi pilar penting dengan koleksi enam gol serta enam assist dari 27 laga yang dimainkan. Kombinasi kedua pemain ini di lini tengah telah menjadi mesin penggerak utama serangan PSIM sepanjang perjalanan kompetisi musim ini.
Proyeksi dan Rencana Musim Depan
Mengenai langkah strategis untuk musim depan, Jean-Paul van Gastel belum dapat memberikan informasi detail terkait daftar belanja pemain, termasuk rumor tentang mendatangkan pemain dari Belanda. Mantan asisten pelatih klub Besiktas tersebut mengaku hanya fokus pada pengajuan evaluasi mendalam kepada pihak manajemen klub terkait posisi-posisi tertentu.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah meminta manajemen untuk melakukan perombakan atau penambahan personel pada beberapa pos yang dianggap sebagai titik lemah tim saat ini. Keputusan akhir mengenai proses perekrutan sepenuhnya diserahkan kepada pihak manajemen PSIM Yogyakarta untuk ditindaklanjuti lebih lanjut.
Van Gastel menyatakan kesiapannya untuk melakukan supervisi terhadap setiap usulan pemain baru yang diajukan oleh manajemen melalui pemantauan rekaman video. Proses ini dilakukan guna memastikan bahwa pemain yang akan didatangkan benar-benar memiliki kualitas yang sesuai dengan kebutuhan taktik tim di masa depan.
Dengan adanya evaluasi menyeluruh ini, diharapkan PSIM Yogyakarta mampu tampil lebih solid dan konsisten dalam persaingan BRI Super League di musim-musim selanjutnya. Visi Van Gastel adalah membangun skuad yang tidak hanya mengandalkan bakat individu, tetapi juga memiliki mentalitas pemenang yang kuat.