Penyerang asal Jepang, Kodai Tanaka, belum juga melakoni debut bersama Dewa United meskipun didatangkan dengan ekspektasi tinggi pada pertengahan musim BRI Super League 2025/2026. Pemain yang direkrut dengan status pinjaman dari Persis Solo ini sebenarnya diproyeksikan untuk menjadi solusi ketajaman lini serang skuad Banten Warriors.
Hingga kompetisi memasuki pekan ke-27, batang hidung Kodai bahkan belum terlihat dalam daftar susunan pemain di setiap pertandingan yang dijalani tim. Kondisi misterius ini memicu berbagai spekulasi di kalangan penggemar mengenai alasan di balik absennya sang striker dari lapangan hijau.
Penjelasan Pelatih Jan Olde Riekerink
Pelatih kepala Dewa United, Jan Olde Riekerink, akhirnya buka suara untuk mengklarifikasi situasi yang dialami oleh pemain pinjamannya tersebut. Juru taktik berkebangsaan Belanda ini menegaskan bahwa tidak ada masalah terkait kualitas teknis maupun kemampuan Kodai yang menghambat penampilannya.
Menurut Jan Olde, kendala utama yang dihadapi adalah cedera serius yang membekap Kodai Tanaka sesaat setelah dirinya resmi bergabung dengan tim. Masalah kebugaran yang mendadak ini membuat seluruh rencana adaptasi sang pemain bersama rekan-rekan setimnya harus tertunda dalam waktu yang cukup lama.
Jan Olde Riekerink juga sempat menunjukkan rasa kecewanya saat Dewa United hanya mampu bermain imbang melawan tim luar negeri pada turnamen internasional sebelumnya. Meski begitu, ia tetap menekankan bahwa keputusan memboyong Kodai ke Tangerang didasari oleh kepercayaan penuh terhadap kapasitas pemain berusia 26 tahun tersebut.
Sang pelatih memuji Kodai sebagai sosok pemain tim yang sangat hebat dengan etos kerja luar biasa serta memiliki insting mencetak gol yang tajam. Ia menilai karakter dan keterampilan teknis yang dimiliki Kodai sebenarnya sangat dibutuhkan untuk mendongkrak performa tim di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
Kronologi Cedera yang Menghambat Debut
Rencana besar untuk segera memainkan Kodai Tanaka ternyata harus buyar hanya dalam hitungan menit pada sesi latihan perdana. Jan Olde mengungkapkan bahwa sang pemain mengalami cedera parah saat baru menjalani latihan selama kurang lebih 12 menit bersama skuad utama.
Kondisi medis tersebut memaksa Kodai untuk melewati masa rehabilitasi yang sangat panjang dan melelahkan agar bisa kembali ke lapangan. Saat ini, mantan penyerang andalan Persis Solo tersebut sedang berada di tahap akhir pemulihan dan mulai diintegrasikan kembali ke dalam aktivitas tim secara bertahap.
Masalah fisik ini menjadi jawaban tunggal mengapa kontribusi Kodai belum terlihat sama sekali bagi Dewa United sepanjang putaran kedua musim ini. Cedera yang dialami pada awal kedatangannya telah memutus proses integrasi yang seharusnya berjalan lancar di bawah asuhan pelatih asal Belanda tersebut.
Menunggu Momen Tepat untuk Kembali
Meskipun Kodai Tanaka sudah mulai terlihat kembali berlatih, Jan Olde Riekerink tidak ingin terburu-buru untuk menurunkannya dalam pertandingan resmi. Ia menyadari bahwa seorang pemain yang baru sembuh dari cedera panjang memerlukan waktu ekstra untuk menstabilkan kondisi fisik dan ritme permainannya.
Jan Olde bahkan berbagi pengalaman pribadinya saat masih menjadi pemain yang sempat menepi selama dua tahun akibat cedera serius. Ia memahami ada fase di mana pemain merasa sudah mampu melakukan segalanya, namun sebenarnya masih berisiko mengalami penurunan performa jika dipaksakan terlalu dini.
Oleh karena itu, manajemen dan tim pelatih Dewa United memilih untuk bersabar menunggu momentum yang benar-benar tepat bagi sang striker untuk merumput kembali. Fokus utama saat ini adalah memastikan Kodai benar-benar siap secara mental dan fisik sebelum kembali bersaing di ketatnya persaingan BRI Super League.
Pelatih berusia 69 tahun itu juga memastikan bahwa kepercayaan pihak klub terhadap komitmen dan profesionalisme Kodai Tanaka tetap terjaga sepenuhnya. Ia sangat mengapresiasi cara Kodai menjalani masa rehabilitasi yang sulit dengan sikap yang positif dan penuh dedikasi sebagai pemain profesional.
Jan Olde secara terang-terangan menyatakan rasa hormatnya yang besar terhadap kepribadian dan mentalitas kuat yang ditunjukkan Kodai selama masa sulit ini. Meskipun belum menyumbangkan gol di lapangan, integritas yang ditunjukkan sang pemain di luar lapangan mendapatkan nilai yang sangat tinggi di mata tim pelatih.