Persija Jakarta secara resmi memutuskan untuk tetap menetap di Yogyakarta sebagai bagian dari persiapan menjelang pertandingan pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026 melawan PSIM. Pertemuan kompetitif antara kedua kesebelasan tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada Rabu sore, 22 April 2026, waktu Indonesia barat.
Laga ini pada awalnya direncanakan untuk diselenggarakan di Stadion Sultan Agung (SSA) yang terletak di Bantul, Yogyakarta. Namun, karena kendala perizinan keamanan dari pihak kepolisian setempat, lokasi pertandingan akhirnya resmi dipindahkan ke Stadion Kapten I Wayan Dipta yang berada di Gianyar, Bali.
Penyesuaian Jadwal dan Klasemen Sementara
Perubahan mendadak mengenai lokasi pertandingan ini memaksa skuad Macan Kemayoran untuk segera melakukan penyesuaian terhadap seluruh agenda perjalanan tim. Setelah menyelesaikan laga melawan PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Sleman pada Sabtu, 19 April 2026, manajemen Persija memutuskan tim tetap bertahan di Jogja sebelum nantinya bertolak menuju Pulau Dewata.
Hingga saat ini, Persija Jakarta masih berjuang di papan atas dengan menempati peringkat ketiga dalam klasemen sementara dan mengantongi total 42 poin. Mereka saat ini terpaut lima angka dari Borneo FC yang duduk di posisi kedua, serta berjarak enam poin dari pemuncak klasemen sementara, Persib Bandung.
| Posisi | Klub | Poin | Selisih dengan Pemuncak |
|---|---|---|---|
| 1 | Persib Bandung | 48 | - |
| 2 | Borneo FC | 47 | 1 |
| 3 | Persija Jakarta | 42 | 6 |
Terkait kondisi komposisi pemain, pelatih Mauricio Souza memberikan penegasan bahwa Cyrus Margono tetap mendapatkan kepercayaan penuh di dalam skuad Persija Jakarta. Meskipun sang penjaga gawang tidak diturunkan dalam laga melawan Persebaya di SUGBK pada Sabtu, 11 April 2026, hal tersebut murni karena pertimbangan taktis serta kesiapan pemain di lapangan.
Fokus Persiapan di Kota Gudeg
Mauricio Souza selaku juru taktik memastikan bahwa anak asuhnya tidak akan pulang ke Jakarta terlebih dahulu dalam waktu dekat ini. Strategi untuk menetap di Yogyakarta sudah dirancang sejak awal guna memastikan fokus dan konsentrasi para pemain tetap terjaga sepenuhnya demi hasil maksimal.
Souza memberikan penjelasan bahwa keputusan bertahan dilakukan karena adanya informasi mengenai perpindahan lokasi pertandingan yang semula di Bantul menjadi ke Bali. Rencananya, rombongan tim baru akan terbang ke Bali pada hari Selasa agar bisa bertanding tepat pada Rabu sore pukul 16.30 waktu setempat.
Selama menghabiskan waktu di Kota Gudeg, tim kebanggaan ibu kota ini telah menyusun serangkaian program latihan intensif untuk menjaga kebugaran. Skuad Macan Kemayoran dijadwalkan melakoni sesi latihan pada hari Minggu dan Senin, dengan kemungkinan tambahan sesi pada hari Selasa sebelum keberangkatan.
Pelatih berkebangsaan Brasil tersebut menyatakan bahwa jadwal latihan sangat bergantung pada pengaturan logistik yang disiapkan oleh pihak manajemen klub. Ia menekankan pentingnya fleksibilitas jadwal agar kondisi fisik para pemain tetap berada dalam level tertinggi saat hari pertandingan tiba nanti.
Sambut Positif Bertanding di Pulau Dewata
Persija Jakarta sendiri membawa modal positif setelah berhasil memetik kemenangan tipis 1-0 atas PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Sleman pada Sabtu malam. Keberhasilan meraih poin penuh tersebut menambah kepercayaan diri tim sebelum mereka harus menjalani laga tandang di tempat netral.
Menanggapi perpindahan lokasi ke Bali, Mauricio Souza menyambut kabar tersebut dengan nada yang sangat optimis dan antusias. Dirinya berpendapat bahwa kualitas rumput dan fasilitas di Stadion Kapten I Wayan Dipta sangat menunjang permainan sepak bola yang berkualitas bagi kedua tim.
Souza menilai bahwa kondisi lapangan yang baik akan sangat menguntungkan karena kedua tim memiliki filosofi permainan yang identik, yaitu sepak bola menyerang. Pelatih berusia 52 tahun tersebut mengaku sangat menyukai gaya bermain lawan yang dinilai memiliki organisasi permainan sangat rapi serta agresif.
Persija pun memiliki karakter serupa yang sangat gemar memainkan penguasaan bola secara dominan dalam setiap laga yang mereka jalani di kompetisi. Dengan kondisi lapangan yang menawarkan standar tinggi, Souza merasa sangat puas karena hal itu akan mendukung terciptanya tontonan sepak bola yang menarik bagi penggemar.
Strategi ofensif yang akan diterapkan diharapkan mampu membongkar pertahanan lawan sekaligus mengamankan posisi Persija di persaingan juara musim ini. Seluruh elemen tim saat ini hanya fokus untuk memberikan performa terbaik demi mengejar ketertinggalan poin dari tim-tim yang berada di posisi dua besar klasemen.