Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, menegaskan bahwa kemenangan tipis atas Persita Tangerang menjadi modal berharga bagi timnya dalam menatap sisa kompetisi. Meskipun sukses meraih angka penuh di Stadion Brawijaya pada pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026, posisi Macan Putih dinilai belum sepenuhnya aman dari ancaman turun kasta.
Kemenangan krusial tersebut dipastikan oleh Jon Toral yang mencetak gol semata wayang pada menit ke-21 pertandingan. Hasil ini sangat berarti untuk menjaga mentalitas bertarung Hamra Hehanusa dan rekan-rekannya dalam menghadapi enam jadwal pertandingan yang masih tersisa musim ini.
Analisis Poin dan Persaingan Zona Degradasi
Persik Kediri saat ini masih tertahan di posisi ke-12 klasemen sementara dengan perolehan total 33 poin. Meski belum melonjak ke papan atas, tambahan poin ini setidaknya memberikan sedikit ruang napas bagi manajemen dan pemain dari tekanan zona merah.
Acuan keselamatan Persik saat ini adalah Persis Solo yang berada di peringkat ke-16 atau batas akhir zona degradasi dengan koleksi 24 poin. Mengingat musim masih menyisakan enam laga, Persis memiliki potensi maksimal untuk mengumpulkan hingga 42 poin di akhir kompetisi nanti.
| Kondisi Klasemen dan Target | Data Statistik |
|---|---|
| Poin Persik Kediri Saat Ini | 33 Poin |
| Poin Persis Solo (Batas Degradasi) | 24 Poin |
| Maksimal Poin Persis (6 Laga Sisa) | 42 Poin |
| Poin Tambahan Minimum Persik untuk Aman | 10 Poin |
Berdasarkan kalkulasi matematis tersebut, Persik Kediri diwajibkan untuk setidaknya meraup 10 poin tambahan guna memastikan diri tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Target ini menjadi sangat vital agar perolehan poin mereka tidak dapat dikejar lagi oleh Laskar Sambernyawa di akhir musim.
Ambisi Marcos Reina dan Target Posisi Klasemen
Marcos Reina menyatakan bahwa dirinya tidak ingin terlalu terbebani dengan hitungan matematis mengenai jumlah poin yang harus diraih di masa mendatang. Juru taktik asal Spanyol tersebut menegaskan fokus utamanya adalah memenangkan setiap pertandingan tanpa harus mematok target angka yang kaku.
Reina memilih untuk terus memotivasi anak asuhnya agar tampil maksimal dan mengejar kemenangan sebanyak mungkin di laga-laga sisa. Baginya, setiap poin sangat krusial untuk memastikan Persik menjauh dari persaingan papan bawah secepat mungkin.
Alih-alih melihat ke bawah dan mencemaskan persaingan zona degradasi, Reina lebih memilih untuk mengarahkan pandangannya ke posisi klasemen yang lebih tinggi. Ia berambisi membawa tim kebanggaan warga Kediri ini mengakhiri kompetisi di peringkat yang lebih terhormat.
Menurut sang pelatih, mentalitas untuk selalu menang adalah kunci untuk menutup musim dengan hasil yang memuaskan bagi seluruh pendukung. Enam pertandingan berikutnya dianggap sebagai ujian konsistensi bagi Persik untuk membuktikan kapasitas mereka sebagai tim kompetitif.
Jadwal Sisa dan Tantangan Besar Persik Kediri
Persik Kediri masih memiliki jadwal yang cukup menantang dengan pembagian tiga laga kandang dan tiga laga tandang hingga akhir musim nanti. Di hadapan pendukung sendiri, mereka akan menjamu Arema FC serta dua kandidat kuat juara yakni Borneo FC dan Persija Jakarta.
Sementara itu, ujian berat juga menanti di markas lawan saat mereka harus bertandang ke kandang PSM Makassar, Semen Padang, dan Persebaya Surabaya. Rangkaian pertandingan ini menuntut kesiapan fisik dan taktik yang matang agar tidak kehilangan momentum positif.
Marcos Reina mengakui bahwa enam partai final ini akan menyuguhkan tantangan yang sangat menarik sekaligus sangat sulit bagi skuad asuhannya. Ia memberikan perhatian khusus pada duel melawan Borneo FC dan Persija yang sedang bersaing ketat di papan atas klasemen.
Selain itu, laga bertajuk Derby Jatim melawan Arema FC dan Persebaya diprediksi akan berlangsung dengan tensi tinggi dan atmosfer yang luar biasa. Reina berharap para pemainnya dapat menunjukkan peningkatan performa agar tidak kehilangan poin penting dalam rangkaian laga krusial tersebut.