Pertamina Perluas Akses Deteksi Dini Kanker Payudara demi Mendukung Perempuan

Pertamina Perluas Akses Deteksi Dini Kanker Payudara demi Mendukung Perempuan

PT Pertamina (Persero) secara resmi memperluas akses pelayanan kesehatan bagi kaum perempuan melalui penyerahan satu unit mobil mamografi kepada Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) pada Selasa (21/4/2026). Langkah nyata yang dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Kartini ini bertujuan untuk mendorong deteksi dini kanker payudara melalui layanan kesehatan keliling yang lebih inklusif dan modern.

Mobil mamografi tersebut diklaim sebagai satu-satunya armada medis mobile di Indonesia yang dilengkapi fasilitas lengkap serta desain khusus yang ramah bagi para penyandang disabilitas. Kehadiran unit ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak perempuan di berbagai pelosok wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas pemeriksaan kesehatan.

Dukungan Inklusi dan Pemberdayaan Kesehatan

Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung kesehatan perempuan serta program pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Beliau menyatakan bahwa kasus kanker payudara di Indonesia masih menjadi yang tertinggi pada perempuan sehingga upaya deteksi sejak dini menjadi sangat krusial.

Oki berharap mobil mamografi ini dapat memotivasi perempuan Indonesia agar lebih berani melakukan pemeriksaan rutin demi kesehatan jangka panjang. Ia menekankan bahwa inisiatif ini bukan sekadar seremoni simbolis, melainkan langkah nyata untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang jauh lebih cepat dan berkualitas.

Ketua YKPI, Linda Agum Gumelar, menyambut dengan sangat positif dukungan infrastruktur kesehatan yang lebih canggih dan ramah difabel ini. Menurutnya, pembaruan fasilitas ini adalah tonggak penting dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan yang selama ini sulit diakses oleh kelompok tertentu.

Sejalan dengan penyerahan tersebut, Pertamina dan YKPI juga meluncurkan program PinkCheck sebagai kampanye nasional untuk meningkatkan kesadaran pemeriksaan dini kanker payudara. Program ini menargetkan sebanyak 1.000 perempuan untuk mendapatkan pemeriksaan langsung melalui unit mobil mamografi maupun edukasi metode Periksa Payudara Sendiri (SADARI).

Linda menambahkan bahwa desain mobil yang inklusif memungkinkan pengguna kursi roda untuk mendapatkan layanan pemindaian secara nyaman dan tanpa dipungut biaya. Baginya, momentum Hari Kartini tahun ini menjadi simbol transformasi semangat kesetaraan yang diwujudkan melalui pemenuhan hak kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Rekam Jejak Layanan dan Data Operasional

Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menjelaskan bahwa armada terbaru ini merupakan unit mobil mamografi kedua yang telah diserahkan Pertamina sejak bantuan pertama pada tahun 2014. Unit sebelumnya tercatat telah menempuh perjalanan operasional lebih dari 25.000 kilometer dan melayani belasan ribu perempuan secara cuma-cuma.

Kategori Data Layanan Keterangan Statistik
Jarak Tempuh Unit Sebelumnya Lebih dari 25.000 kilometer
Jumlah Perempuan yang Dilayani (Unit 2014) Lebih dari 18.200 orang
Target Pemeriksaan Program PinkCheck 1.000 perempuan
Biaya Layanan Mobil Mamografi Gratis untuk masyarakat

Arya menaruh harapan besar bahwa unit baru dengan dimensi lebih luas dan teknologi lebih mutakhir ini dapat memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat. Pemanfaatan sinar X-Ray pada alat mamografi dinilai sebagai metode paling efektif untuk menemukan sel kanker pada tahap awal sebelum menunjukkan gejala fisik.

Dokter Hardina dalam sesi sosialisasi menjelaskan bahwa pemeriksaan klinis oleh tenaga medis profesional akan selalu mendahului proses pemindaian menggunakan perangkat mamografi. Ia sangat menganjurkan pemeriksaan rutin terutama bagi perempuan yang telah memasuki usia 40 tahun ke atas sebagai langkah preventif utama.

Menurut dr. Hardina, banyak penderita kanker payudara tidak merasakan adanya benjolan atau keluhan tertentu pada tahap-tahap awal perkembangan penyakit. Oleh karena itu, pemeriksaan berkala menjadi kunci utama untuk meningkatkan tingkat kesembuhan pasien melalui penanganan medis yang lebih tepat waktu.

Apresiasi dari Kelompok Masyarakat

Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor antara Pertamina, YKPI, serta Pertamedika IHC yang juga diperkuat dengan berbagai sesi talkshow edukatif. Turut hadir memantau fasilitas kabin mobil, Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan bersama jajaran direksi di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta.

Inisiatif ini mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat, termasuk dari kalangan pendamping difabel seperti Tia yang berasal dari Depok. Tia menyampaikan rasa terima kasihnya atas fasilitas yang diberikan dan berharap program serupa bisa terus diperluas untuk menjangkau difabel yang sering mengalami hambatan akses kesehatan.

Senada dengan hal tersebut, Ariani dari Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia mengaku sangat terkesan dengan kelengkapan alat medis canggih yang tersedia di dalam mobil tersebut. Pengguna kursi roda ini merasa sangat terbantu karena standar fasilitas yang disediakan ternyata setara dengan peralatan canggih yang biasanya hanya ada di rumah sakit besar.

Melalui aksi sosial ini, Pertamina menegaskan kembali posisinya sebagai entitas yang tidak hanya fokus pada bisnis energi, tetapi juga peduli pada kualitas hidup masyarakat. Seluruh program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, & Governance (ESG) secara konsisten di seluruh lini operasi.

Sebagai pemimpin dalam transisi energi, Pertamina terus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan target Net Zero Emission 2060 pemerintah Indonesia. Upaya ini juga dilakukan melalui koordinasi yang berkelanjutan untuk memastikan pelayanan publik dan keberlanjutan lingkungan tetap menjadi prioritas utama perusahaan.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: market.bisnis.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.