Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat ini sedang melakukan upaya serius untuk mendatangkan grup mega bintang asal Korea Selatan, BTS, guna menyelenggarakan konser besar di Jakarta International Stadium (JIS). Rencana ambisius yang ditargetkan berlangsung pada akhir Desember 2026 tersebut bertujuan untuk menguji sekaligus membuktikan fungsionalitas stadion megah itu kepada publik luas.
Pramono secara terbuka mengungkapkan bahwa dirinya memang sangat menginginkan BTS dapat tampil di JIS sebagai bentuk tantangan bagi PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Ia ingin memastikan apakah pengelola stadion mampu menangani skala acara sebesar itu, meskipun ada opsi lokasi lain seperti Gelora Bung Karno (GBK) yang juga berada di Jakarta.
Dalam pernyataannya di Balai Kota Jakarta Pusat baru-baru ini, ia menegaskan sedang berjuang keras demi mewujudkan kehadiran grup K-Pop populer tersebut di Jakarta. Keinginan kuat ini didasari pada motivasi untuk meningkatkan reputasi JIS sebagai venue bertaraf internasional yang layak untuk ajang-ajang pertunjukan musik kelas dunia.
Strategi Infrastruktur dan Transportasi
Menyadari potensi keramaian yang luar biasa, Pramono menjamin ketersediaan serta kesiapan infrastruktur transportasi demi kelancaran agenda internasional yang telah direncanakan. Upaya antisipasi kemacetan dilakukan dengan mengintegrasikan kawasan JIS secara langsung dengan area rekreasi Ancol sebagai salah satu solusi pemecahan arus lalu lintas.
Gubernur menjelaskan bahwa nantinya koneksi transportasi berupa KRL akan tersedia untuk mempermudah akses penonton menuju lokasi acara tanpa harus mengalami kendala mobilitas. Langkah ini dirancang sedemikian rupa agar penumpukan kendaraan di area stadion tidak terjadi, sehingga kenyamanan pengunjung tetap terjaga sepanjang acara berlangsung.
Selain akses kereta, sistem perparkiran juga akan dipindahkan sepenuhnya ke kawasan Ancol guna menampung volume kendaraan dalam jumlah besar hingga mencapai puluhan ribu unit mobil. Dengan skema ini, Pramono meyakini bahwa konser berskala raksasa sekalipun tidak akan menimbulkan kemacetan parah di sekitar wilayah Jakarta International Stadium.
Walaupun rencana ini sempat mendapat berbagai respon, termasuk keberatan dari penggemar BTS yang dikenal dengan sebutan ARMY, Pramono tetap optimistis pada pengembangan fasilitas kota. Ia terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan seluruh standar keamanan dan kenyamanan bagi para artis serta penonton dapat terpenuhi secara maksimal.
Langkah progresif ini juga mencakup kemungkinan membidik band legendaris dunia lainnya seperti Metallica hingga Guns N' Roses untuk turut memeriahkan panggung di ibu kota. Harapannya, transformasi JIS sebagai pusat hiburan utama tidak hanya akan mendongkrak pariwisata daerah, tetapi juga memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi konser utama di Asia Tenggara.