Laga Kandang Arema Melawan Persebaya Pindah ke Bali karena Tidak Ada Izin Polisi

Laga Kandang Arema Melawan Persebaya Pindah ke Bali karena Tidak Ada Izin Polisi

Pertandingan bertajuk El Clasico Jawa Timur yang mempertemukan Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan BRI Super League tengah menjadi pusat perhatian publik sepak bola nasional dalam beberapa pekan terakhir. Fokus utama perbincangan tersebut tertuju pada lokasi penyelenggaraan laga yang semula dijadwalkan berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Selasa (28/4/2026) mendatang.

Namun, terjadi perubahan mendadak mengenai lokasi pertandingan sebagaimana tercantum dalam situs resmi PT Liga Indonesia Baru yang menetapkan Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali sebagai venue baru. Meskipun tempat pelaksanaan mengalami pergeseran ke Pulau Dewata, jadwal serta waktu sepak mula pertandingan dipastikan tidak mengalami perubahan dari rencana sebelumnya.

Keputusan pemindahan ini diambil setelah Arema FC tidak mendapatkan rekomendasi keamanan dari pihak Kepolisian Kabupaten Malang untuk menyelenggarakan laga kontra sang rival di markas sendiri. Penolakan izin tersebut didasari oleh aspirasi dan keberatan dari pihak keluarga korban Tragedi Kanjuruhan yang masih menyisakan trauma mendalam.

Sebagai kilas balik, Arema terakhir kali menjamu Persebaya di Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 yang berakhir dengan skor tipis 2-3 untuk kemenangan tim tamu. Laga tersebut kemudian memicu kekacauan besar yang diperburuk dengan tembakan gas air mata hingga mengakibatkan hilangnya 135 nyawa dalam sebuah tragedi kelam bagi sejarah sepak bola.

Pertimbangan Manajemen dan Panpel

Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hardiyono, memberikan pernyataan bahwa pihaknya sepenuhnya menghormati segala pertimbangan teknis serta faktor keamanan yang mendasari keputusan pemindahan lokasi pertandingan. Langkah ini dinilai perlu demi menjaga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Malang Raya agar tetap kondusif.

Mengingat urgensi kelangsungan kompetisi dan kepastian jadwal yang telah ditetapkan secara ketat, manajemen Arema segera menyiapkan langkah darurat sebagai solusi alternatif. Pemilihan Bali sebagai lokasi pertandingan dilakukan untuk memastikan laga tetap dapat digelar tanpa mengganggu jalannya roda kompetisi BRI Super League.

Erwin menjelaskan bahwa melihat dinamika yang berkembang, pihaknya kemungkinan besar akan memboyong laga panas Arema FC vs Persebaya ini menuju Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar. Koordinasi cepat kini sedang dilakukan dengan pengelola stadion serta otoritas keamanan setempat di Bali agar seluruh aspek teknis pertandingan dapat berjalan lancar sesuai rencana.

Respons Kelompok Suporter

Sebelum keputusan resmi ini keluar, kelompok suporter Aremania Utas dikabarkan telah berupaya maksimal agar pertandingan melawan Persebaya tetap dapat dilangsungkan di Malang. Mereka bahkan aktif menjalin komunikasi dengan Kepolisian dan menyiapkan ribuan personel suporter untuk membantu mengamankan area di luar stadion secara mandiri.

Meski semangat untuk membuktikan kesiapan Stadion Kanjuruhan sangat tinggi, namun rencana keterlibatan suporter dalam aspek pengamanan tersebut pada akhirnya tidak dapat direalisasikan. Pihak manajemen mengapresiasi kedewasaan suporter yang tetap tenang meski ada rasa kecewa karena keinginan mereka tidak dikabulkan oleh pihak berwenang.

Erwin menegaskan bahwa langkah Presidium Aremania Utas yang berkomunikasi secara elegan dengan Kapolda Jatim maupun Kapolres Malang merupakan bentuk kecintaan yang tulus kepada klub. Sikap tidak larut dalam emosi negatif menunjukkan level kedewasaan yang luar biasa dari para pendukung setia tim berjuluk Singo Edan tersebut.

Fokus Pelatih Terbagi

Di sisi lain, skuat Arema FC saat ini sedang berada di Bandung untuk mempersiapkan diri menghadapi laga pekan ke-29 melawan tuan rumah Persib Bandung pada Jumat (24/4/2026). Pelatih kepala Marcos Santos memilih untuk tidak berkomentar terlalu jauh mengenai perubahan lokasi pertandingan di pekan berikutnya melawan Persebaya.

Juru taktik asal Portugal tersebut menekankan bahwa fokus utama timnya saat ini hanyalah mencuri poin di markas Persib sebelum memikirkan laga derbi selanjutnya. Baginya, persiapan menghadapi Maung Bandung adalah prioritas yang jauh lebih penting untuk diselesaikan terlebih dahulu sebelum mengalihkan perhatian ke laga kontra Persebaya.

Ketidakmampuan Arema menjamu Persebaya di Malang sebenarnya menjadi kerugian besar dari sisi dukungan moral mengingat laga ini selalu menyedot animo luar biasa dari Aremania. Kehilangan atmosfer kandang yang intim diprediksi akan berpengaruh pada kekuatan mental pemain di atas lapangan hijau nanti.

Data Statistik Kehadiran Penonton

Sepanjang musim ini, tingkat kehadiran penonton dalam pertandingan kandang Arema FC memang tercatat cukup rendah jika dibandingkan dengan klub-klub besar lainnya di Indonesia. Data menunjukkan bahwa jumlah suporter yang hadir di stadion masih jauh dari angka rata-rata tim papan atas seperti Persija Jakarta.

Klub Sepak Bola Rata-rata Penonton per Laga
Persija Jakarta 25.947 penonton
Arema FC 2.522 penonton

Kesenjangan statistik penonton ini menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen Arema FC dalam mengelola aspek komersial dan atmosfer dukungan tim selama kompetisi berlangsung. Pemindahan laga besar ke Bali dipastikan akan semakin menekan angka kehadiran pendukung langsung di stadion pada musim kompetisi 2025/2026 ini.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: www.bola.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.