Sebuah peristiwa bersejarah baru saja terjadi di Bandara Douw Aturure, Nabire, Papua Tengah, yang menandai babak baru bagi transportasi udara di wilayah tersebut. Tepat tiga hari pasca kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, maskapai Batik Air secara resmi memulai operasional penerbangan perdananya di bandara ini pada hari Kamis, 23 April 2026.
Kedatangan pesawat Airbus A320 milik maskapai di bawah naungan Lion Air Group tersebut disambut dengan tradisi penyemprotan air atau water salute sebagai bentuk penghormatan. Penerbangan perdana dari Bandara Pattimura Ambon ini membawa lebih dari 130 penumpang, termasuk Direktur Produksi Batik Air, Capt. Zwingly Silalahi.
Pendaratan sukses ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat jaringan konektivitas udara di wilayah timur Indonesia, khususnya di Provinsi Papua Tengah. Kehadiran layanan Batik Air disambut secara langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah Papua Tengah, Silwanus Sumule, yang hadir mewakili Gubernur Meki Nawipa bersama Bupati Nabire Mesak Magai.
Sebagai bentuk sambutan hangat sesuai tradisi setempat, pejabat daerah memasangkan atribut budaya berupa noken dan ikat kepala khas Papua kepada Capt. Zwingly Silalahi. Saat ini, Bandara Douw Aturure terus bersolek melalui berbagai pengembangan fasilitas yang dikelola oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Nabire.
Bandara tersebut kini telah dilengkapi dengan infrastruktur sisi udara yang mumpuni seperti landasan pacu, apron, serta jalur taksi pesawat yang sesuai standar nasional. Selain itu, fasilitas sisi darat juga telah siap digunakan mulai dari gedung terminal penumpang, terminal logistik kargo, hingga berbagai bangunan pendukung operasional lainnya.
Salah satu pencapaian krusial dalam pembangunan bandara ini adalah perpanjangan landasan pacu yang semula hanya sepanjang 1.600 meter kini telah mencapai 2.500 meter. Berkat penambahan panjang runway tersebut, pesawat berbadan besar seperti tipe Airbus A320 maupun Boeing kini memiliki kemampuan untuk mendarat dengan aman di Nabire.
Bupati Nabire, Mesak Magai, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pembukaan rute baru yang sangat krusial bagi mobilitas masyarakat di Papua Tengah ini. Beliau berharap kehadiran layanan premium dari Batik Air dapat meningkatkan standar pelayanan transportasi udara serta membuka aksesibilitas yang jauh lebih luas.
"Atas nama warga Nabire, saya berterima kasih kepada manajemen Batik Air atas kesuksesan pendaratan perdana ini demi kemajuan pelayanan di Indonesia Timur," ungkap Mesak Magai. Di sisi lain, Capt. Zwingly Silalahi menyebut landasan sepanjang 2.500 meter ini membuka peluang besar untuk pembukaan rute langsung menuju ibu kota di masa depan.
Pihak maskapai merasa sangat optimistis bahwa di waktu mendatang, masyarakat Nabire bisa menikmati penerbangan langsung menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng. Penjabat Sekda Papua Tengah, Silwanus Sumule, menambahkan bahwa rute ini adalah perwujudan dari harapan panjang masyarakat yang sudah dinantikan sejak lama.
Menurut Silwanus, momen ini merupakan keberlanjutan dari tonggak sejarah yang dimulai pada 17 Juli 2025 saat pesawat pertama kali menyentuh landasan pacu tersebut. Kehadiran layanan reguler dari maskapai nasional ini menjadi jawaban nyata atas penantian kolektif pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat Papua Tengah.
Pemerintah daerah mencatat bahwa kini telah terbuka akses strategis dari Nabire menuju Jakarta dan Makassar melalui titik transit di Kota Ambon. Keberadaan rute ini diyakini akan secara signifikan memangkas waktu perjalanan, menekan ongkos logistik, serta menghubungkan pusat ekonomi daerah dengan kota-kota pertumbuhan nasional.
Silwanus juga menceritakan antusiasme Wakil Presiden saat meninjau langsung kondisi infrastruktur bandara hingga ke ujung landasan pacu dalam kunjungan kerjanya kemarin. Segenap elemen daerah menaruh harapan dan doa agar rute langsung Nabire-Jakarta dapat segera terealisasi tanpa harus menunggu waktu yang terlalu lama.
Dengan beroperasinya Batik Air, Nabire kini resmi memasuki era baru sebagai pintu gerbang utama yang lebih terbuka dan terkoneksi di wilayah Papua Tengah. Pihak maskapai melihat potensi ekonomi dan kebutuhan mobilitas yang sangat tinggi di Nabire sebagai alasan utama ekspansi layanan penerbangan ke wilayah tersebut.
Kini, status Nabire sebagai salah satu sentra transportasi udara di wilayah timur Indonesia semakin kokoh dan siap untuk mendorong percepatan pembangunan daerah. Pendaratan perdana Airbus A320 ini menjadi simbol kesiapan infrastruktur Papua Tengah dalam menyambut pertumbuhan ekonomi dan kunjungan wisatawan yang lebih masif ke depannya.
Data Spesifikasi Landasan Bandara Douw Aturure
| Komponen Infrastruktur | Spesifikasi Lama | Spesifikasi Baru |
|---|---|---|
| Panjang Landasan Pacu (Runway) | 1.600 Meter | 2.500 Meter |
| Kapasitas Pesawat | Pesawat Kecil/ATR | Airbus A320 / Boeing |
| Pengelola Bandara | UPBU Kelas II Nabire | UPBU Kelas II Nabire |
Diharapkan dengan fasilitas yang semakin lengkap ini, frekuensi penerbangan ke Nabire akan terus bertambah guna melayani kebutuhan warga Papua Tengah yang dinamis. Perkembangan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memeratakan pembangunan infrastruktur udara hingga ke pelosok negeri guna mendukung kedaulatan transportasi nasional.