Salesforce Menilai Indonesia sebagai Kunci Ekspansi AI di Asia Tenggara

Salesforce Menilai Indonesia sebagai Kunci Ekspansi AI di Asia Tenggara

JAKARTA, KOMPAS.com - Salesforce, perusahaan teknologi, menganggap Indonesia memiliki peranan yang krusial dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) di Asia Tenggara. Pernyataan ini disampaikan oleh Paul Carvouni, SVP dan General Manager Salesforce ASEAN, saat acara Agenforce World Tour Jakarta 2026 di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/4/2026).

Carvouni menekankan potensi besar untuk pengembangan AI di ASEAN yang memiliki populasi sekitar 700 juta orang. Ia juga mengungkapkan bahwa kawasan ini diprediksi akan menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia pada tahun 2030, dengan kontribusi yang dapat mencapai satu triliun dollar AS terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ASEAN pada tahun tersebut.

"Indonesia adalah pasar paling strategis di ASEAN, dengan hampir 300 juta jiwa dan ekonomi domestik yang tangguh," ungkap Carvouni di panggung acara. Salesforce menilai bahwa saat ini adalah saat yang penting bagi perusahaan di Indonesia untuk mempercepat penerapan AI dan memanfaatkan peluang pertumbuhan di tingkat regional.

Menurut Carvouni, penerapan AI di Indonesia dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan skala operasional secara signifikan. Terlebih lagi, Indonesia yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau, memerlukan akses layanan yang lebih luas dan efektif.

"AI dapat memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat yang belum terjangkau, meningkatkan jangkauan operator telekomunikasi, hingga mendukung ekspansi industri manufaktur dan UMKM ke pasar regional dan global," jelasnya. Ia memberikan contoh konkret di mana perusahaan asuransi kesehatan di Filipina, Maxicare, berhasil mengurangi waktu proses persetujuan dari 20 menit menjadi hanya 30 detik berkat AI.

Contoh lain terkait pengguna layanan asuransi Mandiri InHealth yang dapat dengan mudah mendapatkan informasi mengenai cakupan penyakit dalam layanan asuransi melalui aplikasi yang didukung agen AI Agenforce. Namun, Salesforce mengingatkan bahwa keberhasilan dalam mengadopsi AI tidak hanya terkait teknologi, tetapi juga kesiapan SDM dan transformasi proses bisnis yang diperlukan.

Carvouni menyarankan agar perusahaan di Indonesia melakukan perubahan dalam cara karyawan bekerja seiring dengan penerapan AI. "Kami menginginkan semua pengguna di setiap lini bisnis memiliki keterampilan yang memadai dalam menggunakan AI," ujarnya.

Salesforce telah merancang layanan Agenforce untuk mendukung perusahaan dalam mengadopsi agen AI yang bisa mengubah data mentah menjadi hasil bisnis yang nyata. Salah satu layanan Agenforce adalah Agentforce for Service, yang memungkinkan agen AI untuk menangani layanan pelanggan secara otomatis, mulai dari menjawab pertanyaan hingga menyelesaikan kasus sederhana tanpa intervensi manusia.

Selain itu, ada juga Agentforce for Sales yang membantu tim penjualan dalam mengelola prospek, melakukan tindak lanjut, hingga menciptakan peluang bisnis dengan lebih efisien. Menyadari pentingnya peran Indonesia di kawasan ASEAN, Salesforce memperkuat kehadirannya dengan berinvestasi di berbagai aspek, termasuk infrastruktur data center Hyperforce yang dibangun di Tanah Air.

Perusahaan asal Amerika Serikat itu juga terus mengembangkan tim di Indonesia dan melakukan lokalisasi produk, seperti Agenforce, yang kini sudah mendukung penggunaan bahasa Indonesia. KOMPAS.com terus berkomitmen untuk memberikan informasi yang jelas, akurat, dan seimbang. Bergabunglah dengan KOMPAS.com Plus untuk menikmati jurnalisme tanpa iklan.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: tekno.kompas.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.