Muhammad Agha Nazih, seorang siswa berprestasi dari SMAN 1 Kudus, sukses mewujudkan impiannya untuk melanjutkan studi di kampus ternama melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Agha secara resmi dinyatakan diterima pada Jurusan Ilmu Aktuaria di Universitas Gadjah Mada (UGM), sebuah program studi yang memang telah ia targetkan sejak lama.
Keberhasilan menembus salah satu jurusan favorit di UGM tersebut diperkuat dengan catatan akademis yang luar biasa, terutama pada mata pelajaran eksakta. Sebelum pendaftaran SNBP dimulai, Agha telah menunjukkan kapabilitasnya dengan meraih skor sempurna 100 pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk mata pelajaran Fisika.
Rincian Nilai Akademik dan Momen Pengumuman
Selain unggul telak pada bidang Fisika, Agha juga mencatatkan nilai yang kompetitif pada sejumlah mata pelajaran wajib dan pilihan lainnya di sekolah. Berikut adalah rincian perolehan nilai yang diraih oleh Agha sebagai bagian dari prestasi akademiknya.
| Mata Pelajaran | Nilai yang Diperoleh |
|---|---|
| TKA Fisika | 100,00 |
| Matematika (Wajib) | 83,20 |
| Bahasa Indonesia | 80,13 |
| Matematika Tingkat Lanjut | 62,97 |
| Bahasa Inggris | 57,63 |
Momen mendebarkan saat melihat pengumuman kelulusan dilakukan Agha di rumah dengan didampingi langsung oleh kedua orang tuanya. Berbeda dengan tren yang ramai di media sosial, ia memilih tidak merekam momen tersebut dalam bentuk video dan hanya menyimpan bukti kelolosan melalui tangkapan layar.
Metode Belajar Tanpa Bimbingan Belajar Intensif
Prestasi gemilang ini diraih Agha melalui perjuangan mandiri tanpa mengikuti lembaga bimbingan belajar (bimbel) intensif meskipun dirinya sudah menginjak kelas 12. Ia lebih mengandalkan persiapan yang matang melalui metode belajar terstruktur serta memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) secara bijak untuk membantu proses pemahamannya.
Rekam jejak akademik Agha sebenarnya sudah terasah sejak dini melalui berbagai kompetisi sains dan matematika yang ia ikuti sejak bangku sekolah dasar hingga menengah. Selama masa SMA, ia tercatat pernah menduduki peringkat kedua dan keempat dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) Matematika di tingkat kabupaten selama dua tahun berturut-turut.
Ketertarikan mendalam Agha pada bidang Fisika dan Aktuaria didasari oleh kecintaannya pada ilmu yang bersifat numerik serta konseptual. Ia mengakui bahwa dirinya jauh lebih menyukai tantangan dalam perhitungan angka dibandingkan dengan mata pelajaran yang menuntut banyak hafalan.