Harapan PSIS Semarang untuk menjauhkan diri dari ancaman zona degradasi dalam kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026 harus terkubur setelah mereka mengalami kekalahan dari Persipura Jayapura. Pertandingan pekan ke-25 tersebut menjadi momen krusial yang justru memperpanjang catatan negatif klub berjuluk Laskar Mahesa Jenar di sisa musim ini.
PSIS Semarang dipaksa mengakui keunggulan tuan rumah Persipura Jayapura dengan skor akhir 1-3 dalam laga yang digelar di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, pada Sabtu (18/4/2026) malam WIB. Kekalahan ini memastikan tim asal Jawa Tengah tersebut gagal membawa pulang poin dalam lawatan mereka ke tanah Papua.
Hasil minor di markas Tim Mutiara Hitam ini sekaligus menjadi pertandingan ketiga secara berturut-turut bagi PSIS Semarang tanpa meraih kemenangan satu pun. Sebelumnya, mereka tercatat mengalami kekalahan tipis 0-1 saat menghadapi Barito Putera dan hanya mampu mengamankan satu poin setelah bermain imbang 3-3 melawan Persiku Kudus.
Beruntung bagi PSIS, kekalahan ini tidak langsung menyeret posisi mereka jatuh ke zona merah pada tabel klasemen sementara saat ini. Hal tersebut dikarenakan pesaing terdekat mereka, Persiba Balikpapan, juga gagal meraih poin penuh setelah hanya bermain seri 3-3 ketika menjamu Barito Putera.
Persaingan Ketat di Papan Bawah
Hingga pekan ke-25 berakhir, Tim Mahesa Jenar tercatat masih menduduki posisi ke-8 pada klasemen Grup Timur dengan perolehan total 20 poin. Posisi mereka kini hanya terpaut selisih dua angka saja dari Persiba Balikpapan yang mengintai di peringkat ke-9 atau batas awal zona play-off degradasi.
| Posisi | Klub | Main | Poin | Status |
|---|---|---|---|---|
| 8 | PSIS Semarang | 25 | 20 | Aman Sementara |
| 9 | Persiba Balikpapan | 25 | 18 | Zona Play-off Degradasi |
Caretaker PSIS Semarang, Anang Dwi, memberikan pernyataan bahwa skuad asuhannya memang menghadapi tantangan yang sangat berat untuk mencuri angka di kandang Persipura. Meski demikian, ia menegaskan bahwa para pemain telah bekerja keras di lapangan walau hasil akhir belum memihak kepada timnya.
Anang Dwi kini menaruh harapan besar agar Mahesa Jenar bisa segera memulihkan mental dan fokus untuk menghadapi dua pertandingan terakhir di musim reguler. Situasi ini menjadi sangat mendesak karena lawan-lawan yang akan dihadapi PSIS di laga pamungkas merupakan tim yang saat ini menghuni papan atas klasemen.
Berdasarkan jadwal yang ada, PSIS Semarang dijadwalkan akan melakoni laga kandang terlebih dahulu dengan menjamu Kendal Tornado FC. Setelah melewati ujian tersebut, mereka harus bersiap melakukan perjalanan tandang yang sulit menuju markas PSS Sleman untuk laga penutup musim.
“Saya sempat menyampaikan sebelumnya bahwa misi untuk mengalahkan Persipura adalah tugas yang sangat berat bagi kami semua di tim ini. Namun, seluruh elemen tim sudah berupaya memberikan kemampuan maksimal mereka di lapangan meski akhirnya kami harus kalah,” ungkap Anang Dwi.
Anang menekankan bahwa dalam dua pertandingan ke depan, hasil negatif merupakan sesuatu yang tidak boleh terjadi jika ingin selamat dari ancaman turun kasta. Ia berharap ada kemudahan dan keberuntungan bagi timnya agar bisa mengamankan posisi dan lolos dari bayang-bayang zona play-off degradasi.
Tantangan Berat Menghadapi Tim Papan Atas
Tekanan besar dipastikan akan menghantui PSIS Semarang karena mereka wajib meraih poin maksimal demi menjaga jarak aman dari kejaran Persiba Balikpapan. Jika mereka kembali terpeleset tanpa menambah poin, risiko untuk disalip oleh Persiba di akhir musim akan menjadi kenyataan yang pahit.
Pertandingan melawan Kendal Tornado FC seharusnya menjadi momentum emas bagi PSIS untuk kembali ke jalur kemenangan dan mengamankan tiga poin penting. Namun, tim berjuluk Laskar Badai Pantura tersebut bukanlah lawan yang enteng karena mereka saat ini kokoh berada di peringkat ke-4 klasemen sementara.
Laga terakhir melawan PSS Sleman juga diprediksi akan menjadi ujian yang jauh lebih krusial bagi ketahanan skuat Mahesa Jenar di kompetisi ini. Tim Elang Jawa tersebut dipastikan akan tampil habis-habisan karena mereka sedang bersaing ketat di papan atas demi memperebutkan tiket promosi ke kasta tertinggi.
Catatan sejarah pertemuan atau rekor pertemuan PSIS Semarang melawan kedua calon lawan terakhir mereka ini menunjukkan tren yang kurang menguntungkan bagi Mahesa Jenar. Saat menghadapi Kendal Tornado FC, PSIS tercatat selalu menelan kekalahan dalam dua pertemuan terakhir dengan skor yang cukup mencolok, yakni 1-4 dan 0-3.
Kondisi serupa juga terjadi ketika PSIS Semarang bertemu dengan PSS Sleman, di mana mereka dipaksa menyerah kalah dalam dua kesempatan pertandingan sebelumnya. PSIS pernah dihancurkan dengan skor telak 0-5 dan kalah tipis 1-2, yang menambah beban psikologis bagi para pemain menjelang laga penentuan ini.