Catatan impresif Persis Solo yang tidak terkalahkan dalam delapan pertandingan terakhir akhirnya harus berakhir dengan hasil mengecewakan. Laskar Sambernyawa terpaksa mengakui keunggulan Arema FC dalam laga lanjutan BRI Super League musim 2025/2026.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Sabtu (18/4/2026) tersebut berakhir dengan skor 0-2 untuk kemenangan tuan rumah. Seluruh gol kemenangan Singo Edan diborong oleh pemain sayap asal Brasil, Gabriel Silva, yang tampil sangat merepotkan barisan pertahanan tim tamu.
Kekalahan ini memberikan dampak yang sangat signifikan bagi posisi Persis Solo di tabel klasemen sementara kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Akibat kegagalan meraih poin di Malang, tim kebanggaan warga Solo tersebut harus kembali terperosok ke dalam zona degradasi.
Pelatih kepala Persis Solo, Milomir Seslija, tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya terhadap hasil negatif yang diraih oleh anak asuhnya tersebut. Juru taktik kawakan ini bahkan secara terbuka menyatakan bahwa permainan timnya di laga ini merupakan salah satu yang paling buruk sepanjang musim.
Evaluasi Milomir Seslija Terhadap Performa Tim
Meskipun Persis Solo sempat mendominasi penguasaan bola di lapangan, mereka dianggap gagal menunjukkan permainan yang efektif dan efisien. Alur serangan yang dibangun oleh para pemain Laskar Sambernyawa tidak cukup tajam untuk membongkar pertahanan rapat yang digalang Arema FC.
Milo mengakui bahwa anak asuhnya tampil jauh di bawah standar performa yang biasa mereka tunjukkan dalam beberapa pekan terakhir. Ia menyadari bahwa bertandang ke markas Arema FC selalu menjadi tantangan besar, namun kesalahan individu pemainnya membuat keadaan menjadi semakin sulit.
Pelatih asal Bosnia tersebut juga menyoroti betapa minimnya ancaman nyata yang berhasil diciptakan oleh lini depan timnya ke gawang lawan. Menurut pengamatannya, sangat sedikit tendangan akurat ke arah gawang yang dihasilkan sehingga ia berencana melakukan analisis mendalam untuk laga berikutnya.
Pujian untuk Kedisiplinan Arema FC
Di tengah rasa kecewa yang mendalam, Milomir Seslija tetap memberikan apresiasi yang tinggi terhadap performa solid yang ditunjukkan oleh kubu lawan. Menurutnya, Singo Edan tampil sangat disiplin dan sangat jeli dalam memanfaatkan setiap celah kesalahan yang dibuat oleh para pemain Persis.
Milo bahkan berpendapat bahwa dengan kualitas permainan seperti itu, Arema FC sebenarnya layak untuk bersaing di jajaran lima besar klasemen. Pengalamannya melatih Arema pada tahun 2016 dan 2019 memberikan gambaran jelas bahwa tim tersebut selalu memiliki karakter petarung yang kuat.
Ia menjelaskan bahwa taktik serangan balik cepat yang diterapkan oleh tuan rumah benar-benar membuat strategi permainan Persis Solo tidak berjalan maksimal. Meskipun tidak terus-menerus menekan, sekali Arema mendapatkan kesempatan, mereka mampu mengonversinya menjadi gol yang mematikan.
Kondisi Klasemen dan Optimisme Masa Depan
Hasil minor ini secara otomatis menyeret posisi Persis Solo turun ke peringkat ke-16, yang berarti mereka kembali masuk ke zona merah yang berbahaya. Situasi ini diperparah dengan keberhasilan Madura United yang menang atas Persebaya sehingga posisi mereka melesat ke peringkat ke-14.
| Klub | Peringkat Sebelumnya | Peringkat Saat Ini | Status |
|---|---|---|---|
| Madura United | - | 14 | Zona Aman |
| Persis Solo | - | 16 | Zona Degradasi |
Walaupun kondisi tim sedang terpuruk, Milomir Seslija menegaskan bahwa dirinya masih memiliki optimisme tinggi untuk bisa menyelamatkan Persis Solo. Ia mengenang saat pertama kali datang, misi menyelamatkan tim ini tampak mustahil, namun kini mereka hanya terpaut satu poin dari zona aman.
Kenyataan bahwa selisih poin yang sangat tipis tersebut diharapkan bisa menjadi motivasi tambahan bagi seluruh penggawa Laskar Sambernyawa di laga-laga sisa. Milo menekankan pentingnya perbaikan performa pada pertandingan mendatang karena hasil tersebut akan sangat menentukan masa depan klub di kasta tertinggi.