Penyanyi kenamaan Rossa melalui tim kuasa hukumnya telah secara resmi melayangkan somasi terhadap puluhan akun media sosial yang dituding sengaja menyebarkan konten fitnah mengenai dirinya. Narasi bohong yang beredar luas di jagat maya tersebut menyebutkan bahwa pelantun lagu "Tegar" ini mengalami kegagalan saat menjalani prosedur operasi plastik.
Natalia Rusli selaku kuasa hukum manajemen Rossa menjelaskan bahwa serangan yang menyasar sang penyanyi terjadi secara masif di berbagai platform digital populer. Platform media sosial yang menjadi sarana penyebaran konten tidak benar tersebut meliputi TikTok, Instagram, hingga aplikasi Threads.
Dugaan Serangan Terstruktur dari Kompetitor
Pihak pengacara menilai bahwa serangan digital yang ditujukan kepada Rossa ini tampaknya dilakukan dengan cara yang sangat terstruktur dan terorganisasi. Natalia Rusli mendasarkan dugaan tersebut pada adanya kemiripan pola narasi serta kata-kata yang digunakan dalam berbagai konten yang tersebar luas di media sosial.
Kecurigaan muncul karena konten-konten tersebut terlihat menggunakan format atau template yang identik sehingga mengindikasikan adanya peran dari pihak tertentu yang tidak senang dengan keberhasilan karier Rossa. "Saya menduga ini adalah perbuatan kompetitor yang merasa tidak suka karena Mbak Rossa hingga saat ini masih tetap eksis di dunia hiburan," ungkap Natalia saat ditemui di kawasan Darmawangsa, Jakarta Selatan, pada 13 April 2026.
Langkah hukum berupa somasi ini diambil karena manajemen menganggap isi fitnah yang beredar sudah benar-benar melampaui batas kewajaran. M. Ikhsan Tualeka sebagai Juru Bicara Manajemen Rossa menegaskan bahwa narasi mengenai kegagalan operasi plastik tersebut sama sekali tidak berdasar karena kliennya tidak pernah melakukan prosedur tersebut.
Ikhsan menambahkan bahwa penyebaran berita bohong tentang kegagalan operasi plastik ini telah merusak citra dan nama baik Rossa sebagai figur publik di mata masyarakat luas. Ia menjelaskan bahwa langkah somasi ini bukan hanya demi kepentingan pribadi Rossa, melainkan juga bertujuan memberikan edukasi serta pembelajaran penting bagi masyarakat umum dalam bermedia sosial.
Dampak Psikologis bagi Sang Diva
Munculnya berbagai akun palsu atau akun bodong yang secara sengaja menyebarkan hoaks ini ternyata memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap kondisi mental sang penyanyi. Ikhsan mengungkapkan bahwa kliennya merasa sangat terkejut dan terguncang secara psikis akibat serangan fitnah yang bertubi-tubi tersebut.
Rossa merasa sangat terpukul karena ia telah mendedikasikan waktu dan tenaga untuk membangun reputasi profesionalnya di dunia musik selama 30 tahun lamanya. Tiba-tiba saja, kerja keras puluhan tahun tersebut dicoreng oleh pihak tidak bertanggung jawab melalui berita bohong mengenai fisik dan kesehatannya yang harus segera diluruskan secara hukum.
Pihak manajemen berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kasus ini dan tidak akan tinggal diam terhadap oknum yang mencoba menjatuhkan karier sang artis melalui cara-cara yang tidak beretika. Upaya hukum ini diharapkan dapat menghentikan penyebaran informasi palsu serta memberikan perlindungan terhadap martabat Rossa sebagai salah satu diva papan atas Indonesia.