Kepolisian baru saja mengungkap fakta tambahan mengenai kasus pembunuhan tragis yang menimpa seorang ibu berinisial W (45) di Kampung Babakan, Binong, Curug, Kabupaten Tangerang. Peristiwa berdarah yang dilakukan oleh anak tirinya sendiri, NS, ternyata dipicu oleh masalah sepele yakni penolakan korban saat pelaku ingin meminjam telepon seluler.
Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Selatan, AKP Wira Graha, menjelaskan bahwa motif utama aksi nekat ini adalah dendam pribadi yang telah lama dipendam oleh tersangka terhadap korban. Kekesalan tersebut memuncak saat korban memarahi pelaku yang berniat meminjam ponsel untuk keperluan bermain gitar, sehingga emosi pelaku yang sudah terakumulasi pun meledak.
Pihak kepolisian saat ini telah secara resmi menetapkan pemuda berinisial NS tersebut sebagai tersangka utama dalam kasus pembunuhan ini. Untuk kepentingan proses penyidikan lebih lanjut dan pemeriksaan mendalam, tersangka kini tengah menjalani masa penahanan di sel tahanan Polres Tangerang Selatan.
Selain motif dendam, AKP Wira Graha juga mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai kondisi kesehatan pelaku saat melakukan aksi kejam tersebut berdasarkan pemeriksaan medis. Hasil tes urine yang dilakukan secara intensif setelah penangkapan menunjukkan bahwa tersangka berada di bawah pengaruh obat-obatan terlarang atau narkotika.
| Jenis Zat Narkotika | Hasil Tes Urine Pelaku |
|---|---|
| Metamfetamin | Positif |
| Amfetamin | Positif |
| Benzodiazepam | Positif |
Kronologi penemuan jenazah berawal pada Jumat (17/4), ketika ibu berinisial W ditemukan sudah tidak bernyawa di kediamannya di kawasan Kabupaten Tangerang. Pelaku yang merupakan anak tiri korban, NS (25), berhasil diamankan oleh petugas kepolisian di wilayah Periuk, Tangerang, Banten, kurang dari 24 jam setelah kejadian.
AKP Wira Graha telah mengonfirmasi bahwa hubungan antara tersangka dan korban memang merupakan anak tiri, yang ditangkap pada Sabtu (18/4) sekitar pukul 05.00 WIB. Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh suaminya sendiri dengan kondisi yang sangat mengenaskan akibat hantaman benda tumpul pada bagian kepala.
Berdasarkan hasil identifikasi di lokasi kejadian, polisi menemukan adanya luka serius yang menyebabkan pendarahan hebat pada kepala korban akibat kekerasan benda tumpul. Pelaku diketahui menghabisi nyawa ibu tirinya tersebut dengan menggunakan peralatan berupa palu dan pisau sebagai senjata untuk melakukan penganiayaan.