Investasi emas tetap menjadi daya tarik utama bagi masyarakat meskipun kondisi harga di pasar sering kali mengalami fluktuasi yang cukup dinamis. Pada perdagangan Jumat, 17 April 2026, harga logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam dilaporkan mengalami penurunan ke angka Rp2,868 juta per gram.
Kondisi ini dibarengi dengan penurunan harga beli kembali atau buyback sebesar Rp15 ribu yang kini berada di level Rp2,659 juta per gram. Walaupun terjadi pergerakan harga, masih banyak investor yang belum sepenuhnya memahami bahwa terdapat berbagai jenis emas dengan karakteristik keuntungan yang berbeda-beda.
Daftar Harga Emas Terbaru
| Kategori Transaksi | Harga (Per Gram) | Perubahan |
|---|---|---|
| Harga Emas Batangan Antam | Rp2,868,000 | - |
| Harga Buyback (Jual Kembali) | Rp2,659,000 | Turun Rp15,000 |
Mengenal 6 Jenis Emas untuk Investasi
Emas batangan menempati urutan pertama sebagai instrumen yang paling diminati oleh para investor karena kadar kemurniannya yang mencapai 24 karat atau 99,9 persen. Produk ini tersedia dalam berbagai ukuran berat mulai dari yang terkecil 0,1 gram hingga ukuran besar mencapai 1.000 gram dengan merek populer seperti Antam, UBS, dan Galeri 24.
Selanjutnya terdapat emas koin yang nilai utamanya terletak pada kandungan emas murni di dalamnya, bukan pada nominal mata uang yang tertera pada koin tersebut. Instrumen ini sering kali dicari oleh para kolektor karena selain memiliki nilai investasi 24 karat, juga menawarkan nilai estetika yang cukup tinggi bagi pemiliknya.
Jenis ketiga adalah emas granule atau emas dalam bentuk serbuk dan butiran kecil yang lebih banyak digunakan oleh para perajin perhiasan. Walaupun tidak lazim digunakan oleh masyarakat umum untuk investasi, emas granule tetap bernilai tinggi karena bisa diolah kembali menjadi berbagai bentuk benda berharga lainnya.
Emas perhiasan merupakan kategori yang paling umum ditemui dalam bentuk cincin, kalung, maupun gelang yang sangat mudah didapatkan di toko-toko emas. Namun, jenis ini kurang direkomendasikan untuk investasi jangka panjang karena adanya biaya pembuatan yang tinggi serta kadar emas yang biasanya hanya berkisar antara 18 hingga 22 karat.
Emas dinar yang berbentuk koin dengan kadar tinggi antara 22 karat hingga 24 karat juga menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin menjaga nilai asetnya. Di beberapa wilayah Timur Tengah, dinar bahkan masih digunakan sebagai alat transaksi yang sah karena nilainya yang dianggap sangat stabil terhadap inflasi global.
Terakhir, seiring dengan kemajuan teknologi digital, kini muncul emas digital yang memungkinkan transaksi dilakukan secara daring tanpa perlu menyimpan fisik emas secara langsung. Melalui platform terpercaya seperti Pegadaian Digital, investor dapat dengan fleksibel membeli atau menjual aset emas mereka kapan saja melalui perangkat ponsel pintar.
Panduan Memilih Emas untuk Masa Depan
Para ahli menyarankan agar investor lebih mengutamakan emas dengan kadar 24 karat untuk mendapatkan stabilitas nilai yang lebih terjamin saat akan dijual kembali. Selain memperhatikan kadar, kepemilikan sertifikat resmi juga menjadi syarat mutlak untuk menjamin keaslian serta kualitas logam mulia yang dimiliki oleh investor tersebut.
Investor juga harus waspada terhadap selisih harga antara beli dan jual atau yang sering disebut sebagai spread, karena faktor ini sangat memengaruhi keuntungan bersih. Perencanaan yang matang mengenai tujuan investasi, apakah untuk jangka pendek atau panjang, akan sangat membantu dalam menentukan jenis emas yang paling sesuai dengan kebutuhan.
Secara keseluruhan, emas batangan dan emas digital tetap menjadi primadona bagi mereka yang mengincar keuntungan optimal serta kemudahan dalam pencairan dana di masa mendatang. Dengan memahami setiap karakteristik dari keenam jenis emas tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam menempatkan modal mereka pada instrumen yang tepat.