Shin Tae-yong Buka Peluang Melatih Klub Liga 1 Usai Kembali ke Indonesia

Shin Tae-yong Buka Peluang Melatih Klub Liga 1 Usai Kembali ke Indonesia

Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, menegaskan sikapnya yang tetap terbuka terhadap segala kemungkinan tawaran pekerjaan di masa depan, termasuk jika harus melatih klub di kompetisi BRI Super League. Meskipun ia telah resmi diberhentikan dari jabatan pelatih skuad Garuda pada Januari 2025 lalu, pria asal Korea Selatan berusia 55 tahun tersebut terpantau masih cukup sering mengunjungi Indonesia.

Intensitas kunjungannya yang cukup tinggi antara Korea Selatan dan Indonesia memicu spekulasi serta pertanyaan besar di kalangan penggemar setia sepak bola tanah air. Banyak pihak bertanya-tanya mengenai tujuan utama kepulangannya, mengingat ia sudah tidak lagi mengemban tanggung jawab resmi bersama federasi sepak bola Indonesia.

Peluang Melatih Klub Lokal dan Aktivitas Bisnis

Selain fokus mengelola STY Football Academy yang telah ia bangun di Jakarta, kehadiran Shin Tae-yong juga sering dikaitkan dengan peluang untuk menangani salah satu klub papan atas di kasta tertinggi liga Indonesia. Potensi untuk menukangi tim di BRI Super League ini ia sampaikan secara terbuka melalui sebuah tayangan di kanal YouTube milik Mansion Sports FC belum lama ini.

Melalui asisten sekaligus penerjemah setianya, Jeong Seok-seo, pelatih yang akrab disapa STY ini menjelaskan bahwa dirinya tidak menutup pintu bagi tim manapun yang tertarik pada jasanya. Ia menekankan bahwa minat tersebut tidak hanya terbatas pada klub dari Indonesia saja, melainkan juga mencakup berbagai penawaran dari klub-klub lain di wilayah Asia.

Jeong Seok-seo atau yang populer dengan panggilan Jeje mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada dua tawaran serius yang masuk untuk kliennya tersebut. Meskipun tawaran yang ada saat ini berasal dari luar Indonesia, STY tetap memposisikan dirinya siap untuk mengevaluasi setiap kesempatan yang datang.

Pelatih yang pernah memimpin Korea Selatan di ajang Piala Dunia 2018 ini dikabarkan terus melakukan berbagai persiapan matang agar selalu dalam kondisi siap tempur jika kesepakatan baru tercapai. Jeje menegaskan bahwa Coach Shin sedang bekerja sangat keras dalam menjaga kesiapannya sehingga ia bisa memberikan kontribusi maksimal bagi klub barunya nanti.

Di sela-sela kesibukan pribadinya di ibu kota, Shin Tae-yong juga menyempatkan diri untuk hadir langsung di stadion guna menyaksikan pertandingan antara Persija Jakarta melawan Dewa United. Pertandingan lanjutan BRI Super League 2025/2026 tersebut digelar di Jakarta International Stadium (JIS) pada hari Minggu, 15 Maret.

Kehadiran STY di tribune stadion memungkinkannya untuk melakukan reuni singkat dengan beberapa mantan anak asuhnya saat ia masih menjabat sebagai pelatih tim nasional. Nama-nama populer seperti Rizky Ridho, Jordi Amat, Witan Sulaeman, Ricky Kambuaya, hingga Egy Maulana Vikri adalah sederet pemain yang ia saksikan performanya sore itu.

Namun, STY segera memberikan klarifikasi bahwa kedatangannya murni untuk memenuhi undangan menonton pertandingan dan tidak memiliki agenda terselubung dengan pihak manajemen klub. Ia menegaskan bahwa kehadirannya tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan rumor kursi kepelatihan Persija Jakarta untuk musim kompetisi mendatang.

Jeje menambahkan bahwa Shin Tae-yong sangat menikmati momen menyaksikan pertandingan tersebut dengan tenang tanpa memikirkan urusan pekerjaan yang berat. Ia merasa sangat senang bisa melihat perkembangan para pemain yang dulu sering ia panggil ke timnas, seperti duet Rizky Ridho dan Witan Sulaeman yang tampil di lapangan.

Pandangan Terhadap Suksesor di Timnas Indonesia

Selain membicarakan masa depannya sendiri, Shin Tae-yong juga memberikan respons terkait sosok John Herdman yang kini menduduki kursi pelatih Timnas Indonesia yang baru. Pelatih asal Inggris tersebut menjadi perhatian STY yang terus mengikuti perkembangan sepak bola di tanah air meski sudah tidak lagi menjabat.

Dalam pandangan STY, John Herdman dinilai sebagai pelatih yang memiliki pembawaan tenang serta mempunyai filosofi permainan yang sangat menjanjikan untuk perkembangan tim. Ia mengaku terkesan dengan rekam jejak yang ditinggalkan Herdman, terutama saat pelatih tersebut masih menangani tim nasional Kanada sebelumnya.

Walaupun keduanya belum pernah bertatap muka secara langsung, STY mengaku telah banyak mendengar informasi positif serta membaca berita mengenai kapasitas kepelatihan Herdman. STY melihat adanya potensi besar dalam diri Herdman yang tampak sebagai sosok berkepribadian baik dengan visi taktik yang sangat matang bagi skuad Indonesia.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: www.bola.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.