Strategi Bisnis Apple di Bawah Tim Cook: Fokus pada Layanan iCloud dan Tak Lagi Sekadar Bergantung pada Perangkat Keras

Strategi Bisnis Apple di Bawah Tim Cook: Fokus pada Layanan iCloud dan Tak Lagi Sekadar Bergantung pada Perangkat Keras

CEO Apple, Tim Cook, secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya di perusahaan teknologi terkemuka yang berpusat di Cupertino, Amerika Serikat. Cook telah memimpin Apple sejak 24 Agustus 2011, tepat sebelum wafatnya Steve Jobs, dan selama hampir 15 tahun yang dilaluinya, ia telah mengubah wajah Apple secara signifikan.

Di era kepemimpinan Cook, yang sebelumnya menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) di bawah Jobs, Apple tidak hanya berfokus pada penjualan gadget premium. Meskipun perusahaan masih melanjutkan tradisi Jobs dalam memproduksi perangkat keras unggulan seperti Macbook, iPhone, dan iPad, Cook juga memperluas bisnis Apple untuk memperkenalkan berbagai layanan berlangganan.

Apple kini menawarkan layanan seperti iCloud, App Store, Apple TV, dan Apple Music yang semakin mendominasi sumber pendapatan perusahaan. Berdasarkan laporan keuangan Apple, divisi layanan memberikan kontribusi 26 persen dari total pendapatan perusahaan sepanjang tahun fiskal 2025, menunjukkan perkembangan signifikan dalam performa finansial Apple.

Pendapatan dari layanan ini mencapai sekitar 28,8 miliar dollar AS (sekitar Rp 493 triliun) pada kuartal keempat yang berakhir pada 27 September 2025, yang merupakan peningkatan 98 persen dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya. Meskipun sektor layanan kian berkembang, penjualan bersih tahunan Apple selama satu dekade terakhir juga mengalami pertumbuhan drastis dari 234 miliar dollar AS (sekitar Rp 4.000 triliun) menjadi 416 miliar dollar AS (sekitar Rp 7.000 triliun).

Selama periode yang sama, pendapatan dari layanan Apple melonjak dari hampir 20 miliar dollar AS (sekitar Rp 342 triliun) menjadi 109 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.800 triliun). Dengan suksesnya strategi diversifikasi ini, Cook tampaknya telah memahami potensi besar yang ada dari pengguna yang sudah terintegrasi dalam ekosistem Apple.

Apple telah berhasil menarik satu miliar pelanggan berbayar dan menghasilkan lebih dari 100 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.700 triliun) setiap tahun dari pendapatan layanan. Dengan 2,3 miliar perangkat aktif, layanan ini telah terbukti mampu mengikat pengguna dengan ekosistem Apple dan mendorong langganan berbagai layanan yang ditawarkan perusahaan.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: tekno.kompas.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.