Dinda, seorang siswa Tuli dari SLB Tunarungu Santi Rama, mencetak sejarah baru bagi sekolahnya dengan diterima di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Hasil menggembirakan tersebut membuatnya menjadi siswa pertama dari SLB Santi Rama yang berhasil menembus ITB Kampus Ganesha.
Strategi Sukses Dinda
Dinda mengungkapkan bahwa kunci keberhasilannya terletak pada manajemen waktu yang baik, disiplin yang ketat, dan konsistensi dalam mengejar prestasi. Ia menekankan pentingnya menetapkan prioritas, disiplin dalam belajar, serta menjaga keseimbangan antara aktivitas belajar dan kegiatan lainnya.
Dalam proses belajar, Dinda menerapkan teknik belajar mandiri yang meliputi mencatat dan melakukan pembacaan materi berulang untuk memahami pelajaran dengan baik. Capaian Dinda tersebut sangat berarti bagi SLB Santi Rama, dan ia berharap dapat memotivasi siswa disabilitas lain untuk mengejar pendidikan tinggi.
Dukungan Lingkungan
Dinda memilih ITB karena reputasi baiknya, khususnya FSRD yang sesuai dengan minat dan bakatnya dalam seni dan desain. Ia terinspirasi setelah mengunjungi fakultas tersebut saat mendampingi kakaknya, yang merupakan alumni ITB.
Keberhasilan Dinda juga dipengaruhi oleh metode pengajaran di sekolahnya yang berbasis visual dan komunikasi jelas, yang memudahkan siswa untuk memahami materi. Dukungan moral dari para guru dan keluarga juga berperan signifikan dalam meningkatkan rasa percaya dirinya.
Selama pendaftaran SNBP, sekolah memberikan bantuan administratif yang memudahkan Dinda untuk fokus pada persiapan ujian. Ia mengajak teman-teman Tuli dan siswa disabilitas lainnya untuk berani memiliki impian tinggi serta konsisten dalam berlatih mencapai tujuan mereka.