Kurang lebih tiga bulan setelah Provinsi Aceh mengalami bencana banjir bandang, sekitar 220 murid SD dan SMP di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya masih menjalani aktivitas belajar di bawah tenda darurat. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya, Zulkifli, menyatakan bersyukur karena meskipun terdampak, para siswa tetap melanjutkan pendidikan di fasilitas darurat tersebut.
Dari jumlah tersebut, terdapat 55 siswa laki-laki dan 68 siswa perempuan dari SDN 1 Beutong Ateuh Banggalang, serta 54 siswa laki-laki dan 43 siswa perempuan di SMPN Beutong Ateuh. Pemerintah daerah berusaha menyediakan sekolah darurat untuk memastikan proses belajar tidak terhenti akibat gedung yang sudah tidak layak pakai.
Zulkifli menjelaskan bahwa berdasarkan instruksi Bupati Nagan Raya, Dr. Teuku Raja Keumangan, lokasi belajar siswa SMP harus sepenuhnya dipindahkan karena kondisi bangunan yang sudah hancur. Dalam hal ini, pemerintah daerah telah bekerja sama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM setempat untuk memanfaatkan gedung dinas yang tidak terpakai menjadi ruang belajar.
Kurikulum yang diterapkan juga tetap sama seperti sebelumnya, dan para siswa mendapat pendampingan khusus dari mahasiswa serta lembaga swadaya masyarakat untuk membantu pemulihan kondisi psikologis mereka pascabencana. “Banyak pihak yang terlibat memberikan dukungan, seperti program trauma healing dari mahasiswa dan LSM, sehingga anak-anak kini sudah merasa lebih ceria dan bisa menerima situasi saat ini,” tutur Zulkifli.
Selanjutnya, Zulkifli menginformasikan bahwa pemerintah pusat berencana membangun dua unit sekolah baru pada tahun 2026. Kepastian ini didapat setelah tim dari Kemendikbud Republik Indonesia melakukan survei dan pendataan di lokasi sekolah yang rusak akibat bencana hidrometeorologi tahun lalu. “Jika tidak ada hambatan, dua sekolah yang rusak tahun lalu akan dibangun oleh pemerintah pusat pada tahun 2026,” ungkapnya.
Pemerintah daerah saat ini sudah menyiapkan dua lokasi untuk pembangunan sekolah baru, termasuk mengurus kelengkapan administrasi tanah. Dalam situasi yang sulit ini, dukungan, sekecil apa pun, dari masyarakat dapat memberikan harapan baru bagi para korban banjir. Mari salurkan donasi untuk membantu mereka melalui klik di sini.