Bhayangkara Presisi Lampung FC berhasil mengamankan kemenangan krusial saat menjamu PSIM Yogyakarta pada laga pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, pada Jumat (17/4/2026) sore WIB tersebut berakhir dengan skor tipis 2-1 untuk keunggulan tuan rumah.
PSIM Yogyakarta sebenarnya memulai laga dengan sangat meyakinkan setelah Savio Sheva berhasil mencetak gol cepat pada menit ke-9 untuk membawa tim tamu unggul lebih dulu. Namun, keunggulan Laskar Mataram tidak bertahan hingga akhir laga setelah Bhayangkara FC bangkit di babak kedua melalui gol Nehar Sadiki pada menit ke-49 dan Moussa Sidibe pada menit ke-56.
Misi Balas Dendam yang Tuntas
Kemenangan yang diraih oleh skuad berjuluk The Guardians ini menjadi momentum balas dendam yang sempurna atas kekalahan mereka pada putaran pertama musim ini. Sebelumnya, Bhayangkara FC harus mengakui keunggulan PSIM Yogyakarta dengan skor 0-1 saat bertandang ke Stadion Sultan Agung, Bantul, pada 22 November 2025 silam.
Pada pertemuan di pekan ke-13 tersebut, gol tunggal dari pemain asing Rakhmatsho Rakhmatzoda menjadi pembeda yang membuat Bhayangkara pulang dengan tangan hampa. Kini, dengan dukungan penuh dari suporter sendiri di Lampung, tim asuhan Paul Munster berhasil membalikkan keadaan dan mengamankan tiga poin yang sangat berharga.
Tren Buruk Comeback bagi PSIM Yogyakarta
Kekalahan ini memberikan luka mendalam bagi PSIM Yogyakarta karena mereka kembali mengalami skenario pahit yang sama dalam dua pertandingan terakhir secara beruntun. Tim yang dijuluki Naga Jawa tersebut seolah kehilangan konsentrasi setelah sempat memimpin jalannya pertandingan, sehingga lawan mampu membalikkan kedudukan.
Kejadian serupa dialami PSIM saat menjamu PSM Makassar di Stadion Sultan Agung pada Jumat (10/4/2026), di mana gol Deri Corfe pada menit ke-54 akhirnya sia-sia. Dalam laga tersebut, PSM Makassar berhasil menyalip lewat gol Luka Cumic pada menit ke-79 dan gol dramatis Dusan Lagator di masa injury time menit ke-90+9.
Perubahan Signifikan di Papan Klasemen
Keberhasilan meraup poin penuh di kandang membawa Bhayangkara FC melesat ke posisi keempat dalam klasemen sementara kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini. Saat ini, koleksi poin The Guardians mencapai 47 angka dari total 28 pertandingan yang telah mereka jalani sepanjang musim ini.
Statistik performa Bhayangkara FC menunjukkan konsistensi yang cukup baik dengan catatan 14 kali kemenangan, lima hasil imbang, serta sembilan kali menelan kekalahan. Pencapaian ini sekaligus membuka peluang lebar bagi tim milik institusi Polri tersebut untuk tetap bersaing di papan atas klasemen hingga akhir musim nanti.
Sebaliknya, PSIM Yogyakarta harus tertahan di peringkat kesembilan dengan perolehan 38 poin dan dihantui ancaman penurunan posisi lebih jauh. Kursi Laskar Mataram di sepuluh besar terancam digusur oleh Bali United maupun Arema FC jika kedua tim pesaing tersebut mampu memenangkan pertandingan mereka pekan ini.
| Klub | Peringkat | Poin | Main | Menang | Seri | Kalah |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Bhayangkara FC | 4 | 47 | 28 | 14 | 5 | 9 |
| PSIM Yogyakarta | 9 | 38 | 28 | - | - | - |
Duel taktis antara dua pelatih asing, Paul Munster di kubu Bhayangkara FC dan Jean-Paul van Gastel di kubu PSIM, memberikan tontonan yang menarik bagi para pencinta bola. Meskipun Jean-Paul van Gastel sempat mengejutkan tuan rumah dengan strategi ofensif di awal laga, kematangan strategi Paul Munster terbukti lebih efektif di paruh kedua.
Bhayangkara FC kini fokus menatap laga selanjutnya untuk menjaga momentum kemenangan ini demi mengejar posisi tiga besar di BRI Super League. Sementara itu, manajemen dan tim pelatih PSIM Yogyakarta harus segera melakukan evaluasi menyeluruh guna menghentikan tren negatif terkena comeback yang merugikan posisi mereka di liga.