Kemenangan penting berhasil diraih Arema FC saat menghadapi Persis Solo dalam lanjutan pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Pertandingan yang digelar pada Sabtu (18/4/2026) sore WIB tersebut berakhir dengan skor 2-0 untuk keunggulan tim tuan rumah berjuluk Singo Edan.
Kemenangan ini terasa spesial karena Arema FC berhasil meruntuhkan tren positif Laskar Sambernyawa yang sebelumnya tidak terkalahkan dalam delapan laga terakhir. Keberhasilan ini sekaligus mengakhiri paceklik kemenangan kandang bagi skuad asuhan Marcos Santos setelah sempat melewati periode sulit di beberapa laga sebelumnya.
Analisis Strategi dan Jalannya Pertandingan
Meskipun Arema FC tidak terlalu mendominasi penguasaan bola sepanjang pertandingan, mereka tampil sangat efektif dalam melancarkan serangan balik yang mematikan. Dua gol kemenangan yang diborong oleh Gabriel Silva terbukti menjadi hasil dari transisi cepat yang memanfaatkan celah di lini pertahanan lawan.
Kemenangan solid ini didorong oleh koordinasi pertahanan yang disiplin serta ketajaman di lini depan dalam memaksimalkan setiap peluang yang ada. Sederet catatan menarik pun mengiringi keberhasilan Singo Edan dalam mengamankan poin penuh di hadapan pendukung sendiri di Stadion Kanjuruhan.
Brace Kedua dari Gabriel Silva
Gabriel Silva menjadi bintang lapangan dengan mencatatkan dua gol spesial yang memastikan kemenangan Arema FC atas Persis Solo. Torehan ini merupakan brace atau koleksi dua gol dalam satu pertandingan yang kedua bagi winger asal Rio de Janeiro tersebut sejak berseragam Singo Edan.
Pemain berusia 29 tahun yang bergabung pada bursa transfer paruh musim ini sebelumnya juga pernah mencetak brace saat menumbangkan Persija Jakarta dengan skor 2-0 pada pekan ke-20. Uniknya, Gabriel Silva belum pernah mencetak gol tunggal di luar dua momen brace tersebut, meski ia selalu menjadi pilihan utama dengan 12 kali penampilan sebagai starter.
Kebangkitan Singo Edan di Kandang
Hasil positif ini menjadi titik balik krusial bagi Arema FC setelah sebelumnya mereka tampak kesulitan meraih poin penuh saat bermain di hadapan publik sendiri. Sebelum laga kontra Persis Solo, mereka sempat terjebak dalam tren buruk selama lima pertandingan kandang berturut-turut tanpa sekalipun merasakan kemenangan.
Catatan negatif tersebut termasuk kekalahan menyakitkan 3-4 dari Bali United serta hasil imbang 1-1 ketika menjamu Malut United. Kemenangan terakhir Marcos Santos dan anak asuhnya di Kanjuruhan sebelum laga ini terjadi pada pekan ke-21 saat mereka melibas Semen Padang dengan skor telak tiga gol tanpa balas.
Terhentinya Rekor Impresif Persis Solo
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Persis Solo yang harus merelakan catatan mentereng mereka selama putaran kedua terhenti begitu saja. Sebelum bertandang ke Malang, tim asuhan Milomir Seslija tersebut sangat tangguh dengan rekor tidak terkalahkan dalam delapan pertandingan beruntun.
Dalam rentetan laga tersebut, Laskar Sambernyawa sukses mengumpulkan tiga kemenangan dan empat hasil imbang yang sempat menjauhkan mereka dari ancaman zona degradasi. Namun, hasil minor di pekan ke-28 ini memaksa mereka kembali turun ke papan bawah klasemen sementara BRI Super League 2025/2026.
Data Statistik dan Perbandingan Pertandingan
| Aspek Pertandingan | Arema FC | Persis Solo |
|---|---|---|
| Skor Akhir | 2 | 0 |
| Pencetak Gol | Gabriel Silva (15', 52') | - |
| Status Pertandingan | Tuan Rumah (Stadion Kanjuruhan) | Tamu |
| Tren Sebelum Laga | 5 Laga Tanpa Menang di Kandang | 8 Laga Tak Terkalahkan |
| Posisi Klasemen Terakhir | Meningkat | Turun ke Papan Bawah |
Dampak Klasemen dan Persaingan Liga
Kekalahan ini membuat posisi Persis Solo semakin terhimpit setelah Madura United berhasil mencuri kemenangan 2-1 di markas Persebaya Surabaya pada pekan yang sama. Kegagalan meraih poin di Kanjuruhan membuat Milomir Seslija harus segera membenahi mental bertanding anak asuhnya untuk menghadapi sisa kompetisi musim ini.
Sementara itu, Arema FC kini bisa sedikit bernapas lega karena mampu menjaga jarak dari kejaran tim-tim di bawahnya sekaligus mencatatkan clean sheet yang berharga. Keberhasilan menjaga gawang tetap suci saat melawan tim produktif seperti Persis Solo menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada organisasi pertahanan Singo Edan.
Pertandingan ini juga diwarnai dengan momen emosional ketika para pemain Arema FC membawa jersey nomor 32 sebagai bentuk dukungan bagi Pablo Oliveira. Gelandang tersebut dikabarkan terancam absen selama sembilan bulan akibat cedera serius, sehingga kemenangan ini dipersembahkan seluruh anggota tim untuknya.