Jumlah pemain Timnas Indonesia yang merumput di kompetisi kasta tertinggi Eropa diprediksi akan mengalami peningkatan pada musim depan. Fenomena ini didorong oleh performa gemilang sejumlah pemain Garuda yang saat ini tengah berjuang membawa klub mereka meraih tiket promosi di berbagai liga Benua Biru.
Saat ini, beberapa pilar utama Timnas Indonesia sudah merasakan ketatnya persaingan di level tertinggi, seperti Jay Idzes yang membela Sassuolo serta Emil Audero di Cremonese dalam ajang Serie A Italia. Selain itu, terdapat Calvin Verdonk yang berkarier di Ligue 1 Prancis bersama LOSC Lille, serta Kevin Diks yang menjadi pilihan reguler bagi Borussia Monchengladbach di Bundesliga Jerman.
Kekuatan pemain Indonesia di tanah Eropa juga terlihat jelas di kompetisi Eredivisie Belanda yang dihuni oleh nama-nama seperti Maarten Paes di Ajax dan Dean James di Go Ahead Eagles. Melengkapi daftar tersebut, terdapat pula Miliano Jonathans yang memperkuat Excelsior serta Justin Hubner yang kini menjadi bagian dari skuad Fortuna Sittard.
Potensi penambahan jumlah pemain di kasta tertinggi ini sangat terbuka lebar mengingat kiprah impresif beberapa pemain di divisi kedua musim ini. Mari kita bedah lebih dalam mengenai profil dan peluang para penggawa Timnas Indonesia tersebut untuk naik kasta pada musim mendatang.
Kegemilangan Nathan Tjoe-A-On di Liga Belanda
Kisah pertama datang dari Nathan Tjoe-A-On, seorang pemain sayap serbabisa yang tengah menikmati periode positif bersama klub Belanda, Willem II Tilburg. Nathan baru saja bergabung dengan klub tersebut musim ini dan langsung beradaptasi dengan atmosfer persaingan di Eerste Divisie atau kasta kedua Liga Belanda.
Peran pemain naturalisasi ini terbukti sangat krusial dalam menjaga konsistensi performa Willem II sepanjang kompetisi musim ini berlangsung. Pada pertandingan pekan ke-36 yang digelar Minggu (12/4/2026), Nathan turut membantu timnya memetik kemenangan tipis 2-1 saat menjamu Almere City di Koning Willem II Stadion.
Meski sempat diterpa isu miring mengenai paspornya, Nathan tetap dipercaya pelatih untuk tampil sejak menit awal dan bermain penuh dalam laga tersebut. Kemenangan ini mengukuhkan posisi Willem II di peringkat ketiga klasemen sementara dengan perolehan 62 poin, yang sekaligus mengamankan tiket menuju babak playoff promosi.
Secara individu, catatan statistik Nathan Tjoe-A-On tergolong sangat impresif dengan total 30 penampilan di mana 29 di antaranya dilakoni sebagai pemain inti. Kepercayaan besar dari jajaran pelatih tersebut dibayarnya dengan performa stabil di lapangan serta sumbangan satu assist penting bagi rekan setimnya.
Joey Pelupessy dan Ambisi Promosi di Belgia
Beralih ke kompetisi sepak bola di Belgia, perhatian tertuju pada sosok gelandang bertahan andalan Timnas Indonesia, Joey Pelupessy. Pemain berpengalaman berusia 32 tahun ini telah memperkuat Lommel SK sejak didatangkan dari klub asal Belanda, Groningen, pada bursa transfer Januari 2025.
Memasuki musim 2025/2026, pengaruh Pelupessy di dalam lapangan semakin besar dan menjadikannya sebagai jenderal lapangan tengah yang sulit digantikan. Sepanjang musim ini, ia tercatat telah turun dalam 27 pertandingan, dengan 16 laga sebagai starter dan berhasil membukukan tiga gol bagi klubnya.
Hingga pekan ke-31, Lommel SK saat ini menduduki peringkat keempat dalam klasemen sementara kasta kedua Belgia atau yang dikenal dengan nama Belgian Challenger Pro League. Dengan mengoleksi 53 poin, klub tersebut berada di posisi strategis untuk bersaing di zona playoff demi merebut satu tiket ke kasta tertinggi.
Publik sepak bola tanah air kini menantikan apakah kepemimpinan Joey Pelupessy mampu membawa Lommel SK naik kasta untuk menantang klub-klub mapan di kasta teratas. Kehadirannya di liga utama Belgia tentu akan menambah daftar panjang pemain Indonesia yang berkompetisi di level elit Eropa pada musim depan.
Peluang Elkan Baggott Menuju Premier League
Nama terakhir yang memiliki peluang besar untuk naik kelas adalah bek jangkung potensial, Elkan Baggott, yang baru saja kembali memperkuat skuad Garuda dalam ajang FIFA Series 2026. Elkan saat ini terikat kontrak dengan salah satu klub bersejarah di Inggris, Ipswich Town, yang sedang bersaing sengit di Divisi Championship.
Meskipun pemain berusia 23 tahun tersebut belum mendapatkan tempat utama di skuad senior Ipswich Town musim ini, ia terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Baggott lebih banyak menghabiskan waktu bertanding di level U-21 atau Premier League 2 dengan total empat penampilan guna menjaga kebugaran dan sentuhannya.
Kendati demikian, Elkan Baggott beberapa kali masuk dalam daftar susunan pemain tim senior Ipswich di kasta kedua Liga Inggris sebagai opsi pemain pelapis. Pengalaman berada di lingkungan tim utama yang kompetitif tentu memberikan dampak positif bagi mentalitas dan kemampuan bertahan bek tengah bertubuh tegap ini.
Peluang Ipswich Town untuk promosi langsung ke kasta tertinggi, Premier League, terbuka sangat lebar karena saat ini mereka menempati peringkat kedua klasemen dengan 75 poin. Jika posisi ini bertahan hingga akhir musim, Elkan Baggott berpeluang besar mencatatkan sejarah sebagai pemain Indonesia pertama yang berada di skuad klub Premier League.
| Nama Pemain | Klub Saat Ini | Kasta Kompetisi | Negara |
|---|---|---|---|
| Nathan Tjoe-A-On | Willem II | Eerste Divisie (Kasta 2) | Belanda |
| Joey Pelupessy | Lommel SK | Challenger Pro League (Kasta 2) | Belgia |
| Elkan Baggott | Ipswich Town | Championship (Kasta 2) | Inggris |
Keberhasilan ketiga pemain ini untuk naik kasta tentu akan memberikan dampak yang sangat positif bagi perkembangan Timnas Indonesia di masa depan. Semakin banyak pemain yang terbiasa menghadapi lawan-lawan tangguh di liga top Eropa, maka mentalitas dan kualitas teknis skuad Garuda akan semakin meningkat secara keseluruhan.