Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tri Tito Karnavian, secara tegas menyuarakan pentingnya perlindungan terhadap kaum perempuan dan anak-anak dari segala bentuk tindak kekerasan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda Temu Kader PKK Kabupaten Belu yang berlangsung di Gedung Wanita Betelalenok, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis (16/4).
Tri Tito Karnavian menyoroti bahwa fenomena kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) maupun pelecehan seksual biasanya dipicu oleh pihak yang merasa lebih superior, terutama laki-laki. Beliau mengungkapkan kekhawatiran mendalam karena angka kasus eksploitasi anak serta pelecehan terhadap perempuan masih tergolong sangat tinggi di berbagai wilayah.
Isu kekerasan ini bukan hanya menjadi persoalan domestik di Indonesia saja, melainkan juga telah menjadi perhatian serius di berbagai negara lain di seluruh dunia. Oleh sebab itu, Ketua Umum TP PKK mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini.
Salah satu langkah konkret yang disarankan adalah mendidik anak laki-laki agar tidak tumbuh dengan mentalitas superior yang merasa lebih tinggi dibandingkan kaum wanita. Tri menekankan bahwa posisi pria dan wanita adalah setara di hadapan hukum, sehingga tidak boleh ada penanaman nilai yang memicu dominasi sepihak.
Di sisi lain, anak perempuan harus dididik untuk memiliki keberanian dalam menolak segala tindakan yang melanggar batas pribadi mereka dan tidak hanya berdiam diri menerima keadaan. Mereka perlu menyadari sepenuhnya bahwa undang-undang telah menjamin hak serta kesempatan yang sama bagi setiap warga negara tanpa memandang gender.
Pola pendidikan karakter yang inklusif ini dianggap sebagai fondasi utama dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045 melalui pencetakan generasi unggul. Generasi muda di Kabupaten Belu, khususnya pelajar SMP dan SMA, diproyeksikan menjadi pemimpin masa depan yang akan memajukan daerah perbatasan tersebut.
Kehadiran Tri Tito Karnavian di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste ini juga bertujuan untuk membakar semangat para kader PKK dalam mengelola sumber daya manusia setempat. Harapannya, kerja keras para kader dapat menjamin kelangsungan bangsa melalui penyiapan anak-anak yang berkualitas sebagai penerus negara.
Potensi Ekonomi Minyak Kemiri Lokal
Selain isu sosial, Tri Tito Karnavian memberikan apresiasi tinggi terhadap produk minyak kemiri khas Belu yang dinilai memiliki potensi besar sebagai komoditas ekspor. Produk yang termasuk dalam kategori minyak asiri ini diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi bagi ibu-ibu rumah tangga di wilayah tersebut.
Beliau mendorong Ketua TP PKK Belu untuk menjalin sinergi dengan kementerian terkait guna mendapatkan dukungan dalam pengembangan produk unggulan daerah ini. Pesan ini disampaikan saat Tri menghadiri pelatihan pembuatan minyak kunir di rumah jabatan Bupati Belu sebagai upaya penguatan ketahanan ekonomi keluarga.
Pemerintah pusat menaruh harapan besar agar kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Belu dapat meningkat secara signifikan melalui pemanfaatan potensi daerah yang ada. Optimalisasi produk lokal seperti minyak kemiri diharapkan menjadi solusi bagi kemandirian finansial keluarga di tengah tantangan ekonomi global.
Tri juga memberikan saran kepada para ibu untuk memanfaatkan platform digital seperti TikTok sebagai sarana promosi guna menjangkau pembeli dari seluruh penjuru Indonesia. Namun, beliau mengingatkan agar penggunaan media sosial dilakukan secara bijak dan kreatif tanpa harus mengesampingkan etika dalam memasarkan produk.
Keunggulan utama minyak kemiri asal Kabupaten Belu terletak pada proses produksinya yang masih dilakukan secara organik tanpa tambahan bahan kimia berbahaya. Metode tradisional ini menghasilkan minyak yang kaya manfaat, terutama untuk perawatan kesehatan rambut agar tampak lebih subur, sehat, dan berkilau.
Aktivitas produksi minyak kemiri ini dipandang sebagai peluang nyata bagi masyarakat setempat untuk memperoleh penghasilan tambahan yang berkelanjutan. Meski pendapatan mungkin dimulai dari skala kecil, usaha ini diyakini mampu menggerakkan roda ekonomi daerah melalui pengembangan produk lokal yang autentik.