Aktor Ammar Zoni dikabarkan mengalami penurunan kondisi kesehatan yang cukup memprihatinkan di balik jeruji besi Lapas Narkotika Cipinang menjelang sidang putusan pekan depan. Sang adik, Aditya Zoni, mengungkapkan adanya perubahan drastis pada penampilan fisik maupun kesehatan mental kakaknya setelah melakukan kunjungan pada Rabu lalu.
Aditya menyebutkan bahwa wajah mantan suami Irish Bella tersebut terlihat sangat pucat serta badannya tampak semakin kurus akibat kehilangan selera makan. Kondisi ini dipicu oleh beban pikiran yang sangat berat terkait vonis hakim yang akan dijatuhkan, sehingga membuat Ammar Zoni juga kesulitan untuk memejamkan mata atau beristirahat dengan tenang.
Saat ditemui di kawasan Studio TransTV, Mampang Prapatan pada Jumat (17/4/2026), Aditya membenarkan bahwa kakaknya sendiri mengakui dirinya kurang makan dan kurang tidur karena terus memikirkan putusan. Hal inilah yang menjadi penyebab utama perubahan fisik sang aktor yang kini terlihat jauh lebih kurus dibandingkan saat pertama kali masuk ke dalam lembaga pemasyarakatan tersebut.
Selain faktor kelelahan, Ammar Zoni ternyata didera ketakutan yang luar biasa mengenai kemungkinan dirinya akan dipindahkan ke Lapas Nusakambangan. Bayang-bayang harus menghuni penjara dengan tingkat pengamanan ekstra ketat tersebut terus menghantui pikirannya dan membuat tingkat kecemasan sang aktor meningkat tajam.
Aditya menjelaskan bahwa kakaknya sedang merasa sangat tertekan serta gugup, sehingga membutuhkan dukungan moril yang sangat besar agar mentalnya tidak semakin terpuruk. Demi menjaga kestabilan psikologis sang kakak, Aditya secara sengaja menyaring segala informasi dari dunia luar agar Ammar tidak mendengar berita yang bisa merusak suasana hatinya.
Ia menegaskan bahwa segala pemberitaan negatif, termasuk perkembangan mengenai kehidupan Irish Bella, sengaja tidak disampaikan kepada Ammar Zoni di dalam sel. Langkah ini diambil secara konsisten agar mental sang kakak tetap terjaga, di mana Aditya hanya akan membagikan kabar-kabar positif saat mereka berinteraksi di ruang kunjungan.
Pihak keluarga saat ini hanya bisa berserah diri sepenuhnya dan menaruh harapan besar pada keadilan yang akan diputuskan oleh majelis hakim dalam persidangan nanti. Aditya merasa sangat optimis bahwa kakaknya hanyalah seorang korban penyalahgunaan zat yang lebih membutuhkan penanganan medis dan pengobatan intensif daripada sekadar hukuman kurungan.
Harapan terbesar keluarga adalah agar Ammar Zoni diberikan kesempatan untuk menjalani rehabilitasi sebagai langkah penyembuhan yang paling tepat bagi kapasitasnya sebagai pengguna. Aditya menekankan bahwa penempatan kembali ke Nusakambangan bukanlah solusi yang dibutuhkan kakaknya, melainkan bantuan profesional untuk memulihkan kondisi ketergantungan yang dialaminya selama ini.