Usia Jemaah Haji Aceh 2026 Berkisar antara 15 hingga 101 Tahun

Usia Jemaah Haji Aceh 2026 Berkisar antara 15 hingga 101 Tahun

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh telah mengumumkan profil usia calon jemaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 1447 Hijriah atau tahun 2026 mendatang. Tercatat jemaah tertua tahun ini telah mencapai usia 101 tahun, sementara posisi jemaah termuda diisi oleh remaja yang baru menginjak usia 15 tahun.

Plt Kepala Kanwil Kementerian Agama Aceh, Arijal, mengungkapkan bahwa jemaah paling senior tersebut bernama Ramlah yang berasal dari Desa Blang di Kota Langsa. Ramlah nantinya dijadwalkan terbang menuju Arab Saudi bersama rombongan jemaah lainnya yang tergabung dalam kelompok terbang atau Kloter 4.

Sementara itu, Muhammad Alfaruq Addawami yang berasal dari Uning Gelime di Kabupaten Bener Meriah menyandang predikat sebagai jemaah dengan usia paling belia. Pemuda tersebut secara resmi terdaftar sebagai bagian dari Kloter 14 yang merupakan kelompok terbang terakhir dari embarkasi Aceh tahun ini.

Arijal menjelaskan bahwa rentang usia yang sangat lebar antara jemaah tertua dan termuda tersebut menggambarkan keberagaman demografi jemaah asal Serambi Mekkah. Meski terpaut usia yang sangat jauh, kedua jemaah dari lintas generasi ini tetap memiliki semangat juang yang sama untuk menyempurnakan rukun Islam kelima.

Total jemaah haji asal Provinsi Aceh yang siap diberangkatkan pada tahun 2026 ini mencapai 5.426 orang. Pihak penyelenggara juga telah menyiapkan ribuan jemaah cadangan guna memastikan seluruh kuota keberangkatan yang tersedia tetap terisi penuh sesuai alokasi.

Kategori Jemaah Nama Jemaah Usia Asal Daerah Kelompok Terbang
Jemaah Tertua Ramlah 101 Tahun Kota Langsa Kloter 4
Jemaah Termuda Muhammad Alfaruq Addawami 15 Tahun Bener Meriah Kloter 14
Total Jemaah Utama - 5.426 Orang Aceh -
Jemaah Cadangan (30%) - ~1.500 Orang Aceh -

Penyediaan jemaah cadangan sebanyak 30 persen ini dilakukan untuk mengantisipasi jika ada jemaah utama yang batal berangkat karena wafat, sakit, atau alasan lainnya. Mekanisme ini bertujuan agar kursi yang kosong dapat segera diisi sehingga tidak ada porsi keberangkatan yang tersisa sia-sia.

Sejumlah calon jemaah dilaporkan terpaksa menunda keberangkatan mereka tahun ini akibat masalah kesehatan serta kendala ekonomi yang dihadapi. Selain itu, dampak bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Aceh pada akhir tahun lalu juga menjadi salah satu penyebab utama penundaan tersebut.

Sesuai jadwal, jemaah haji Kloter 1 asal Aceh dijadwalkan mulai memasuki asrama haji embarkasi pada tanggal 5 Mei 2026. Seluruh jemaah pada kelompok terbang pertama tersebut kemudian akan diterbangkan menuju Arab Saudi keesokan harinya, tepatnya pada 6 Mei 2026.

Proses pemberangkatan jemaah haji asal Aceh ini akan terus berlanjut hingga rombongan terakhir yang tergabung dalam Kloter 14. Kelompok terbang pamungkas tersebut dijadwalkan akan mengakhiri rangkaian fase keberangkatan pada tanggal 20 Mei 2026.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: www.cnnindonesia.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.