Alamtri Minerals (ADMR) Bagikan Dividen Senilai US$120 Juta kepada Pemegang Saham

Alamtri Minerals (ADMR) Bagikan Dividen Senilai US$120 Juta kepada Pemegang Saham

PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR), perusahaan yang masuk dalam portofolio investasi Garibaldi ‘Boy’ Thohir, secara resmi mengumumkan rencana pembagian dividen tunai kepada para pemegang sahamnya. Keputusan strategis ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang menetapkan alokasi dana sebesar US$120 juta sebagai bentuk imbal hasil bagi investor.

Nilai dividen yang dibagikan tersebut mencakup sekitar 44,25% dari total laba bersih yang berhasil dikantongi oleh perseroan sepanjang tahun buku 2025. Manajemen menegaskan bahwa pembayaran dividen tunai ini akan segera didistribusikan kepada seluruh pemegang saham yang terdaftar sesuai dengan ketentuan berlaku.

Alokasi Laba Bersih dan Saldo Laba

Berdasarkan laporan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dirilis pada Jumat, 17 April 2026, manajemen menjelaskan rincian penggunaan laba bersih tahun berjalan. Selain untuk dividen, perusahaan juga memutuskan untuk mengalokasikan dana dalam jumlah besar guna memperkuat struktur permodalan internal.

Terdapat sisa laba bersih sebesar US$148,5 juta atau setara dengan 54,75% yang tidak dibagikan sebagai dividen kepada para pemegang saham. Dana tersebut secara resmi ditetapkan untuk disimpan sebagai saldo laba perseroan yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional maupun rencana pengembangan bisnis di masa mendatang.

Kinerja Keuangan Alamtri Minerals (ADMR) Tahun 2025

Jika meninjau performa finansialnya, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. mencatatkan penurunan pendapatan usaha menjadi US$972,95 juta pada periode tahun 2025. Angka tersebut menunjukkan adanya koreksi sebesar 15,70% jika dibandingkan secara tahunan (year on year) dari capaian pendapatan tahun 2024 yang menembus US$1,15 miliar.

Penyumbang utama pendapatan ADMR pada tahun 2025 masih didominasi oleh segmen bisnis pertambangan yang membukukan nilai kontrak sebesar US$968,80 juta. Sementara itu, pendapatan yang berasal dari segmen jasa lainnya tercatat memberikan kontribusi yang jauh lebih kecil, yakni sebesar US$14,93 juta bagi perseroan.

Penurunan pendapatan ini turut berdampak pada laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang terkoreksi cukup tajam sebesar 37,89% menjadi US$271,21 juta. Sebagai perbandingan, pada tahun fiskal 2024 yang lalu, emiten berkode saham ADMR ini masih mampu meraih laba bersih yang jauh lebih tinggi senilai US$436,66 juta.

Data Kinerja Keuangan dan Alokasi Dividen

Indikator Keuangan Nilai Tahun 2025 (US$) Nilai Tahun 2024 (US$) Pertumbuhan (YoY)
Pendapatan Usaha 972,95 Juta 1,15 Miliar -15,70%
Laba Bersih 271,21 Juta 436,66 Juta -37,89%
Total Dividen Tunai 120 Juta - -
Rasio Pembayaran Dividen 44,25% - -
Alokasi Saldo Laba 148,5 Juta - -

Rekomendasi Analis untuk Saham ADMR

Meski kinerja keuangan perusahaan mengalami penurunan di beberapa pos penting, sejumlah perusahaan sekuritas tetap memberikan penilaian positif dan rekomendasi beli terhadap saham ADMR. Para analis melihat potensi pemulihan dan nilai jangka panjang yang masih menarik bagi para pelaku pasar modal di tanah air.

Indo Premier Sekuritas memberikan rekomendasi beli dengan target harga saham dipatok pada level Rp2.200 per lembar sahamnya. Di sisi lain, Reliance Sekuritas juga menyarankan aksi beli dengan menetapkan target harga (target price) yang sedikit lebih konservatif di angka Rp2.120 per lembar.

Perlu dicatat bahwa seluruh keputusan untuk melakukan investasi saham sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi masing-masing pembaca atau investor. Berita ini disajikan sebagai informasi publik tanpa maksud untuk mengajak ataupun memaksa pihak manapun dalam melakukan transaksi jual beli aset di bursa.

Manajemen ADMR berharap pembagian dividen ini dapat memberikan kepercayaan lebih bagi para pemegang saham di tengah dinamika industri pertambangan yang fluktuatif. Perseroan juga berkomitmen untuk terus mengoptimalkan kinerja produksi guna memperbaiki profil laba pada periode-periode akuntansi berikutnya.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: market.bisnis.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.