PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) secara resmi membuka kesempatan bagi investor mancanegara untuk berkolaborasi dalam proyek perluasan lahan di kawasan wisata tersebut. Direktur Utama PJAA, Syahmudrian Lubis, menyatakan bahwa proyek strategis ini diperkirakan membutuhkan nilai investasi yang mencapai angka Rp6 triliun.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 16 calon mitra potensial dari berbagai wilayah seperti Eropa, China, hingga Korea Selatan telah menunjukkan minat besar dalam proses tender. Melalui skema kerja sama ini, pihak manajemen Ancol tidak perlu mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) dalam jumlah besar untuk mendanai reklamasi tersebut.
Proses Seleksi dan Detail Proyek
Pihak manajemen menekankan bahwa pengerjaan proyek akan dilakukan dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi melalui metode seleksi ketat berupa beauty contest. Skema ini bertujuan untuk menyaring dan menetapkan satu mitra kerja terbaik yang akan menggarap proyek dengan estimasi nilai antara Rp5 triliun hingga Rp6 triliun.
Rencana pengembangan lahan seluas 65 hektare ini akan membentang dari area Pantai Barat hingga ke wilayah Utara Ancol. Nantinya, pemanfaatan lahan hasil reklamasi tersebut akan dibagi secara proporsional untuk memenuhi kebutuhan pengembangan bisnis komersial sekaligus kepentingan fasilitas umum.
| Detail Proyek | Keterangan Statistik |
|---|---|
| Estimasi Nilai Investasi | Rp5 Triliun - Rp6 Triliun |
| Luas Wilayah Perluasan | 65 Hektare |
| Jumlah Calon Mitra | 16 Perusahaan |
| Target Wilayah Investor | Eropa, China, dan Korea Selatan |
Selain melakukan perluasan wilayah, PJAA juga tengah mempersiapkan sejumlah langkah transformasi operasional guna meningkatkan daya tarik kawasan wisata tersebut. Salah satu inovasi utama yang direncanakan oleh perusahaan adalah membuka operasional kawasan Ancol secara penuh selama 24 jam bagi para pengunjung.