Anjing Ternyata Diam-diam Menyimak Percakapan Manusia untuk Mempelajari Kata-kata Menurut Studi

Anjing Ternyata Diam-diam Menyimak Percakapan Manusia untuk Mempelajari Kata-kata Menurut Studi

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan fakta menarik mengenai kecerdasan anjing yang ternyata memiliki kemampuan tersembunyi untuk menguping pembicaraan manusia demi mempelajari kosakata baru. Hewan yang dikenal setia ini tidak hanya sekadar menuruti perintah, tetapi juga mampu menyerap informasi dari obrolan sehari-hari yang dilakukan oleh pemiliknya dengan orang lain.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Science pada awal Januari 2026 ini menjelaskan bahwa kelompok anjing kategori Gifted Word Learners (GWL) bisa memahami nama benda hanya lewat observasi sosial. Menurut Dr. Shany Dror selaku pakar kognitif dan penulis utama riset tersebut, kemampuan anjing-anjing ini dalam mempelajari nama mainan melalui metode menguping setara dengan hasil saat mereka diajari secara langsung.

Mekanisme Anjing dalam Mempelajari Kosakata Baru

Dror memaparkan bahwa proses belajar pada anjing ini memiliki kemiripan yang signifikan dengan cara anak manusia usia 18 bulan dalam menyerap bahasa dari lingkungan sekitar. Anak-anak pada usia tersebut terbukti efektif dalam mempelajari kata-kata baru, baik melalui instruksi langsung maupun dengan mendengarkan percakapan yang terjadi di dekat mereka.

Untuk membuktikan fenomena ini, tim peneliti melibatkan 10 ekor anjing yang memiliki bakat linguistik istimewa guna menguji efektivitas dua metode pengenalan mainan baru. Metode pertama dilakukan dengan cara pemilik menunjukkan mainan secara eksplisit kepada anjing sambil menyebutkan namanya berkali-kali agar anjing fokus pada objek tersebut.

Pada metode kedua, anjing hanya ditempatkan sebagai pengamat pasif sementara pemiliknya berdiskusi mengenai mainan baru tersebut dengan orang lain tanpa melibatkan hewan peliharaan mereka. Selama proses eksperimen, anjing-anjing tersebut hanya terpapar nama mainan baru selama total delapan menit yang terbagi ke dalam beberapa sesi dalam kurun waktu beberapa hari.

Hasil Eksperimen dan Tingkat Keberhasilan

Guna memastikan tingkat pemahaman subjek, para peneliti menempatkan mainan di ruangan yang berbeda dan meminta pemilik untuk memberikan perintah pengambilan barang secara spesifik. Hasil tes menunjukkan tingkat keberhasilan yang sangat tinggi, di mana mayoritas subjek uji mampu mengenali objek yang dimaksud dengan benar melalui instruksi verbal sederhana.

Kategori Pengujian Hasil dan Statistik Penelitian
Jumlah Subjek Uji 10 ekor anjing dengan kemampuan bahasa istimewa (GWL)
Tingkat Keberhasilan Individu 7 dari 10 anjing berhasil mempelajari nama mainan baru
Akurasi Metode Langsung Mencapai tingkat keberhasilan sekitar 80 persen
Durasi Paparan Kata Total sekitar 8 menit dalam beberapa sesi selama beberapa hari

Secara keseluruhan, kelompok anjing berbakat ini menunjukkan performa yang sama baiknya ketika mereka belajar dari ucapan tidak langsung dibandingkan dengan metode pengajaran konvensional. Temuan ini semakin memperkuat bukti kognitif bahwa anjing memiliki kemampuan adaptasi bahasa yang jauh lebih kompleks daripada yang diperkirakan sebelumnya oleh masyarakat luas.

Kemampuan Memahami Nama Tanpa Visualisasi Langsung

Dalam fase percobaan berikutnya, peneliti meningkatkan tingkat kesulitan dengan menyembunyikan mainan ke dalam wadah tertutup setelah sebelumnya sempat diperlihatkan kepada anjing tersebut. Nama mainan baru mulai disebutkan saat benda tersebut sudah tidak terlihat lagi oleh pandangan anjing, yang menciptakan tantangan kognitif berupa jeda antara pengamatan dan pendengaran.

Meskipun terdapat jeda waktu dan hilangnya kontak visual dengan objek, sebagian besar anjing dalam kelompok studi tersebut tetap mampu mengidentifikasi nama mainan dengan tepat. Dr. Claudia Fugazza dari Universitas ELTE Budapest menyatakan bahwa temuan ini membuktikan fleksibilitas anjing GWL dalam menggunakan berbagai mekanisme belajar untuk melabeli objek baru.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa anjing memiliki kapasitas luar biasa dalam menafsirkan berbagai isyarat komunikasi manusia jika dibandingkan dengan spesies hewan lainnya. Melalui studi ini, para ilmuwan berharap publik dapat lebih menghargai kehebatan kemampuan sosial anjing sehingga potensi komunikasi antara manusia dan hewan peliharaan dapat dimaksimalkan.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: www.detik.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.