Bahlil Lahadalia Siap Impor Minyak dari Rusia hingga Amerika Serikat

Bahlil Lahadalia Siap Impor Minyak dari Rusia hingga Amerika Serikat

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Indonesia menerapkan kebijakan luar negeri yang bebas dan aktif, yang memungkinkan kolaborasi dengan berbagai negara. Dalam hal ini, ia menyatakan bahwa Indonesia telah berhasil mengamankan pasokan minyak mentah dari Rusia dan melakukan penjajakan pembelian dengan negara lain, termasuk Amerika Serikat.

Bahlil menjelaskan bahwa ia telah mengadakan pertemuan dengan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev, yang memberikan dukungan untuk pembelian minyak mentah oleh Indonesia. Menurutnya, dalam situasi geopolitik yang tidak stabil, Indonesia tidak bisa hanya bergantung pada satu negara saja untuk kebutuhan pasokan energi.

"Oleh karena itu, kita melakukan diversifikasi pasokan," tegas Bahlil, menambahkan bahwa kondisi energi Indonesia diharapkan akan semakin baik. Dalam konteks ini, ia juga mengatakan bahwa Indonesia menganut prinsip kolaborasi dengan siapa pun dalam hubungan global dan ekonomi.

Bahlil mengamati bahwa saat ini banyak negara sedang dalam keadaan bertahan menghadapi ketidakpastian geopolitik. "Ini adalah modus bertahan hidup, dan kita harus menjaga kedaulatan energi kita," tandasnya.

Ia menekankan bahwa negara-negara harus mengupayakan kerja sama dengan negara lain yang telah menyelesaikan masalah internal mereka, untuk memastikan bahwa ketersediaan pasokan energi tidak terganggu. "Kami tidak ingin mengambil risiko dengan bergantung sepenuhnya kepada satu negara," ujarnya.

Dalam pernyataannya sebelumnya, Bahlil memastikan bahwa stok minyak mentah nasional telah aman hingga akhir tahun 2026 berkat kesepakatan dengan Rusia. Ia menyampaikan hal ini setelah pertemuan dengan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev.

Bahlil menjelaskan bahwa kesepakatan ini diambil sebagai lanjutan dari pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia, Vladimir Putin. "Kami optimis mendapatkan pasokan minyak dari Rusia dan Rusia juga bersedia membantu dalam pembangunan infrastruktur yang penting," tutur Bahlil.

Meskipun tidak dapat mengungkap volume minyak yang akan dibeli, Bahlil memastikan bahwa stok minyak mentah nasional dalam kondisi aman. "Kami tidak perlu khawatir, tinggal meningkatkan produksi kilang minyak," imbuhnya.

Sejak awal, Bahlil telah berupaya menjaga stabilitas pasokan energi dalam negeri, termasuk BBM dan LPG. Fokus utama dalam pembahasan dengan Rusia mencakup potensi kerja sama pasokan minyak mentah dan investasi di sektor energi.

Pada pertemuan dengan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev, Indonesia dan Rusia membahas kerja sama energi yang dapat segera dilaksanakan, termasuk pasokan BBM dan LPG. Rusia menyatakan kesiapan untuk mendukung ketahanan energi Indonesia melalui suplai minyak dan gas bumi, serta penyimpanan.

Kehadiran perwakilan dari beberapa perusahaan energi Rusia, seperti Rosneft dan Lukoil, menandakan komitmen ini. "Kami yakin dengan adanya kesepakatan ini, cadangan minyak mentah kita akan bertambah," ungkap Bahlil setelah pertemuan tersebut.

Bahlil juga menekankan bahwa kerja sama ini dilakukan melalui skema antar pemerintah (G2G) dan business-to-business (B2B) untuk memastikan ketersediaan cadangan energi. Ia berharap dapat memperluas kolaborasi dengan Rusia, termasuk dalam pengembangan penyimpanan crude serta kerja sama di sektor mineral dan nuklir.

"Tujuan kami adalah menciptakan kepastian bagi ketahanan energi nasional," tegas Bahlil Lahadalia dalam mengakhiri pernyataan mengenai kerja sama ini.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: www.liputan6.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.